BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Wilayah, Begini Upaya Penanganannya

30 September 2026 14:44 30 Sep 2026 14:44

Jihan Zahiroh R., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Wilayah, Begini Upaya Penanganannya

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Pampalu, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Insiden terjadi pada Selasa, 29 September 2026 sekitar pukul 10.00 WITA. (Foto : Humas BNPB)

KETIK, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan bencana pada periode Senin hingga Selasa, 28–29 September 2026. Dalam kurun waktu tersebut, BNPB menerima sejumlah laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari berbagai wilayah.

Karhutla melanda Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, pada Selasa, 29 September 2026. BPBD setempat bersama unsur terkait berhasil memadamkan api pada hari yang sama. Luas lahan yang terdampak mencapai 3 hektare. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Di Provinsi Sulawesi Utara, karhutla terjadi di Desa Pampalu, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, pada Selasa, 29 September 2026 sekitar pukul 10.00 WITA. BPBD bersama pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kejadian.

Hingga Selasa petang, api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas gabungan. Kondisi angin kencang menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Petugas juga melakukan penanganan menggunakan peralatan yang tersedia.

Luas lahan yang terbakar dalam kejadian tersebut mencapai 7 hektare. Tidak ada laporan korban jiwa akibat karhutla.

Sementara itu, karhutla di Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, telah berhasil dipadamkan petugas gabungan pada Selasa, 29 September 2026. Kejadian yang dilaporkan kepada BNPB pada Senin, 28 September 2026 itu mengakibatkan lahan seluas 19,92 hektare terbakar.

Di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, karhutla juga berhasil dipadamkan pada Selasa, 29 September 2026. Peristiwa tersebut terjadi sehari sebelumnya, Senin, 28 September 2026 sekitar pukul 15.39 WIB, di Kelurahan Temperan, Kecamatan Bukit Intan. Tim gabungan telah melakukan pemadaman dengan luas lahan terbakar mencapai 5 hektare.

Beralih ke Provinsi Jawa Tengah, karhutla di Desa Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berhasil dipadamkan pada Selasa, 29 September 2026. Api teridentifikasi sehari sebelumnya di sekitar Perum Griya Ungaran. Petugas gabungan yang dipimpin BPBD berhasil menghentikan penyebaran api di kawasan tersebut. Luas lahan yang terdampak sekitar 1 hektare.

Selain sejumlah wilayah tersebut, BNPB masih melakukan pengendalian dan penanganan karhutla di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Penanganan dikoordinasikan pemerintah daerah setempat dengan dukungan BNPB, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait.

Merespons ancaman asap akibat karhutla, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kewaspadaan. Masyarakat juga berperan dalam melakukan pengawasan wilayah dan menyampaikan informasi secara dini kepada petugas berwenang, termasuk BPBD.

Di tengah ancaman karhutla pada puncak musim kemarau, BNPB terus memantau tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah. Di sejumlah wilayah, kondisi tersebut masih berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, khususnya di sebagian besar wilayah Sulawesi dan Jawa serta beberapa wilayah kepulauan.

Dalam pengendalian karhutla, tindakan dini untuk mencegah api meluas menjadi langkah penting. BNPB mengimbau seluruh pihak turut menjaga dan memelihara lingkungan sekitar guna mencegah terjadinya kebakaran serta bencana asap. (*)

Tombol Google News

Tags:

Humas Bnpb Perkembangan Karhutla kebakaran hutan dan lahan Karhutla