Mau Tetap Bugar Selama Puasa? Inilah Waktu Paling Aman dan Efektif Olahraga Versi Kemenkes

Jurnalis: Rega Yuancahya Faiz Kristama
Editor: Fisca Tanjung

25 Feb 2026 04:00

Thumbnail Mau Tetap Bugar Selama Puasa? Inilah Waktu Paling Aman dan Efektif Olahraga Versi Kemenkes
Seseorang sedang memegang barbel (Foto : Freepik)

KETIK, JAKARTA – Bulan suci Ramadan seringkali diasosiasikan dengan penurunan drastis aktivitas fisik. Rasa haus, lapar, dan pola tidur yang bergeser kerap menjadi alasan utama bagi banyak orang untuk meninggalkan rutinitas olahraga.

Namun, otoritas kesehatan tertinggi di Indonesia menegaskan sebaliknya. Melalui pedoman resmi dari Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, pemerintah menyatakan bahwa puasa bukanlah halangan untuk tetap aktif bergerak.

Justru, dengan pemilihan waktu dan takaran yang presisi, olahraga di bulan puasa terbukti mampu menjaga tingkat kebugaran kardiovaskular dan mengoptimalkan metabolisme tubuh.

Lantas, kapan waktu paling ideal dan aman untuk berolahraga menurut panduan medis pemerintah? Terdapat tiga jendela waktu utama yang direkomendasikan secara resmi untuk menjadi acuan masyarakat.

Baca Juga:
Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026

Fase Optimal Pembakaran Lemak Menjelang Berbuka Puasa

Berdasarkan panduan Kemenkes, berolahraga sesaat sebelum azan magrib berkumandang adalah salah satu opsi terbaik. Secara sains, pada waktu ini cadangan karbohidrat atau glikogen di dalam tubuh berada pada titik terendah setelah belasan jam berpuasa.

Kondisi ini memicu tubuh untuk mengalami pergeseran sistem energi, di mana cadangan lemak akan ditarik dan digunakan sebagai bahan bakar utama melalui proses lipolisis.

Mengingat kondisi perut yang kosong, pemerintah sangat menyarankan masyarakat untuk membatasi diri pada olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Aktivitas fisik seperti jalan santai, bersepeda santai, yoga, atau peregangan (stretching) adalah pilihan yang paling direkomendasikan.

Baca Juga:
Semarak Puncak HPN 2026 di Tuban, Ratusan Pelari Ikuti PWI Fun Run Colour Night 2

Keuntungan utama berolahraga di sore hari adalah minimalnya risiko dehidrasi yang berkepanjangan, karena cairan dan energi yang terpaksa keluar dapat segera digantikan ketika waktu berbuka tiba.

Jendela Pemulihan Energi Setelah Berbuka Puasa dan Tarawih

Bagi individu yang terbiasa dengan menu latihan berintensitas lebih tinggi atau olahraga beban, Kemenkes merekomendasikan waktu setelah berbuka puasa.

Secara fisiologis, asupan glukosa yang masuk saat berbuka akan memulihkan level energi yang dibutuhkan otot untuk melakukan kontraksi tingkat tinggi, sekaligus mengembalikan hidrasi tubuh ke titik optimal.

Meski demikian, Kemenkes memberikan catatan penting di fase ini. Masyarakat diwajibkan memberikan jeda sekitar dua jam antara waktu makan berat dengan waktu mulai berolahraga. Jeda ini sangat penting untuk mencegah darah terkonsentrasi di saluran pencernaan, yang dapat memicu mual, kram perut, atau bahkan muntah saat beraktivitas fisik.

Sebagai aplikasi praktisnya, beberapa Dinas Kesehatan di tingkat daerah turut memberikan anjuran jadwal yang mudah diikuti, seperti memulai olahraga sekitar 30 menit setelah ibadah salat Tarawih, di mana makanan dirasa sudah cukup tercerna.

Memanfaatkan Energi Pagi Setelah Sahur atau Selepas Subuh

Opsi ketiga yang direkomendasikan oleh otoritas kesehatan adalah berolahraga di pagi hari, sesaat setelah sahur atau selepas menunaikan salat Subuh.

Tinjauan sains menunjukkan bahwa pada waktu tersebut, tubuh baru saja menerima asupan nutrisi dan cairan yang maksimal dari makan sahur. Selain itu, adanya lonjakan alami hormon kortisol di pagi hari turut memberikan dorongan energi yang membuat tubuh terasa jauh lebih segar.

Namun, Kemenkes mengingatkan perlunya kehati-hatian ekstra jika memilih waktu ini. Olahraga di pagi hari harus dijaga secara ketat pada intensitas yang ringan.

Hal ini dikarenakan Anda harus pandai mengelola dan menyimpan sisa cadangan cairan tubuh untuk beraktivitas normal hingga waktu magrib tiba. Melakukan senam aerobik ringan atau sekadar jalan kaki selama 30 menit setelah salat Subuh merupakan contoh rutinitas yang tergolong ideal dan aman.

Prinsip Keamanan Utama dari Kemenkes adalah memberikan peringatan penting terkait mitigasi risiko cedera dan gangguan kesehatan selama Ramadan. Target utama olahraga di bulan puasa bukanlah peningkatan performa fisik atau memecahkan rekor personal, melainkan sekadar mempertahankan kebugaran yang sudah ada.

Oleh karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menurunkan intensitas dan beban latihan dari hari biasa, dengan durasi olahraga yang dianjurkan minimal 30 menit per sesi.

Hal yang paling ditekankan oleh Kemenkes adalah pentingnya mendengarkan "alarm" dari dalam tubuh. Jika napas mulai terasa sangat sesak, pandangan berkunang-kunang, atau dada terasa sakit saat berolahraga, seluruh aktivitas harus segera dihentikan.

Dengan panduan resmi ini, tidak ada lagi alasan untuk menjadikan ibadah puasa sebagai tameng kemalasan. Kenakan sepatu olahraga Anda, pilih waktu yang paling sesuai dengan ritme jam Anda, dan pastikan Ramadan tahun ini tetap berjalan sehat, bugar, dan produktif.(*)

Baca Sebelumnya

Tampil di Hadapan Gubernur Khofifah di Grahadi, Siswi SMAN 8 ini Buktikan Prestasi Tilawah Bisa Lahir dari Pendidikan Umum

Baca Selanjutnya

Bosan Nunggu Buka Puasa Tiba? Coba Mainkan 5 Game Mabar Ini, Dijamin Lupa Waktu!

Tags:

Olahraga Gym ngabuburit ramadan kesehatan kebugaran atletis sehat

Berita lainnya oleh Rega Yuancahya Faiz Kristama

Bukan Cuma Sungkeman! Ini 5 Game Steam yang Siap Ramaikan Kumpul Keluarga Saat Idulfitri

21 Maret 2026 03:16

Bukan Cuma Sungkeman! Ini 5 Game Steam yang Siap Ramaikan Kumpul Keluarga Saat Idulfitri

Arus Mudik 2026! Pemerintah Petakan Jalur Rawan dan Gerbang Tol Utama

11 Maret 2026 14:44

Arus Mudik 2026! Pemerintah Petakan Jalur Rawan dan Gerbang Tol Utama

Jelang Lebaran 2026: Pemerintah Perketat Pengawasan Stabilitas Pangan dan Arus Mudik

10 Maret 2026 15:11

Jelang Lebaran 2026: Pemerintah Perketat Pengawasan Stabilitas Pangan dan Arus Mudik

Berburu Takjil dan Menunggu Magrib: 7 Tempat Ngabuburit Paling Cocok di Surabaya

10 Maret 2026 06:00

Berburu Takjil dan Menunggu Magrib: 7 Tempat Ngabuburit Paling Cocok di Surabaya

Ragam Cara Nikmati Sore Ramadan: Dari Berburu Es Pisang Ijo Hingga Maraton Serial Favorit

5 Maret 2026 07:00

Ragam Cara Nikmati Sore Ramadan: Dari Berburu Es Pisang Ijo Hingga Maraton Serial Favorit

Kenapa Lapar Bisa Bikin Emosi? Ini Penjelasan Medis dan Cara Mengatasinya

4 Maret 2026 10:40

Kenapa Lapar Bisa Bikin Emosi? Ini Penjelasan Medis dan Cara Mengatasinya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar