KH. Nasaruddin Umar: Puasa Ramadan adalah Obat Penangkal Hedonisme

Jurnalis: Muhammad Fajar Hasan Ar-Ridlo
Editor: Al Ahmadi

25 Feb 2026 04:08

Thumbnail KH. Nasaruddin Umar: Puasa Ramadan adalah Obat Penangkal Hedonisme
Nasaruddin Umar (66) melayat kepada mendiang Kwik Kian Gie. (Foto: Tangkapan Layar Instagram @nasaruddin_umar)

KETIK, JAKARTA – Menjalankan puasa memang berat. Selain menahan nafsu makan dan minum, kita juga dituntut untuk menahan nafsu-nafsu yang lain.

Semua itu dilarang bukan tanpa sebab. Nafsu adalah bola panas yang harus dikontrol, bukan dibuang.

Hal-hal tersebut merupakan nafsu konsumtif, seperti yang dituturkan oleh Menteri Agama RI, KH. Nasaruddin Umar baru-baru ini.

Baginya, nafsu harus dikonversi dari yang mulanya konsumtif kepada produktif.

Baca Juga:
Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Nurul Jadid Salah Satu Pesantren Terbaik di Indonesia

Mulanya, beliau berpendapat bahwa puasa merupakan “madrasah kehidupan”. Menurutnya puasa ramadhan merupakan momentum untuk melatih pengendalian nafsu, disiplin diri, serta nafsu konsumtif.

“Puasa adalah sekolah kehidupan yang mengajarkan kita hidup sederhana dan fungsional.” ujar pria berusia 66 tahun itu.

Menag Nassarudin menyoroti manusia yang selalu mengukur kebahagiaannya melalui kepemilikan barang.

Menurutnya, justru gaya hidup seperti itulah yang menjauhkan manusia dari esensi kebahagiaan sejati. Puasa hadir sebagai perlawanan terhadap budaya “hedonisme” atau kepuasan materi adalah tujuan utama.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Nasaruddin berpendapat bahwa keberhasilan umat muslim dalam berpuasa bukan dari seberapa mahal dan mewahnya menu berbuka yang disantap.

“Keberhasilan puasa diukur dari kemampuan menahan diri, bukan dari seberapa banyak atau seberapa mahal hidangan berbuka yang kita santap.” katanya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa puasa memiliki dimensi spiritual dan sosial. Dengan menahan diri dari keinginan berlebih, umat Muslim diajak kembali pada pola hidup sederhana, penuh makna, dan lebih dekat dengan nilai-nilai keagamaan.

Puasa, lanjutnya, juga menjadi sarana untuk melatih kesabaran dan kepekaan sosial.

Dengan merasakan lapar dan haus, umat Muslim diingatkan akan penderitaan orang lain yang kurang beruntung. Hal ini diharapkan menumbuhkan rasa empati dan solidaritas.

Dalam konteks modern, Nasaruddin Umar mengingatkan agar umat tidak menjadikan Ramadhan sebagai ajang konsumsi berlebihan.

Ia menilai fenomena belanja besar-besaran menjelang berbuka justru bertentangan dengan semangat puasa.

Sebagai penutup, ia mengajak umat menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, baik secara fisik maupun spiritual.

“Puasa adalah latihan melawan hawa nafsu, terutama nafsu konsumtif. Mari kita jadikan Ramadhan sebagai kesempatan untuk kembali ke hidup sederhana dan penuh syukur,” tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

Terlambat Niat Puasa karena Ketiduran, Masih Sah atau Tidak?

Baca Selanjutnya

Dugaan Permainan Pokir DPRD Jombang Seret Legislator Perempuan dari PPP, Ketua DPC Tak Ambil Pusing

Tags:

Nasaruddin Umar mengendalikan nafsu surabaya Puasa Ramadhan Ramadhan 2026

Berita lainnya oleh Muhammad Fajar Hasan Ar-Ridlo

Cerita Chef Hotel di Surabaya yang Buka Usaha Nasgor Pakai Nama Unik

18 April 2026 18:25

Cerita Chef Hotel di Surabaya yang Buka Usaha Nasgor Pakai Nama Unik

Mengenal Ollie Watkins dan Jonathan Rowe, Duo Bomber Inggris yang On Fire di Europa League

10 April 2026 19:01

Mengenal Ollie Watkins dan Jonathan Rowe, Duo Bomber Inggris yang On Fire di Europa League

'Gas!' Lagu Milik FSTVLST yang Ajarkan Bangkit dari Keterpurukan, Begini Liriknya!

10 April 2026 08:00

'Gas!' Lagu Milik FSTVLST yang Ajarkan Bangkit dari Keterpurukan, Begini Liriknya!

ParagonCorp Buka Rekrutmen April 2026 untuk Posisi Customer Business Development

8 April 2026 17:45

ParagonCorp Buka Rekrutmen April 2026 untuk Posisi Customer Business Development

Cerita Mahasiswa Surabaya yang Pilih Tak Pulang ke Samarinda saat Lebaran

17 Maret 2026 21:21

Cerita Mahasiswa Surabaya yang Pilih Tak Pulang ke Samarinda saat Lebaran

Genre Musik yang Orang Jarang Tahu! Ada Pop dan Rock yang Bikin Lebih “Melayang”

14 Maret 2026 07:00

Genre Musik yang Orang Jarang Tahu! Ada Pop dan Rock yang Bikin Lebih “Melayang”

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend