Horor Paling Visioner! Kenapa Film Pulse (2001) Sangat Relevan di Era Media Sosial?

Jurnalis: Athaya Khaisyah Azira
Editor: Fisca Tanjung

25 Nov 2025 03:00

Thumbnail Horor Paling Visioner! Kenapa Film Pulse (2001) Sangat Relevan di Era Media Sosial?
Potongan adegan dalam film 'Pulse' (2001) karya Kiyoshi Kurosawa (Foto: The Movie Database)

KETIK, JAKARTA – Dua dekade setelah dirilis, Pulse (2001) karya Kiyoshi Kurosawa terus dipuji sebagai salah satu film horor Jepang paling visioner.

Bukan karena hantu-hantunya, melainkan karena cara film ini membaca masa depan: dunia yang semakin terhubung secara digital, namun semakin jauh secara sosial dan emosional.

Di tengah dominasi horor berbasis jumpscare, Pulse tampil berbeda. Kurosawa menghadirkan teror yang sunyi, dingin dan menekan, melalui kota Tokyo yang perlahan ditinggalkan penghuninya.

Manusia tidak mati karena monster, melainkan karena kesepian yang menular lewat jaringan internet.

Baca Juga:
Film Layak Dicintai, Bukan Ditakuti oleh Mereka yang Terpaksa

Pulse berfokus pada dua kelompok karakter yang menyaksikan keanehan terjadi di sekitar mereka: orang-orang yang tiba-tiba murung, menjauh dari dunia, lalu menghilang meninggalkan ‘noda hitam’ di dinding.

Fenomena itu kemudian dikaitkan dengan kemunculan hantu yang muncul melalui layar komputer dan jaringan internet, lalu ‘bayangan hitam’ yang muncul pada tempat-tempat tertentu, yang ternyata bukan sekadar menakut-nakuti, tetapi untuk menularkan putus asa yang mereka rasakan setelah kematian.

“Kematian adalah kesepian yang abadi,” kata salah satu karakter dalam film. Kalimat itu yang kemudian akan menjadi kunci untuk memahami apa yang sebenarnya Kurosawa ingin sampaikan.

Dalam perspektif sosiologi, film ini dapat dikaji melalui teori klasik ‘anomie’ dari Emile Durkheim.

Baca Juga:
Weekend Anti Gabut: 6 Film Horror Komedi Indonesia yang Siap Menghibur Kamu

Anomie menggambarkan kondisi ketika norma sosial melemah dan individu kehilangan arah, tujuan, serta rasa keterhubungan dengan masyarakat.

Dalam film Pulse, teknologi yang seharusnya menghubungkan manusia, justru kebalikannya; ia menciptakan ruang isolasi baru, ruang-ruang virtual dimana individu terjebak dalam kesendirian ekstrem. 

‘Hantu’ dalam Pulse bukan digambarkan sebagai sosok jahat yang menyerang, melainkan sebagai bayangan dari jiwa-jiwa yang rapuh setelah kehilangan keterhubungan dengan dunia.

Mereka hadir sebagai sisa kesadaran yang tidak lagi memiliki tempat, mencerminkan keadaan manusia ketika ikatan sosial melemah dan rasa makna bersama perlahan hilang.

Fenomena ruang bertanda selotip merah dalam film (tempat di mana hantu ‘dikurung’) dapat dibaca sebagai simbol perlawanan manusia terhadap anomie.

Manusia berusaha menaruh batas, aturan, dan struktur untuk mengendalikan kekacauan. Namun seperti yang ditunjukkan film ini, struktur itu gagal, karena anomie sudah menyebar terlalu jauh.

Selotip merah hanya jadi pengingat, bahwa masyarakat modern menciptakan aturan untuk menahan keterpurukan, tetapi teknologi membuat batas itu rapuh.

Walau dirilis pada 2001, Pulse terasa lebih relevan pada era media sosial dan komunikasi digital hari ini. Kurosawa menggambarkan bagaimana dunia yang terlalu terhubung justru membuat manusia terputus dari dirinya sendiri dan satu sama lain.

Dalam perspektif Durkheim, film ini adalah narasi tentang masyarakat yang runtuh bukan oleh malapetaka dari luar, melainkan oleh anomie yang membusuk dari dalam.

Pulse bukan sekadar horor hantu pada umumnya, tetapi horor yang lebih dekat sekaligus mengerikan: horor sosial. Terornya muncul dari kenyataan yang familiar, bahwa teknologi mendekatkan kita pada dunia, namun menjauhkan kita dari satu sama lain.

Jadi, apakah sobat Ketikers tertarik untuk merasakan teror sosial yang disuguhkan dalam Pulse

Baca Sebelumnya

Layanan Publik Inklusif! Pemkot Kediri Pastikan Perizinan Usaha Ramah Difabel

Baca Selanjutnya

Digerebek Tengah Malam, Samapta Situbondo Amankan 11 Botol Arak dari Penjual Nakal di Panarukan

Tags:

Pulse Film Jepang Film horor Sosiologi Anomie

Berita lainnya oleh Athaya Khaisyah Azira

Oshogatsu-asobi: Saat Karuta dan Gasing Menjadi Jembatan Tradisi di Tengah Modernitas Jepang

4 Januari 2026 15:01

Oshogatsu-asobi: Saat Karuta dan Gasing Menjadi Jembatan Tradisi di Tengah Modernitas Jepang

Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang

1 Januari 2026 23:01

Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang

Filosofi di Balik Kenyalnya Mochi, Benang Merah Tradisi Tahun Baru di Negeri Sakura

1 Januari 2026 11:01

Filosofi di Balik Kenyalnya Mochi, Benang Merah Tradisi Tahun Baru di Negeri Sakura

Mengintip Tradisi Hatsumode, Kunjungan Pertama ke Kuil Saat Tahun Baru di Jepang

1 Januari 2026 10:02

Mengintip Tradisi Hatsumode, Kunjungan Pertama ke Kuil Saat Tahun Baru di Jepang

Mengenal Bōnenkai dan Shinnenkai, Tradisi Pesta Menutup dan Membuka Tahun dengan Kebersamaan di Jepang

31 Desember 2025 23:01

Mengenal Bōnenkai dan Shinnenkai, Tradisi Pesta Menutup dan Membuka Tahun dengan Kebersamaan di Jepang

Kota Surabaya dan Lamongan Diprediksi Hujan Ringan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

31 Desember 2025 11:32

Kota Surabaya dan Lamongan Diprediksi Hujan Ringan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H