Waspada! Cacar Monyet Mengincar Rakyat Indonesia, Berikut Wilayah Sebarannya

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: M. Rifat

22 Agt 2024 02:11

Thumbnail Waspada! Cacar Monyet Mengincar Rakyat Indonesia, Berikut Wilayah Sebarannya
Ilustrasi penyakit cacar. (Foto: Freepik)

KETIK, JAKARTA – Cacar monyet, atau monkeypox, adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus monkeypox, yang merupakan bagian dari keluarga virus yang sama dengan cacar (smallpox).

Penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada monyet laboratorium di 1958 dan kasus manusia pertama ditemukan pada 1970 di Republik Demokratik Kongo.

Penyakit ini dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis) melalui kontak dengan darah, cairan tubuh atau lesi pada kulit atau mukosa hewan yang terinfeksi.

Penularan antar manusia juga bisa terjadi, biasanya melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau lesi pada kulit orang yang terinfeksi, atau melalui droplet pernapasan.

Baca Juga:
Praktik Kesehatan Ilegal di Ogan Ilir Diduga Makan Korban, Pengamat Minta Kemenkes Turun Tangan

Meskipun sebagian besar kasus sembuh dalam beberapa minggu, cacar monyet dapat menjadi serius, terutama pada individu dengan sistem kekebalan yang lemah atau pada anak-anak.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Plh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Yudhi Pramono, jumlah kasus Mpox yang tercatat hingga 17 Agustus 2024 adalah 88 kasus.

Dari total tersebut, 87 kasus sudah sembuh, menunjukkan angka kesembuhan yang cukup tinggi. Kasus-kasus ini tersebar di berbagai daerah dengan rincian sebagai berikut:

• Jakarta: 59 kasus

Baca Juga:
Persempit Risiko Penularan, Nakes di Kota Malang Bakal Disuntik Vaksin Campak

• Jawa Barat: 13 kasus

• Banten: 9 kasus

• Jawa Timur: 3 kasus

• Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY): 3 kasus

• Kepulauan Riau (Kepri): 1 kasus

Tren mingguan konfirmasi kasus Mpox menunjukkan bahwa periode dengan kasus terbanyak terjadi pada Oktober 2023. Ini mencerminkan fluktuasi dalam penyebaran penyakit yang mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor epidemiologis dan sosial.

Berdasarkan laporan "Technical Report Mpox di Indonesia Tahun 2023" yang diterbitkan Kemenkes pada 2024, gejala Mpox pada kasus konfirmasi yang paling banyak dilaporkan, antara lain lesi, diikuti oleh demam, ruam, dan limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening).

Gejala lainnya yakni nyeri tubuh, lemah, dan sakit kepala.

Pencegahan terutama melibatkan penghindaran kontak dengan hewan liar yang mungkin membawa virus dan mengurangi kontak dengan orang yang terinfeksi.

Sementara itu, durasi kesembuhan pasien Mpox bervariasi mulai dari 2-4 minggu. Periode lama sakit paling singkat adalah 14 hari dari timbulnya gejala pertama.

Yudhi Pramono juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker medis jika merasa tidak sehat.

Bagi mereka yang mengalami gejala seperti ruam bernanah atau keropeng pada kulit, diharapkan segera melakukan pemeriksaan di puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat.

Kewaspadaan dan tindakan pencegahan ini penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. (*)

Baca Sebelumnya

Hasil Putusan MK, Sinyal PDIP Jember Usung Petahana Hendy-Firjaun

Baca Selanjutnya

Pelantikan Anggota DPRD Sidoarjo; Ada Geret-geretan Legislator ”Mualaf” hingga Teriakan ”Bank Jatim-Bank Jatim”

Tags:

Cacar Monyet Monkeypox MPOX virus monkeypox penyebaran cacar monyet Kemenkes RI P2P Kemenkes kasus cacar monyet

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar