WHO Anggap Covid Penyakit Menular yang Sulit Dijinakkan

Jurnalis: S. Widodo
Editor: M. Rifat

20 Apr 2023 01:11

Headline

Thumbnail WHO Anggap Covid Penyakit Menular yang Sulit Dijinakkan
Ilustrasi, Covid virus yang menular dan mendunia. Hati- hati, Covid mulai menyerang lagi. (Foto: istockphoto)

KETIK, JAKARTA Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO masih menganggap Covid-19 sebagai penyakit menular yang sulit dijinakkan. Ini karena wabah itu masih terus bergejolak dengan tingkat penyebaran yang kembali tinggi saat ini dan polanya yang masih sulit diprediksi.

Dalam 28 hari ke belakang, lebih dari 23.000 kematian dan tiga juta kasus baru telah dilaporkan ke WHO, dengan konteks pengujian yang jauh lebih sedikit. Sementara itu, jumlahnya memang tercatat masih menurun.

"Namun masih banyak orang yang meninggal dan masih banyak orang yang sakit," kata direktur program kedaruratan kesehatan WHO Michael Ryan dikutip dari The Strait Times, Rabu (19/4/2023).

Menurut Ryan, virus yang mengganggu saluran pernapasan itu belum berpindah dari fase pandemi ke fase endemi. Melainkan, penyebarannya masih masuk kategori dengan tingkat aktivitas rendah dan potensi puncak sebagai wabah musiman.

Baca Juga:
Pemkab Lebak Terapkan Sistem Kerja Fleksibel ASN, 29-31 Desember

"Kami tidak mematikan tombol pandemi," kata Ryan.

"Kemungkinan besar kita akan melihat jalan bergelombang menuju pola yang lebih dapat diprediksi," tambahnya.

Komite darurat WHO untuk Covid-19 telah mengadakan pertemuan setiap tiga bulan dan akan berkumpul pada awal Mei.

Seperti pada pertemuan sebelumnya, komite akan memutuskan apakah virus itu masih merupakan darurat kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia atau tidak. Istilah itu dikenal public health emergency of international concern (PHEIC).

Baca Juga:
Manfaat Mengonsumsi Garam untuk Kesehatan

WHO menyatakan Covid-19 sebagai PHEIC pada 30 Januari 2020, ketika terdapat kurang dari 100 kasus dan tidak ada kematian di luar China. Bos WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan situasi tersebut sebagai pandemi pada Maret 2020.

Ryan mengatakan virus itu tidak akan hilang. Seperti influenza, masih menyebabkan penyakit pernapasan yang signifikan pada orang yang rentan.

"Saya berharap ketika komite darurat bertemu pada Mei, mereka akan memiliki saran positif lebih lanjut untuk memberi Tedros seputar penilaian mereka tentang status pandemi dan PHEIC atau tidak," kata Ryan.

WHO menganggap, beberapa negara telah melihat jumlah kasus virus corona meningkat sejak pemerintah secara progresif membuang aturan Covid-19 mereka dan mengizinkan orang untuk berbaur tanpa masker.

India, di mana sub-varian Covid-19 baru yang disebut Arcturus memicu lonjakan kasus, melaporkan pada hari Rabu bahwa 10.542 kasus terdaftar dalam 24 jam, naik dari 7.633 kasus dalam periode 24 jam sebelumnya, menurut data yang dibagikan oleh Kementerian Kesehatan negara itu.

Khawatir dengan lonjakan kasus, negara bagian Benggala Barat di India Timur pada Selasa mengeluarkan pedoman baru, menyarankan warganya untuk memakai kembali masker mereka, menggunakan pembersih tangan, dan menghindari pertemuan massal.

Di Hanoi, kota yang terkena dampak terparah di Vietnam, pemerintah daerahnya telah memperbarui pedoman pengendalian Covid-19 menjelang liburan lima hari yang dimulai pada 29 April, meminta masyarakat untuk memakai masker di tempat umum.

Vietnam mencatat penyebaran cepat Covid-19 pada paruh pertama April, dari 278 kasus pada minggu pertama bulan itu menjadi 2.000 kasus pada minggu kedua.

Hanoi paling terpengaruh, dengan rata-rata 96 kasus baru setiap hari, kata pusat pengendalian penyakit kota itu. (*)

Baca Sebelumnya

Malam Penutupan Sahati Festival Jember Ramai Pengunjung

Baca Selanjutnya

Artis Korsel Moonbin ASTRO Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya

Tags:

WHO Covid menular

Berita lainnya oleh S. Widodo

Konjen RI Sambut Kloter Terakhir di Jeddah, Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan

24 Juni 2023 21:02

Konjen RI Sambut Kloter Terakhir di Jeddah, Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan

Yaqut Cholil:  Fasilitas Arafah dan Mina Siap 90 Persen

23 Juni 2023 21:45

Yaqut Cholil:  Fasilitas Arafah dan Mina Siap 90 Persen

Komisi VIII DPR RI Menilai, Layanan Petugas Haji di Bandara Baik dan Lancar

23 Juni 2023 13:42

Komisi VIII DPR RI Menilai, Layanan Petugas Haji di Bandara Baik dan Lancar

PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit  Jelang Puncak Haji

22 Juni 2023 20:20

PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit  Jelang Puncak Haji

Menag Tinjau Mina, Toilet Bertambah, Dapur Oke, Layanan Siap 99 Persen

21 Juni 2023 21:35

Menag Tinjau Mina, Toilet Bertambah, Dapur Oke, Layanan Siap 99 Persen

2000 Alumni SMAN 1 Magetan Serbu GOR Ki Mageti Magetan untuk Reuni Akbar

21 Juni 2023 15:55

2000 Alumni SMAN 1 Magetan Serbu GOR Ki Mageti Magetan untuk Reuni Akbar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar