Waspada 'Perdamaian Semu' Palestina-Israel, Rekam Jejak Israel Kerap Khianati Kesepakatan

Editor: Aziz Mahrizal

11 Okt 2025 13:47

Headline

Thumbnail Waspada 'Perdamaian Semu' Palestina-Israel, Rekam Jejak Israel Kerap Khianati Kesepakatan
Sepak terjang Israel yang sering langgar perjanjian gencatan senjata. (Foto: Rihad/ Ketik)

KETIK, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan damai antara Palestina dan Israel. Meskipun demikian, ia secara tegas mengingatkan semua pihak agar waspada terhadap potensi "perdamaian semu," mengingat rekam jejak Israel yang dinilai kerap mengkhianati perjanjian.

"Setelah upaya negosiasi terus-menerus untuk membicarakan gencatan senjata dan perdamaian, kita bersyukur akhirnya tercapai kesepakatan antara Palestina dan Israel dengan mediator," kata Sukamta mengutip laman resmi DPR RI, Sabtu, 11 Oktober 2025.

Menurut Legislator dari Fraksi PKS ini, kesepakatan tersebut merupakan perkembangan signifikan dan langkah awal penting dalam proses negosiasi.

"Ini capaian yang signifikan dalam negosiasi tidak langsung antara Palestina dengan Israel. Langkah awal menuju perdamaian sudah terlihat, meski perjalanan masih sangat panjang,” sebutnya.

Baca Juga:
Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Sukamta menjelaskan, tahap awal perdamaian ini akan memasuki tahap pembebasan sandera, penarikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ke garis-garis yang disepakati, serta pembukaan blokade bantuan kemanusiaan.

Meski demikian, pimpinan komisi DPR yang membidangi hubungan luar negeri ini mengingatkan agar euforia awal tidak membuat pihak mana pun terlena. Kewaspadaan perlu ditingkatkan, mengingat Israel dikenal sering mengkhianati kesepakatan. 

"Jangan sampai ini menjadi 'perdamaian semu'. Karena track record Israel selama ini tidak menginginkan perdamaian. Hampir selalu Israel mengkhianati kesepakatan gencatan senjata," ujarnya.

Ia mencontohkan, setiap upaya negosiasi hampir selalu digagalkan oleh Israel, bahkan yang terbaru adalah serangan Israel ke Doha, Qatar.

Baca Juga:
Ahmad Sahroni Bongkar Modus Penipuan Catut KPK, Pelaku Minta Rp300 Juta Berakhir Ditangkap

“Setiap upaya negosiasi juga hampir selalu digagalkan oleh Israel. Terakhir lalu Israel menyerang Doha Qatar, menarget negosiator Hamas yang sedang bernegosiasi untuk gencatan senjata dan mewujudkan perdamaian," tambah Sukamta.

Di sisi lain, Sukamta menilai sikap Hamas sudah cukup terbuka dan moderat, bahkan bersedia tidak dilibatkan dalam pemerintahan asalkan Palestina dapat merdeka sepenuhnya.

Namun, ia mengkritisi proposal perdamaian Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dianggap tidak mencantumkan secara tegas pengakuan atas kemerdekaan Palestina.

"Tidak fair jika Israel sudah merdeka, tapi Palestina tidak diakui kemerdekaannya secara penuh,” ungkap Doktor Teknik Kimia lulusan Manchester, Inggris itu.

“Israel punya IDF, sedangkan Hamas diminta menyerahkan senjatanya tanpa kejelasan kemerdekaan Palestina, yang tentu sebagai negara merdeka Palestina akan memiliki tentara nasional, ini jelas tidak adil," tambah Sukamta.

Sukamta mendesak agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terlibat secara aktif dan menyeluruh dalam proses transisi ini.

"PBB sebagai lembaga internasional harus dilibatkan secara maksimal, bukan hanya sebagai stempel," tegasnya.

"Semoga kesepakatan yang ada ini bisa berhasil dalam melalui setiap tahapannya menuju perdamaian yang sejati dan kemerdekaan penuh Palestina. Kita semua harus terus mengawal ketat kesepakatan ini agar on the track,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Kota Malang Siaga Banjir, BPBD Minta Warga Tepi Sungai Segera Evakuasi

Baca Selanjutnya

Asahan Siap Jadi Penopang Tenaga Kerja Industri di KEK Sei Mangkei

Tags:

Israel Hamas Palestina gaza DPR RI

Berita lainnya oleh Aziz Mahrizal

PT Winmar Studi Banding ke Thailand, Bidik Standar Global untuk Benih Jagung Hibrida

15 April 2026 13:59

PT Winmar Studi Banding ke Thailand, Bidik Standar Global untuk Benih Jagung Hibrida

Lantunan Ayat Suci Hafizah Aisyah Ar-Rumy Sejukkan Halalbihalal RT 06 De Cassablanca Malang

12 April 2026 14:28

Lantunan Ayat Suci Hafizah Aisyah Ar-Rumy Sejukkan Halalbihalal RT 06 De Cassablanca Malang

Momen Halalbihalal, RT 06 De Cassablanca Kota Malang Perkuat Kolaborasi

12 April 2026 12:05

Momen Halalbihalal, RT 06 De Cassablanca Kota Malang Perkuat Kolaborasi

Waka BGN Sony Sonjaya: Program Makan Bergizi Gratis Serap 166 Ribu Tenaga Kerja di Jawa Timur

9 April 2026 14:19

Waka BGN Sony Sonjaya: Program Makan Bergizi Gratis Serap 166 Ribu Tenaga Kerja di Jawa Timur

Sekjen GAPEMBI Hasan Basri: Menjaga Gizi Nasional adalah Investasi Masa Depan

9 April 2026 11:20

Sekjen GAPEMBI Hasan Basri: Menjaga Gizi Nasional adalah Investasi Masa Depan

Bos Dapur MBG Se-Jatim Kumpul di Malang, Ada Apa?

9 April 2026 09:01

Bos Dapur MBG Se-Jatim Kumpul di Malang, Ada Apa?

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar