Suhu Panas di Mina 41 Derajat Celcius, Kemenhaj: Jemaah Jangan Lontar Jumrah di Jam 10 ke Atas

28 Mei 2026 11:18 28 Mei 2026 11:18

Hanifuddin Musa, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Suhu Panas di Mina 41 Derajat Celcius, Kemenhaj: Jemaah Jangan Lontar Jumrah di Jam 10 ke Atas

Kementerian Haji dan Umrah menghadiri jemaah tidak melaksanakan lontar jumrah di jam 10 siang ke atas. Karena suhu udara di Mina 41 derajat celcius. (Foto: Kemenhaj)

KETIK, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj Republik Indonesia (RI) menghimbau agar jemaah haji Indonesia tidak melaksanakan lontar jumrah di jam 10 ke atas. Hal ini dikarenakan suhu udara di Mina berkisar 41 derajat celcius. 

"Kami mengimbau jemaah Indonesia untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga pukul dua siang waktu Arab Saudi (WAS)," kata Kemenhaj melalui juru bicaranya Maria Assegaff, Kamis, 28 Mei 2026.

Sebab jika itu dilakukan, dikhawatirkan akan menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan. Maka sebaiknya jemaah berada di dalam tenda yang sudah disediakan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Selain itu, Maria mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama fase Mina dengan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan secara teratur dan menggunakan payung atau pelindung kepala saat berada di luar tenda.

Kemudian, dianjurkan juga membatasi aktivitas fisik di luar keperluan ibadah. Karena ini bisa mengumpulkan tenaga sebelum para jemaah menjalankan perkara wajib haji.

"Jemaah memanfaatkan jalur dua atau jalur atas yang telah disiapkan sebagai jalur resmi pergerakan jemaah Indonesia menuju Jamarat guna mendukung kelancaran arus dan mengurangi potensi kepadatan," katanya.

“Khusus bagi jemaah lansia, jemaah disabilitas, dan jemaah risiko tinggi, kami meminta keluarga kloter, ketua rombongan, dan sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Haji Indonesia Lontar Jumrah Puncak haji Ketik Haji KetikHaji