Nilai Rencana Presiden Prabowo Jadi Mediator Antara Israel, AS, dan Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Indonesia Harus Tegas

Editor: Dendy Ganda Kusumah

1 Mar 2026 13:19

Thumbnail Nilai Rencana Presiden Prabowo Jadi Mediator Antara Israel, AS, dan Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Indonesia Harus Tegas
Dino Patti Djalal mengkritik langkah Presiden Prabowo yang hendak terbang ke Teheran untuk menjadi mediator antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. (Foto: Instagram @dinopattidjalal)

KETIK, JAKARTA – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, menanggapi wacana Presiden Prabowo Subianto siap terbang ke Teheran untuk menjadi penengah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Dino menilai, gagasan tersebut tidak realistis dan berisiko merugikan posisi diplomatik Indonesia.

“Amerika Serikat hampir tidak pernah mau dimediasi pihak ketiga ketika melakukan operasi militer. Apalagi dengan dinamika politik di Washington saat ini,” kata Dino, dalam pernyataannya yang diunggah di akun @dinopattidjalal.

Dino menilai kecil kemungkinan Donald Trump bersedia menerima peran Indonesia sebagai mediator. Ia juga menyebut situasi politik domestik di AS membuat peluang mediasi semakin tipis. 

Selain itu, ia memandang hubungan Indonesia–Iran dalam beberapa waktu terakhir tidak cukup dekat untuk membangun kepercayaan sebagai mediator. Menurut Dino, dalam 15 bulan terakhir tidak ada pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Iran, termasuk di sela forum multilateral seperti BRICS maupun D-8.

Baca Juga:
Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

“Belum ada trust yang kuat. Itu membuat posisi Indonesia sebagai mediator makin tidak kredibel di mata Teheran,” ujar diplomat berusia 60 tahun tersebut.

Dino juga menilai skema mediasi menjadi makin tidak realistis karena kecil kemungkinan Presiden AS atau Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, bersedia datang ke Teheran. 

Di sisi lain, upaya mediasi menuntut pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menurut Dino secara politik, diplomatik, dan logistik hampir mustahil dilakukan oleh Presiden Indonesia.

“Bahkan secara politik dalam negeri, itu bisa menjadi bunuh diri politik,” kata Dino.

Baca Juga:
Menlu Sugiono Gantikan Presiden Prabowo Jadi Ketum IPSI Periode 2026-2030

Tak hanya mengkritik wacana mediasi, Dino mendorong pemerintah Indonesia untuk bersikap lebih tegas dan lugas terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Ia menilai langkah militer tersebut bertentangan dengan prinsip perdamaian dan norma hukum internasional yang selama ini disuarakan Indonesia, termasuk dalam pidato Presiden Prabowo di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Indonesia tidak perlu memaksakan diri mencari peran juru damai yang tidak realistis. Yang lebih penting adalah menegaskan mana yang benar dan mana yang salah, apa pun risikonya,” ujarnya.

Menurut Dino, sikap tegas tidak berarti bermusuhan. Indonesia, kata dia, punya sejarah panjang berbeda pandangan dengan Amerika Serikat, termasuk dalam isu serangan ke Irak, hukum laut internasional, hingga dukungan terhadap keanggotaan Republik Rakyat Tiongkok di PBB. Perbedaan sikap tersebut justru menegaskan politik luar negeri bebas aktif Indonesia. (*)

Baca Sebelumnya

BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI Sosialisasi Transformasi Mutu Layanan kepada Masyarakat Kalidawir Tulungagung

Baca Selanjutnya

Sejarah! Veda Ega Pembalap Indonesia Pertama di Moto3 Debut Langsung Cetak 11 Poin

Tags:

Dino Patti Djalal Amerika Serikat Presiden Prabowo Israel Iran

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

13 April 2026 13:26

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

Mindful Living Tanpa Plastik

11 April 2026 20:13

Mindful Living Tanpa Plastik

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

9 April 2026 13:12

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

8 April 2026 15:14

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

8 April 2026 12:16

AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

Dalberto Luan Belo Kembali, Arema FC Dapat Tambahan Amunisi Kala Menantang Persita Tangerang

8 April 2026 12:08

Dalberto Luan Belo Kembali, Arema FC Dapat Tambahan Amunisi Kala Menantang Persita Tangerang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar