Mojtaba Khamenei Disebut Gantikan Sang Ayah Sebagai Pimpinan Tertinggi Iran, Ini Sosoknya

Jurnalis: M. Rifat
Editor: Rahmat Rifadin

4 Mar 2026 15:54

Headline

Thumbnail Mojtaba Khamenei Disebut Gantikan Sang Ayah Sebagai Pimpinan Tertinggi Iran, Ini Sosoknya
Mojtaba Khamenei (tengah). (Foto: Iran International)

KETIK, JAKARTA – Di tengah guncangan akibat wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei oleh serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu 28 Februari, Iran dilaporkan telah menentukan penerus takhta kekuasaan.

Informasi eksklusif Iran International, Majelis Ahli Iran di bawah tekanan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah memilih putra mendiang, Mojtaba Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi berikutnya pada Selasa (3/3/2026).

"Keputusan ini bukan sekadar suksesi biasa, melainkan "keputusan masa perang" yang dirancang untuk mengisi kekosongan kepemimpinan dengan mengutamakan kecepatan dan kendali stabilitas nasional," tulis Iran International dalam laporan mereka.

Alasan di Balik Dukungan IRGC

Baca Juga:
Perang Iran jadi Ajang Perebutan Migas, Indonesia Perlu Percepat Transisi Energi Alternatif

Dalam laporannya, Iran International menyebut Garda Revolusi (IRGC) dilaporkan memiliki dua kepentingan utama dalam mendukung Mojtaba, yaitu Kendali dan Legitimasi.

Kendali: IRGC membutuhkan kepastian bahwa rantai komando tetap utuh guna mencegah perpecahan di tingkat elit serta mengoordinasikan pasukan keamanan untuk menghindari perebutan kekuasaan internal.

Legitimasi Internal: Meski bukan di mata publik luas, Mojtaba memiliki legitimasi kuat di basis inti rezim, termasuk politisi garis keras dan lembaga keamanan. Sebagai putra Khamenei, ia dianggap mampu menjamin kesinambungan sistem tanpa menciptakan guncangan ideologis.

Mojtaba juga dikenal memiliki hubungan mendalam dengan jaringan komando IRGC selama puluhan tahun dan telah mengelola Beit (Kantor Pemimpin Tertinggi) selama dua dekade terakhir. Kantor ini merupakan jantung kekuasaan Iran yang memegang kendali atas aspek keamanan, politik, dan keuangan negara.

Baca Juga:
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

Dilema Persimpangan Jalan: Perang atau Konsesi?

Republik Islam Iran kini dihadapkan pada dua pilihan strategis yang sangat berat, yakni bertahan atau melawan.

Terus melakukan perlawanan asimetris menggunakan rudal, drone, dan proksi sambil menegaskan tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman.

Atau mengambil langkah Mundur dan Konsesi, menerima kesepakatan besar untuk menghentikan perang dengan mereduksi postur militer regional demi kelangsungan rezim.

Sebagai penerus, Mojtaba dianggap berada di posisi unik untuk mengeksekusi salah satu dari pilihan tersebut.

Jika sistem memilih jalur damai, ia memiliki pengaruh untuk meredam kemarahan kelompok garis keras. Jika memilih perang, ia adalah figur yang mampu menjaga persatuan IRGC di bawah serangan yang berkelanjutan.

Beban Balas Dendam

"Tantangan terbesar bagi Mojtaba adalah narasi "balas dendam" (Qisas). Jika sebelumnya Donald Trump dianggap bertanggung jawab atas kematian Qasem Soleimani, kini Trump juga memikul beban atas kematian Ayatollah Ali Khamenei. Hal ini membuat kompromi politik menjadi jauh lebih sulit untuk diterima secara domestik," ucap sumber yang sama.

Sosok Mojtaba Khamenei

Meskipun tidak pernah menduduki posisi formal dalam rezim Iran, Mojtaba Khamenei diketahui memiliki pengaruh besar di balik layar dan hubungan yang sangat erat dengan pasukan militer Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Hal yang mencolok dari keputusan ini adalah meskipun Majelis Ahli Iran yang secara resmi memilih Mojtaba, pilihan sebenarnya ditentukan oleh para petinggi militer IRGC.

Kabar terpilihnya Mojtaba sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam pertama kali dilaporkan Iran International. Keputusan tersebut sejauh ini belum diumumkan secara resmi dan diperkirakan baru akan dipublikasikan setelah upacara pemakaman Ayatollah Khamenei selesai dilaksanakan.

Mojtaba selama ini dikenal memiliki hubungan yang sudah lama terjalin dengan IRGC selama beberapa dekade, dan hubungan yang mendalam di seluruh jaringan komandonya.

Selama bertahun-tahun, ia telah menjadi saluran utama antara ayahnya dan kepemimpinan Garda Revolusi. Itu memberinya posisi yang langka. Ia dekat dengan inti keamanan, tetapi juga terhubung dengan kepemimpinan sipil dan ulama yang bergantung padanya.

Ia juga secara efektif menjalankan kantor Pemimpin Tertinggi, Beit, setidaknya selama dua dekade terakhir, dan secara luas dianggap sebagai orang kepercayaan terdekat Ali Khamenei. Beit bukan hanya negara di dalam negara. Ia adalah inti dari negara Iran itu sendiri.

"Dalam praktiknya, pemerintah dan presiden terpilih Iran seringkali hanya sebuah kedok, dengan sedikit kekuasaan nyata. Otoritas nyata telah lama berada di Beit, yang mengendalikan berbagai aspek keamanan, politik, dan keuangan. Itulah mengapa para elite Iran tidak menginginkan orang luar datang dan mengambil alih kendali," tulis Negar Mojtahedi dalam laporannya di Iran International. (*)

Baca Sebelumnya

Lumbung Pangan Nasional! Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Produsen Padi Terbesar

Baca Selanjutnya

Buruan Daftar! Pemkot Kediri Sediakan 200 Kursi Program Balik Gratis Tujuan Surabaya dan Jakarta

Tags:

Mojtaba Khamenei Ayatollah Ali Khamenei Perang Iran Perang Amerika

Berita lainnya oleh M. Rifat

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

14 April 2026 17:51

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

14 April 2026 17:37

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

14 April 2026 16:22

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

13 April 2026 08:05

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

13 April 2026 06:00

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

Astra Honda Kumpulkan Dua Podium di ARRC 2026 Seri Perdana Sepang

13 April 2026 02:02

Astra Honda Kumpulkan Dua Podium di ARRC 2026 Seri Perdana Sepang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar