Iran Buka Terbatas Selat Hormuz, Terapkan Aturan Ketat bagi Kapal yang Melintas

Editor: Muhammad Faizin

8 Apr 2026 13:00

Thumbnail Iran Buka Terbatas Selat Hormuz, Terapkan Aturan Ketat bagi Kapal yang Melintas
Selat Hormuz. (Foto: Google Maps)

KETIK, JAKARTA – Pemerintah Iran mulai membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz secara terbatas setelah sebelumnya sempat ditutup akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Pembukaan ini dilakukan di tengah tekanan internasional yang menuntut kelancaran distribusi energi global. Namun, Iran menegaskan bahwa akses ke jalur tersebut belum sepenuhnya normal dan tetap berada di bawah pengawasan ketat.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dalam keterangan resmi yang juga diunggah ulang oleh Presiden AS Donald Trump.

“Selama dua minggu, jalur aman di Selat Hormuz hanya dapat dilakukan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” ujar Araqchi dalam pernyataannya seperti dilansir dari Tasnim News melalui Suara.com, jejaring media Ketik.com, Rabu, 8 April 2026.

Baca Juga:
Mengapa Harga Plastik Naik Drastis Saat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Ekonom

Sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, Selat Hormuz memegang peranan vital dalam rantai pasok energi global. Sekitar 20 persen distribusi minyak dunia melewati selat ini, sehingga setiap gangguan akan berdampak langsung pada harga dan stabilitas energi internasional.

Dalam kebijakan terbaru, Iran menetapkan dua aturan utama yang wajib dipatuhi kapal-kapal yang ingin melintas. Pertama, setiap kapal harus memperoleh izin resmi dari otoritas Iran sebelum memasuki perairan Selat Hormuz.

Tanpa izin tersebut, kapal tidak diperkenankan melanjutkan pelayaran. Kebijakan ini menunjukkan bahwa Iran menerapkan kontrol administratif secara penuh terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut.

Aturan kedua mengharuskan kapal yang telah mendapatkan izin untuk mematuhi seluruh protokol keamanan yang ditetapkan Iran. Prosedur ini mencakup jalur pelayaran tertentu, sistem pengawasan, hingga kemungkinan pengawalan oleh otoritas setempat.

Baca Juga:
Harga Plastik Naik hingga 100 Persen, Pemerintah Diminta Lindungi UMKM

Langkah tersebut menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz bukan berarti normalisasi penuh. Iran tetap mempertahankan kendali sebagai bentuk pengamanan sekaligus strategi geopolitik di tengah situasi yang belum stabil.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa akses pelayaran juga bersifat selektif. Iran disebut hanya memberikan izin kepada negara-negara tertentu yang memiliki hubungan diplomatik baik.

Di sisi lain, jumlah kapal yang melintas masih terbatas dan belum kembali ke tingkat normal seperti sebelum konflik terjadi. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan global masih mengalami tekanan.

Situasi tersebut turut berdampak pada Indonesia. Kapal-kapal Indonesia, termasuk tanker, dilaporkan masih menghadapi kendala untuk melintasi jalur tersebut akibat pembatasan yang diberlakukan.

Pemerintah Indonesia telah melakukan komunikasi diplomatik dengan Iran guna memastikan akses pelayaran tetap terbuka. Meski demikian, hingga saat ini proses tersebut masih berlangsung dan belum sepenuhnya menghasilkan kepastian.

Pembukaan terbatas Selat Hormuz mencerminkan bahwa jalur ini tidak hanya berfungsi sebagai lintasan ekonomi, tetapi juga instrumen strategis dalam dinamika politik global. Selama ketegangan kawasan belum mereda, stabilitas distribusi energi dunia diperkirakan masih akan menghadapi tantangan. (*)

Baca Sebelumnya

Mahfud MD: Kritik Saiful Mujani Harus Jadi Evaluasi, Polemik Bagian dari Demokrasi

Baca Selanjutnya

Dominasi Pemuda di Malang, Ginanjar: Kreativitas Bisa Jadi Sumber PAD

Tags:

Selat Hormuz Iran Konflik Timur Tengah jalur minyak dunia keamanan maritim kapal Indonesia geopolitik energi

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Mantan Pemain Timnas Viral Aksi Tendang Kungfu, Karir Sepak Bola Terancam Sanksi Komdis PSSI

20 April 2026 08:35

Mantan Pemain Timnas Viral Aksi Tendang Kungfu, Karir Sepak Bola Terancam Sanksi Komdis PSSI

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

19 April 2026 09:40

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

19 April 2026 09:20

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

19 April 2026 09:00

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

19 April 2026 08:40

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

19 April 2026 08:00

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend