Heboh Bakteri Pemakan Daging Mewabah Jepang, Korban Jiwa 290 Lebih

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: M. Rifat

26 Jun 2024 04:26

Thumbnail Heboh Bakteri Pemakan Daging Mewabah Jepang, Korban Jiwa 290 Lebih
Ilustrasi suasana di Negara Jepang. (Foto: Yamila Cantero)

KETIK, JAKARTA – Kasus penyakit akibat bakteri langka perusak jaringan, Streptococcal Toxic Shock Syndrome (STSS) mendadak meningkat drastis di Jepang.

Dilansir dari CNN, Kementerian Kesehatan Jepang melaporkan bahwa jumlah kasus bakteri pemakan daging di Jepang hingga 2 Juni 2024 telah mencapai 977 orang dengan angka kematian hingga 30 persen atau 293 orang.

Menurut laporan Institut Nasional Penyakit Menular, jumlah kasus pada 2024 ini lebih tinggi dari rekor sepanjang 2023 lalu, yakni 941 orang dan 97 kasus kematian.

Pada Januari hingga Maret lalu, sebanyak 77 orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit ini.

Baca Juga:
FIA UB Perluas Program Double Degree, Mahasiswa Berpeluang Jalani Studi di Jepang hingga Australia

Penjelasan

Bakteri pemakan daging yang dimaksud adalah bakteri yang menyebabkan infeksi nekrotizing fasciitis. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus  grup A, namun bisa juga oleh bakteri lain seperti Aeromonas hydrophila, Clostridium, dan Vibrio vulnificus.

Di Jepang, seperti di banyak tempat lain, infeksi ini bisa terjadi terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau yang memiliki luka terbuka.

Gejala awalnya bisa berupa kemerahan, pembengkakan, dan nyeri hebat di area yang terinfeksi, yang kemudian bisa berkembang menjadi kerusakan jaringan yang parah dan cepat menyebar

Gejala Infeksi

Gejala infeksi nekrotizing fasciitis biasanya berkembang dengan cepat dan bisa sangat serius. Berikut adalah beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai:

Baca Juga:
Ngabuburit Seru Tanpa Takut Batal: 7 Rekomendasi Anime Penuh Makna untuk Menemani Bulan Ramadan

1. Nyeri yang Parah: Nyeri hebat dan tak tertahankan di area yang terinfeksi, sering kali tidak sebanding dengan tampilan luar luka atau cedera.

2. Kemerahan dan Pembengkakan: Area yang terinfeksi akan terlihat merah dan bengkak. Kemerahan ini dapat menyebar dengan cepat.

3. Kulit Hangat: Kulit di sekitar area yang terinfeksi mungkin terasa hangat saat disentuh.

4. Demam dan Kedinginan: Penderita mungkin mengalami demam tinggi dan menggigil.

5. Luka Lepuh dan Kecoklatan: Munculnya lepuh berisi cairan atau perubahan warna kulit menjadi keunguan atau kecoklatan.

6. Mual dan Muntah: Beberapa orang mungkin mengalami mual, muntah, atau diare.

7. Kelelahan Ekstrem: Kelelahan yang sangat parah dan kelemahan umum.

8. Penurunan Tekanan Darah: Dalam kasus yang parah, tekanan darah bisa turun drastis, yang bisa berakibat fatal jika tidak segera diobati.

Jika seseorang mengalami gejala-gejala ini, terutama jika mereka berkembang dengan cepat, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk meningkatkan peluang pemulihan. (*)

Baca Sebelumnya

Universitas Petra Duduki Peringkat 1 PTS Terbaik Se-Jatim

Baca Selanjutnya

Tiga PPPK Pacitan Tersandung Kasus Hukum, BKPSDM: Kontrak Auto Diputus

Tags:

Bakteri pemakan daging STSS wabah di jepang Jepang gejala bakteri pemakan daging wabah

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar