Denmark dan Greenland Kian Kompak, Tolak Upaya Aneksasi Amerika Serikat

Editor: Muhammad Faizin

16 Jan 2026 06:20

Headline

Thumbnail Denmark dan Greenland Kian Kompak, Tolak Upaya Aneksasi Amerika Serikat
Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Løkke Rasmussen (kanan) dan Menteri Luar Negeri Greenland, Vivian Motzfeldt usai menggelar pertemuan tingkat tinggi di Copenhagen pada Kamis, 15 Januari 2026. (@LarsLokke)

KETIK, JAKARTA – Pemerintah Denmark dan Greenland menunjukkan sikap yang selaras dalam merespons meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat di Arktik. Mereka punya sikap yang sama yang bertentangan dengan ambisi Trump atas pulau terbesar di dunia dengan penduduk sekitar 50 ribu orang tersebut. 

Kedua pihak secara terbuka menyampaikan bahwa pulau strategis di kawasan Arktik tersebut bukan untuk dijual dan tidak dapat dikuasai oleh negara mana pun.

Kesatuan sikap itu ditunjukkan sebelum digelarnya pertemuan tingkat tinggi dengan pejabat Amerika Serikat di Washington. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen secara konsisten menyampaikan pesan yang sama kepada publik internasional: kedaulatan Greenland tidak dapat ditawar.

“Greenland tidak untuk dijual,” kata Frederiksen dalam pernyataan publiknya, Kamis, 15 Januari 2026 waktu Copenhagen. 

Baca Juga:
Greenland Sempat Memanas Karena Ambisi AS, Menlu Sugiono: Indonesia Pilih Netral dan Damai

“Greenland adalah milik rakyat Greenland," tambahnya. 

Nielsen menegaskan hal senada, menolak segala gagasan bahwa masa depan wilayahnya dapat ditentukan dari luar.

“Kami tidak ingin menjadi milik Amerika Serikat. Kami juga tidak ingin menjadi milik negara mana pun,” ujar Nielsen.

“Masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyat Greenland sendiri.”

Baca Juga:
Denmark Kirim Tentara ke Nuuk, Krisis Greenland Kian Memanas

Pernyataan bersama ini muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap Greenland, wilayah berpenduduk sekitar 56 ribu jiwa yang memiliki posisi strategis di Arktik dan kaya sumber daya mineral. Meski memiliki status otonomi luas, Greenland masih berada dalam Kerajaan Denmark, yang memegang kendali atas kebijakan luar negeri dan pertahanan.

Sejak awal, Copenhagen dan Nuuk berupaya menampilkan front yang bersatu. Denmark menegaskan bahwa Greenland adalah bagian dari kerajaannya, sementara pemerintah Greenland menekankan hak menentukan nasib sendiri sebagai prinsip utama, bukan sebagai pintu masuk bagi pengambilalihan oleh kekuatan asing.

Sikap tegas ini disampaikan sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengemukakan pandangannya bahwa Amerika Serikat memiliki kepentingan strategis terhadap Greenland. Pernyataan Trump tersebut segera memicu kekhawatiran di Eropa, tetapi Denmark dan Greenland memilih untuk meresponsnya dengan narasi kedaulatan dan persatuan, bukan konfrontasi terbuka.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen menyebut bahwa posisi negaranya jelas dan tidak berubah.

“Greenland adalah bagian dari Kerajaan Denmark,” kata Rasmussen.

“Ini bukan sesuatu yang bisa dinegosiasikan atau dipindahkan kepemilikannya.”

Di saat yang sama, pemerintah Denmark mulai meningkatkan koordinasi dengan negara-negara Uni Eropa dan NATO sebagai langkah pencegahan diplomatik dan keamanan. Sejumlah media Eropa melaporkan adanya konsultasi intensif antarsekutu untuk memastikan bahwa isu Greenland tidak berkembang menjadi krisis yang mengganggu stabilitas kawasan Arktik.

Seorang pejabat Eropa menggambarkan situasi ini sebagai ujian bagi persatuan Barat.

“Kami tidak pernah membayangkan harus mempertahankan kedaulatan wilayah sekutu dari tekanan sekutu lainnya,” kata pejabat tersebut.

Bagi Greenland, posisi ini menjadi penegasan identitas politiknya di tengah meningkatnya persaingan geopolitik global. Meski terbuka terhadap kerja sama internasional, pemerintah Greenland menekankan adanya batas yang jelas antara kemitraan dan pengambilalihan.

“Kami terbuka untuk kerja sama dengan Amerika Serikat,” ujar Nielsen.

“Tetapi kerja sama tidak sama dengan pengambilalihan.”

Respons awal Denmark dan Greenland ini menjadi fondasi penting sebelum krisis diplomatik berlanjut ke tahap berikutnya, yakni pertemuan langsung dengan pejabat Amerika Serikat di Washington pada pertengahan Januari 2026. Sikap satu visi yang ditunjukkan sejak awal menandai bahwa isu Greenland bukan sekadar soal strategi global, tetapi juga tentang kedaulatan dan hak menentukan masa depan sendiri.

Baca Sebelumnya

Pemkab Bojonegoro Gelar Dialog Interaktif Sapa Bupati ke-5 di Pendopo Malowopati

Baca Selanjutnya

Ambisi Trump atas Greenland Berpotensi Guncang Stabilitas Dunia

Tags:

AS ingin kuasai Greenland Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

19 April 2026 09:40

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

19 April 2026 09:20

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

19 April 2026 09:00

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

19 April 2026 08:40

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

19 April 2026 08:00

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

Mengapa Harga Plastik Naik Drastis Saat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Ekonom

19 April 2026 07:40

Mengapa Harga Plastik Naik Drastis Saat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Ekonom

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda