Bahaya Virus Nipah yang Mematikan: Kenali Penyebab dan Gejalanya!

Jurnalis: Zanavia Javasta
Editor: Dendy Ganda Kusumah

31 Jan 2026 10:31

Thumbnail Bahaya Virus Nipah yang Mematikan: Kenali Penyebab dan Gejalanya!
Ilustrasi bahaya Virus Nipah. (ilustrasi: BRIN)

KETIK, JAKARTA – Virus Nipah menjadi perbincangan belakangan ini. Bahkan, virus ini disebut berpotensi menjadi sebuah pandemi, seperti Covid-19 beberapa waktu lalu. 

Beberapa waktu lalu, virus ini merebak di daerah timur Bengal Barat, negara bagian India. Sekitar 200 orang dikarantina setelah mereka menjalin kontak dengan pasien yang terinfeksi.

Dilansir dari laman Independent, virus ini pertama kali diidentifikasi di peternakan babi di daerah Sungai Nipah, Malaysia, pada 1998-1999 lalu. Kemudian, virus menyebar sampai Singapura dan mengakibatkan lebih dari 276 kasus terkonfirmasi dengan 106 kematian. 

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah negara lain, seperti India, Bangladesh, dan Filipina. Bangladesh tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus dan kematian tertinggi akibat virus ini.

Baca Juga:
Waspada Virus Nipah: Fatalitas Tinggi, Pakar UGM Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini dan Kesiapan Sistem Kesehatan

Virus Nipah (NiV): Apa Gejalanya?

Virus Nipah (NiV), atau dikenal juga sebagai Henipavirus nipahense, termasuk dalam genus Henipavirus. Virus ini tergolong sebagai penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Hewan yang diketahui menjadi inang alami Virus Nipah adalah kelelawar buah.

Infeksi Virus Nipah sering kali diawali dengan gejala yang bersifat nonspesifik sehingga sulit dideteksi pada tahap awal. 

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, masa inkubasi virus ini berkisar antara 4 hingga 21 hari, meskipun dalam beberapa kasus terdapat penundaan antara paparan dan munculnya gejala.

Baca Juga:
Belum Ada Obatnya, Ini Cara Cegah Penularan Virus Nipah

Gejala awal yang umumnya dialami penderita menyerupai flu, seperti demam mendadak, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, dan muntah. Pada tahap lanjutan, gejala dapat berkembang menjadi batuk, sesak napas, pneumonia, pusing, kejang, hingga penurunan kesadaran yang dapat berujung pada koma dalam waktu 24–48 jam. 

Tingkat keparahan dan waktu munculnya gejala dapat sangat bervariasi pada setiap penderita.

Komplikasi paling berbahaya dari infeksi virus Nipah adalah peradangan otak atau ensefalitis. Beberapa pasien dengan gejala berat juga dapat mengalami meningitis, yakni peradangan selaput otak dan sumsum tulang belakang akibat infeksi.

Penularan Virus Nipah

Virus Nipah dapat menyebar melalui beberapa jalur penularan, antara lain:

  • Kontak Langsung dengan Hewan

Penularan dapat terjadi ketika manusia melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar buah dan babi. Kontak ini bisa melalui sentuhan cairan tubuh hewan atau produk hewan yang terkontaminasi.

  • Penularan Antarmanusia

Virus Nipah dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan penderita, terutama melalui air liur atau sekresi pernapasan.

  • Makanan Terkontaminasi

Konsumsi makanan yang telah terpapar virus Nipah juga dapat menyebabkan infeksi.

  • Kontak dengan Benda Terkontaminasi

Virus Nipah diketahui dapat bertahan pada benda-benda yang terkontaminasi cairan tubuh manusia atau hewan yang terinfeksi.

Bahaya Virus Nipah

Virus Nipah dapat menyebabkan spektrum penyakit yang luas, mulai dari infeksi tanpa gejala hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis yang berujung fatal. 

Virus ini memiliki tingkat kematian yang tinggi dan menjadi ancaman serius bagi dunia kesehatan. Tingkat fatalitas kasus dilaporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen, tergantung pada wabah dan jenis virus yang terlibat.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris menyebut bahwa para penyintas infeksi virus Nipah berisiko mengalami gangguan neurologis jangka panjang, seperti kejang berkepanjangan. Dalam kasus yang jarang terjadi, ensefalitis juga dilaporkan dapat kambuh berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah infeksi awal, baik akibat kekambuhan penyakit maupun reaktivasi virus. (*)
 

Baca Sebelumnya

Semangat Empati dan Solidaritas, Lapas Batam Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Bina Insan Madani

Baca Selanjutnya

Pemkot Batam Borong 2 Penghargaan, Prestasi Capaian Investasi 2025 Lampaui Target

Tags:

Virus Nipah

Berita lainnya oleh Zanavia Javasta

Seratusan Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Kayutangan Malang, Protes Kekerasan Aparat di Tual

23 Februari 2026 20:29

Seratusan Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Kayutangan Malang, Protes Kekerasan Aparat di Tual

Daftar Lengkap Peserta Lolos Seleksi Jalur Prestasi MTsN 1 Kota Malang, Cek Namamu!

21 Februari 2026 19:41

Daftar Lengkap Peserta Lolos Seleksi Jalur Prestasi MTsN 1 Kota Malang, Cek Namamu!

Jangan Khawatir! MTsN 1 Kota Malang Buka Gelombang 2 PMBM, Catat Jadwalnya

21 Februari 2026 18:41

Jangan Khawatir! MTsN 1 Kota Malang Buka Gelombang 2 PMBM, Catat Jadwalnya

Siswi SDN Sawojajar 5 Kota Malang Sabet Medali Emas di Ajang Internasional AISEEF 2026

20 Februari 2026 20:32

Siswi SDN Sawojajar 5 Kota Malang Sabet Medali Emas di Ajang Internasional AISEEF 2026

Jadi Ketum IKA ITN, Ini Kabinet Inti Wahyu Hidayat Wujudkan Visi Kolaborasi

19 Februari 2026 17:45

Jadi Ketum IKA ITN, Ini Kabinet Inti Wahyu Hidayat Wujudkan Visi Kolaborasi

Masjid FK UB Gelar Cek Kesehatan Gratis, Ajak Masyarakat Sehat Bugar Jalani Puasa

19 Februari 2026 15:34

Masjid FK UB Gelar Cek Kesehatan Gratis, Ajak Masyarakat Sehat Bugar Jalani Puasa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H