Alquran Dibakar Lagi di Denmark, Negara-Negara Islam Murka

Jurnalis: S. Widodo
Editor: Marno

27 Mar 2023 07:11

Thumbnail Alquran Dibakar Lagi di Denmark, Negara-Negara Islam Murka
Ilustrasi, Alquran kitab suci umat Islam. (Foto: istockphoto)

KETIK, JAKARTA – Negara-negara mayoritas muslim murka setelah aksi pembakaran Alquran kembali terjadi di Denmark pada pekan lalu.

Negara-negara tersebut melontarkan kecaman keras setelah kelompok sayap kanan Denmark, Patrioterne Gar Live, menyiarkan aksi para suporter mereka di depan Kedutaan Besar Turki di Kopenhagen pada Jumat lalu.

Dalam siaran di Facebook itu, para pendukung terlihat mengacungkan tulisan bernada Islamofobia sembari membakar Al Quran dan bendera Turki.

Tak lama setelah aksi itu viral, Kementerian Luar Negeri Turki merilis pernyataan kecaman. Mereka menegaskan Turki tak akan pernah menerima "tindakan hina ini dibiarkan atas nama kebebasan berekspresi."

Baca Juga:
Denmark Kirim Tentara ke Nuuk, Krisis Greenland Kian Memanas

"Tindakan ini, yang dilakukan saat Ramadan, sekali lagi menunjukkan bahwa Islamofobia, diskriminasi, dan xenophobia telah mencapai tingkat mengkhawatirkan di Eropa dan tak pernah ada pelajaran yang diambil dari sebelumnya," demikian pernyataan Kemlu Turki yang dikutip Daily Sabah.

Kemlu Turki pun mendesak pihak berwenang Denmark untuk mengambil langkah cepat terhadap para pelaku pembakaran Al Quran.

Mereka juga mendesak Denmark mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah aksi provokasi serupa terjadi di masa mendatang.

Ini merupakan kali kedua pembakaran Al Quran terjadi di depan Kedubes Turki di Denmark. Pada Januari lalu, politikus ekstremis sayap kanan, Rasmus Paludan, membakar Alquran di Kopenhagen, juga Swedia.

Baca Juga:
Pertemuan Krisis di Washington Berakhir Buntu, Ketegangan AS–Denmark soal Greenland Meningkat

Paludan melancarkan aksi itu sebagai bentuk protes dan desakan agar Turki segera merestui Swedia masuk NATO. Untuk masuk NATO, Swedia memang harus mengantongi dukungan seluruh anggota, tapi Turki belum memberikan restu.

Denmark dan Swedia memang membiarkan aksi pembakaran ini karena mereka menjunjung asas kebebasan berekspresi.

Namun, setelah aksi Paludan memicu kontroversi, mereka lantas melarang pembakaran Alquran dalam demonstrasi. Ketika aksi pembakaran Alquran kembali terjadi pekan lalu, sejumlah negara muslim pun langsung bereaksi.

Sebagaimana dilansir Arab News, pemerintah Arab Saudi mengecam aksi pembakaran Alquran dan bendera Turki di Denmark tersebut.

Tak hanya Saudi, sederet negara lain, seperti Yordania, Kuwait, dan Qatar juga melontarkan kecaman serupa. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Sinan Majali, menyebut aksi pembakaran itu memicu kebencian.

"Pembakaran Alquran merupakan tindakan kebencian yang serius dan merupakan manifestasi Islamofobia yang memicu kekerasan dan pelecehan terhadap agama dan tak bisa dianggap sebagai bentuk kebebasan berekspresi," ucap Majali.

Qatar juga mengecam keras aksi pembakaran Alquran itu. Mereka memperingatkan pembakaran itu merupakan pertanda "peningkatan berbahaya" terkait insiden terhadap muslim.

Melalui pernyataan resminya, Kemlu Qatar mendesak komunitas internasional untuk "menolak kebencian, diskriminasi, dan kekerasan, serta menggarisbawahi betapa penting menegakkan prinsip dialog dan pemahaman bersama." (*)

Baca Sebelumnya

Jusuf Kalla Usulkan Nama Cawapres Anies Baswedan 

Baca Selanjutnya

DPR RI Acungkan Jempol untuk Program PNM Mekaar 

Tags:

Bakar Alquran Denmark

Berita lainnya oleh S. Widodo

Konjen RI Sambut Kloter Terakhir di Jeddah, Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan

24 Juni 2023 21:02

Konjen RI Sambut Kloter Terakhir di Jeddah, Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan

Yaqut Cholil:  Fasilitas Arafah dan Mina Siap 90 Persen

23 Juni 2023 21:45

Yaqut Cholil:  Fasilitas Arafah dan Mina Siap 90 Persen

Komisi VIII DPR RI Menilai, Layanan Petugas Haji di Bandara Baik dan Lancar

23 Juni 2023 13:42

Komisi VIII DPR RI Menilai, Layanan Petugas Haji di Bandara Baik dan Lancar

PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit  Jelang Puncak Haji

22 Juni 2023 20:20

PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit  Jelang Puncak Haji

Menag Tinjau Mina, Toilet Bertambah, Dapur Oke, Layanan Siap 99 Persen

21 Juni 2023 21:35

Menag Tinjau Mina, Toilet Bertambah, Dapur Oke, Layanan Siap 99 Persen

2000 Alumni SMAN 1 Magetan Serbu GOR Ki Mageti Magetan untuk Reuni Akbar

21 Juni 2023 15:55

2000 Alumni SMAN 1 Magetan Serbu GOR Ki Mageti Magetan untuk Reuni Akbar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar