Densus 88 Ungkap Ciri Anak Terpapar Paham Radikal dari Medsos, Berikut Tanda-Tandanya!

Jurnalis: M. Rifat
Editor: Rahmat Rifadin

8 Jan 2026 03:05

Thumbnail Densus 88 Ungkap Ciri Anak Terpapar Paham Radikal dari Medsos, Berikut Tanda-Tandanya!
Konferensi pers Densus 88 di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/1/2026). (Foto: Humas Mabes Polri)

KETIK, JAKARTA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror (AT) Polri menemukan 70 Anak Terpapar paham radikal melalui Konten Kekerasan. Mereka disebut mengalaminya setelah tergabung di grup media sosial true crime community (TCC).

Densus 88 Antiteror Polri juga memaparkan data ciri-ciri anak terpapar paham atau ekstremisme tingkat tinggi. Berikut ciri-cirinya:

1. Miliki Simbol Kekerasan

Ciri pertama adalah ditemukan simbol maupun nama pelaku kekerasan pada barang pribadi milik anak. "Ini bisa jadi menjadi tokoh idola atau sosok yang ingin diikuti perilakunya," jelas Juru Bicara Densus 88 AT Polri Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana dalam konferensi pers, 7 Januari 2026.

Baca Juga:
Wali Kota Tegal Tekankan Perlindungan Perempuan-Anak dari Kekerasan, Termasuk di Ruang Digital

2. Menarik Diri dari Pergaulan

Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan. Ini karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga mereka yang terpapar lebih suka menyendiri berlama-lama dan mengakses komunitas tersebut.

3. Menirukan Tokoh Ektremisme

Kemudian, anak suka menirukan tokoh atau idola di dalam komunitas true crime. "Ini sudah terbukti. Pernah terjadi insiden di SMAN 72 dan ABH (anak berhadapan hukum) yang melakukan tindakan tersebut, dari replika senjatanya, dari unggahannya, dari gaya berpakaiannya, bahkan aksi-aksinya, ini adalah cosplay pelaku-pelaku sebelumnya dari negara asalnya," katanya.

Baca Juga:
Cegah Radikalisme Dini, Pemkab Sleman Gandeng Densus 88 Sasar Lingkungan Sekolah

4. Menyukai Konten Kekerasan dan Sadistik

Ciri-ciri berikutnya adalah anak suka terhadap konten kekerasan. "Konten-konten yang diakses tidak normal. Jadi, kalau orang normal melihat itu pasti tidak tega melihat kejadian-kejadian kekerasan yang sering diunggah di komunitas tersebut," ucapnya.

5. Marah Ketika Gawainya Dilihat

Ciri berikutnya adalah anak marah berlebihan jika gawainya dilihat orang lain. Ia mengatakan anak menganggap konten yang diakses merupakan privasi sehingga marah jika gawainya dilihat orang lain.

6. Gemar Membawa Replika Senjata Api

Ciri terakhir adalah anak membawa senjata api replika dan pisau. "Kerap kadang dia bawa ke sekolah untuk dibuat inspirasi melakukan kekerasan," ucapnya.

Adapun, Densus 88 AT Polri mengungkapkan terdapat 70 anak yang tergabung dalam grup true crime community yang mengandung konten kekerasan.

Puluhan anak tersebut tersebar di 19 provinsi yang mana provinsi yang terbanyak, yaitu DKI Jakarta ada 15 orang, Jawa Barat 12 orang, dan Jawa Timur 11 orang.

Untuk sebaran usia, anak-anak tersebut berusia rentang dari 11 sampai 18 tahun. Terhadap 70 anak tersebut, sebanyak 67 anak telah dilakukan intervensi melalui asesmen, pemetaan, konseling, dan upaya lainnya oleh Densus 88 yang dengan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan. (*)

Baca Sebelumnya

Salah Sasaran Jika Dana Desa Dihapus

Baca Selanjutnya

Netflix Resmi Rilis First Look Film Terbaru Enola Holmes 3

Tags:

Densus 88 ekstremisme anak radikal anak konten kekerasan anak  Kekerasan Digital 

Berita lainnya oleh M. Rifat

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

14 April 2026 17:51

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

14 April 2026 17:37

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

14 April 2026 16:22

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

13 April 2026 08:05

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

13 April 2026 06:00

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

13 April 2026 04:01

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar