Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Editor: Muhammad Faizin

12 Apr 2026 08:21

Thumbnail Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka
Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E dalam siaran pers open house . (Foto : Doc. Bupati for ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan informasi bahwa adik Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yakni Jatmiko Dwijo Seputro, ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT).

OTT komisi anti rasuah itu digelar di Tulungagung pada Jumat, 11 April 2026.

Jatmiko yang juga diketahui menjabat sebagai anggota DPRD Tulungagung, diamankan saat berada di lokasi ketika tim KPK melakukan operasi senyap.

“Benar (KPK mengamankan Jatmiko),” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat dikonfirmasi beberapa jam sebelum digelarnya konferensi pers penetapan tersangka, Sabtu, 11 April 2026.

Baca Juga:
Jatmiko Buka Suara soal OTT Bupati Tulungagung, Akui Sempat Diperiksa KPK

Budi menjelaskan, keberadaan Jatmiko di lokasi saat OTT berlangsung membuat yang bersangkutan ikut diamankan bersama pihak lainnya untuk kepentingan pemeriksaan awal.

Dalam operasi tersebut, KPK sebelumnya mengamankan total 18 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 13 orang kemudian dibawa ke Jakarta secara bertahap untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Selanjutnya, tiga belas orang diantaranya dibawa ke Jakarta hari ini secara bertahap,” ujar Budi.

Pada tahap pertama, tim penyidik membawa Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan. Ia tiba sekitar pukul 06.50 WIB.

Baca Juga:
Belum Usai! KPK Geledah Pemkab Tulungagung

“Kemudian siang ini, tahap kedua tim membawa sebelas orang, dan tahap ketiga membawa satu orang,” kata Budi.

Ia menambahkan, dari total 13 orang yang diterbangkan ke Jakarta tersebut, terdiri atas Bupati Tulungagung, 12 orang dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, serta satu pihak lainnya.

Setibanya di Gedung Merah Putih KPK, seluruh pihak langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

Selain mengamankan sejumlah orang, KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah dalam operasi tersebut.

OTT di Tulungagung ini tercatat sebagai operasi tangkap tangan kesepuluh yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026.

Namun, nasib Jatmiko berbeda dengan sang kakak. Ia tidak ikut menjadi tersangka dalam kasus pemerasan. KPK hanya menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

“KPK menetapkan dua orang tersangka yaitu Gatut Sunu Wibowo selaku Bupati Tulungagung periode 2025–2030 dan saudara Dwi Yoga Ambal selaku ajudan bupati,” ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu malam, 11 April 2026.

Gatut memanfaatkan sang ajudan, Yoga untuk meminta uang kepada para bawahannya, yakni pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Jika menolak, mereka akan dibuat mengundurkan diri dari jabatan dan status sebagai ASN. Sebab, Gatut sudah meminta para pejabat bawahannya itu untuk membuat dan menandatangani surat pengunduran diri dari jabatan dan status ASN. Namun, surat itu tidak dilengkapi tanggal. Sehingga bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu.

Baca Sebelumnya

Indonesia vs Timor Leste Jadi Laga Pertemuan Guru dan Murid di ASEAN U-17 2026

Baca Selanjutnya

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

Tags:

KPK OTT Tulungagung Jatmiko Dwijo Seputro Gatut Sunu Wibowo #DPRD Tulungagung Operasi Tangkap Tangan Kasus korupsi

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

19 April 2026 09:40

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

19 April 2026 09:20

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

19 April 2026 09:00

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

19 April 2026 08:40

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

19 April 2026 08:00

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

Harga Plastik Naik hingga 100 Persen, Pemerintah Diminta Lindungi UMKM

19 April 2026 07:00

Harga Plastik Naik hingga 100 Persen, Pemerintah Diminta Lindungi UMKM

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda