Aktivis Aceh Serukan Aparat dan Masyarakat Menahan Diri, Jangan Terprovokasi di Tengah Pemulihan Bencana

Jurnalis: Muhamad Zaid Kilwo
Editor: Mustopa

26 Des 2025 13:51

Thumbnail Aktivis Aceh Serukan Aparat dan Masyarakat Menahan Diri, Jangan Terprovokasi di Tengah Pemulihan Bencana
Massa aksi saat melakukan orasi di depan Kantor Bupati Aceh Utara sesaat sebelum bentrok dengan aparat TNI. (Foto: Iwan for Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Di tengah upaya pemulihan pascabanjir besar yang melanda sebagian wilayah Aceh, stabilitas keamanan menjadi fondasi utama bagi kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan. 

Momentum ini menuntut kedewasaan semua pihak untuk memisahkan dinamika aspirasi dari urgensi penanganan darurat yang menyangkut keselamatan ratusan ribu pengungsi di tenda-tenda sementara.

Peristiwa ketegangan fisik yang sempat terjadi pada Kamis  25, Desember 2025 di depan Kantor Bupati Aceh Utara dan kawasan Krueng Mane, Lhokseumawe dipicu oleh gesekan komunikasi antara aparat keamanan dan warga pembawa bantuan yang mengibarkan simbol daerah. 

Meski memicu riak di media sosial, fakta di lapangan menunjukkan bahwa niat dasar masyarakat adalah menyalurkan logistik bagi warga Aceh Tamiang yang masih berjuang menghadapi dampak sisa banjir.

Baca Juga:
Wanda Assyura: Bendera Putih-Demonstrasi Warga Aceh adalah Ekspresi Kelelahan

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) per Jumat, 26 Desember 2025 tercatat lebih dari 11.160 pengungsi mengalami gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit kulit. 

Kondisi ini diperberat oleh rusaknya 13 ruas jalan nasional yang menghambat distribusi bantuan, sehingga harmoni antara aparat keamanan dan elemen sipil menjadi prasyarat mutlak agar logistik tidak terhenti di tengah jalan.

Foto Aktivis Aceh Wanda Assyura. (Foto: Zaid Kilwo/Ketik.com)Aktivis Aceh Wanda Assyura. (Foto: Zaid Kilwo/Ketik.com)

Menanggapi situasi tersebut aktivis Aceh Wanda Assyura menekankan pentingnya kejernihan hati dalam bertindak demi keselamatan bersama. Ia mengingatkan bahwa di tengah perbedaan simbol dan identitas, kemanusiaan harus ditempatkan sebagai prioritas utama.

Baca Juga:
Aktivis Aceh Minta Presiden Prabowo Kembalikan Empat Pulau Milik Aceh Singkil

“Kita memahami simbol memiliki akar sejarah yang dalam, namun saat ini ada 385 nyawa saudara kita yang telah hilang akibat bencana. Jangan biarkan kesalahpahaman di lapangan memicu emosi yang justru merugikan mereka yang sangat membutuhkan bantuan,” ujarnya, Jumat, 26 Desember 2025.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, sebelumnya juga menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penyelamatan warga dalam bingkai NKRI. Sinergi antara TNI, Polri, dan relawan sipil menjadi energi terbesar Aceh dalam menghadapi bencana.

Energi ini, menurut Wanda, perlu dijaga agar tidak terpecah oleh gesekan fisik yang sejatinya dapat dihindari melalui dialog.

Terkait kehadiran aparat di sejumlah titik strategis Jalan Lintas Nasional, Wanda mengimbau agar baik warga maupun petugas tetap menahan diri dan tidak terpancing provokasi.

“Kepada aparat di lapangan, mohon kedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Kepada warga, mari kita hargai prosedur keamanan demi ketertiban publik. Kedamaian yang telah kita rawat selama dua dekade adalah aset yang terlalu mahal untuk dikorbankan,” tegasnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada para jurnalis yang tetap bertugas di tengah situasi sulit untuk menyampaikan informasi yang akurat. 

Terkait insiden komunikasi dengan awak media, diharapkan dapat diselesaikan secara institusional dengan semangat saling menghormati menghormati profesi, transparansi informasi dinilai penting untuk meredam simpang siur narasi di tingkat akar rumput.

Sikap untuk tetap tenang di tengah krisis, lanjut Wanda, bukan berarti mengabaikan realitas penderitaan warga. Anak-anak di pengungsian Aceh Tamiang saat ini tidak mempersoalkan perbedaan pandangan, mereka hanya menanti bantuan air bersih dan pangan.

Dengan mengedepankan dialog dan kearifan lokal, Aceh menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan adalah identitas sejatinya.

Menutup keterangannya, Wanda Assyura mengajak seluruh rakyat Aceh untuk tetap kokoh dalam persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi.

“Mari kita tutup hari ini dengan doa dan aksi nyata. Fokus kita satu: rakyat harus selamat, Aceh harus bangkit, dan kedamaian harus tetap tegak berdiri. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melindungi langkah kita semua,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Dari Rp1,1 Juta ke Rp2,3 Juta, Berikut Rincian UMK Wonogiri 2015–2026

Baca Selanjutnya

Penanaman Hexa Reef Pulihkan Ekosistem Pesisir Pantai Tlangoh Bangkalan

Tags:

Gesekan Aparat TNI dengan Massa Aksi Demo Warga Aceh Minta Pemerintah Pusat Penetapan Status Bencana Nasional Aktivis Aceh

Berita lainnya oleh Muhamad Zaid Kilwo

Raja Ampat Tuan Rumah AVC Beach Tour Open 2026, Fahmi Macap Ingatkan Pemda Soal ini

6 April 2026 15:10

Raja Ampat Tuan Rumah AVC Beach Tour Open 2026, Fahmi Macap Ingatkan Pemda Soal ini

MRP se-Tanah Papua Laporkan Senator Paul Vinsen Mayor ke Dewan Kehormatan DPD RI

3 April 2026 17:15

MRP se-Tanah Papua Laporkan Senator Paul Vinsen Mayor ke Dewan Kehormatan DPD RI

Sub Kogartap 0606 Bogor Gelar Halal Bihalal bersama Tokoh Agama Masyarakat Ormas dan LSM

26 Maret 2026 13:08

Sub Kogartap 0606 Bogor Gelar Halal Bihalal bersama Tokoh Agama Masyarakat Ormas dan LSM

Peresmian PLTMH di Lanny Jaya, Warga Kampung Koka Kini Nikmati Listrik di Malam Hari

17 Maret 2026 11:32

Peresmian PLTMH di Lanny Jaya, Warga Kampung Koka Kini Nikmati Listrik di Malam Hari

Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen

11 Maret 2026 12:51

Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen

Putusan Konkernas PWI 2026 Diserahkan ke Ketua Umum

9 Maret 2026 21:45

Putusan Konkernas PWI 2026 Diserahkan ke Ketua Umum

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar