Suara Emas Riska Desila Putri Pukau Bupati Tulungagung di Panggung Wayang Titik 0 KM

7 November 2026 02:07 7 Nov 2026 02:07

Sugeng Hariyadi, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Suara Emas Riska Desila Putri Pukau Bupati Tulungagung di  Panggung Wayang Titik 0 KM

Riska Desila Putri, gadis asal Desa Dono Kecamatan Sendang, remaja yang duduk di bangku kelas 3 SMA (SLB) PGRI Kedungwaru ini merupakan seorang sinden muda penyandang tuna netra (Foto: Hariya/Ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Pagelaran Wayang Kulit Kolaborasi dalam rangka Hari Wayang Nasional 2026 dan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821 di Alun-Alun Tulungagung pada Jumat, 6 Oktober 2026 menyisakan cerita yang sangat menyentuh hati. 

Acara akbar kolaborasi Pakumpulan Dhalang Anom Tulungagung (Pakudhatu) dan Paguyupan Sinden Tulungagung (Pasinta) ini digelar khusus dalam rangka memperingati dua momentum penting tersebut.

Di tengah kemegahan lakon "Berdikari, Apakah aku adalah aku?", perhatian publik dan Bupati Tulungagung sukses terpukau oleh kehadiran seorang bintang muda berbakat yakni Riska Desila Putri.

Gadis asal Desa Dono Kecamatan Sendang, remaja yang duduk di bangku kelas 3 SMA (SLB) PGRI Kedungwaru ini merupakan seorang sinden muda penyandang tuna netra. 

Dengan suara emasnya saat nembang di atas panggung, Riska berhasil membius penonton dan mendapatkan apresiasi, khususnya dari Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin yang hadir pada malam itu.

Ditemui awak media usai tampil, ibunda Riska Luthfi Ayu Fadhila menceritakan bahwa, bakat menyanyi putrinya mulai terlihat sejak usia dini. 

Meskipun mengalami kehilangan penglihatan sejak usia 5 tahun, semangat seni Riska tidak pernah padam.

"Sejak sakit di usia 5 tahun, ia mulai tuna netra. Saya langsung memasukkannya ke SLB PGRI Kedungwaru dan guru ya memasukkan ke vokal. Jadi, belajarnya mulai dari umur 5 tahun," ungkap sang ibunda kepada awak media.

Ketekunan Riska berlatih mengantarkannya pada kecintaan mendalam terhadap dunia sinden. Fokusnya sebagai pesinden mulai ditekuni secara serius sejak duduk di bangku kelas 3 SMP, setelah sebelumnya sering tampil di berbagai acara pendopo daerah seperti Hari Anak Nasional dan hari besar lainnya.

Di balik penampilannya yang memukau, Riska (Sinden Tuna Netra) ini menyampaikan pesan dan harapan yang besar kepada pemerintah daerah. 

Riska berharap agar ruang apresiasi dan fasilitas bagi anak-anak berkebutuhan khusus sepertinya dapat lebih diperhatikan lagi ke depannya.

"Harapan saya, pemerintah lebih peduli dan menyiapkan wadah untuk anak-anak sepertinya. Karena selama ini masih terbatas sekali, baik dari segi mobilitas maupun fasilitas. Semoga lebih diperhatikan, sebab banyak anak-anak seperti saya ini di Tulungagung," pungkasnya.

Kehadiran Riska Desila Putri di panggung megah tersebut menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk menorehkan prestasi dan melestarikan budaya luhur bangsa di tanah kelahiran.(*)

Tombol Google News

Tags:

Hari Jadi Tulungagung bupati tulungagung Ahmad Baharudin Desa Dono Kecamatan Sendang Slb Pgri Kedungwaru Wayang Kulit