KETIK, MALANG – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menggelar Reuni Akbar sekaligus Pelantikan Pengurus di Kampus 3 UIN Malang, Minggu, 1 November 2026. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 1.200 alumni tersebut terasa istimewa. Sepanjang 65 tahun berdiri, UIN Malang tercatat telah melahirkan sebanyak 71.905 lulusan.
Dalam agenda tersebut, Pengurus IKA UIN Maliki Malang dilantik langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana. Dalam sambutannya, Rektor memaparkan jejak histori kampus yang bermula dari Fakultas Tarbiyah dengan 11.417 lulusan, kemudian bertransformasi menjadi STAIN yang mencetak 3.593 lulusan selama enam tahun, hingga tumbuh menjadi UIN seperti saat ini.
Memasuki usia ke-65 tahun, Prof. Ilfi mengungkapkan rencana strategis kampus untuk mendirikan museum sejarah UIN Malang yang akan memajang dokumentasi para alumni lintas generasi.
"Kami akan membangun museum sejarah UIN. Nanti ini untuk kenangan, ini akan masuk museum. Siapa ketuanya dan mampu memberikan kontribusi apa ke depan kepada UIN Malang. Termasuk bapak ibu yang hadir fotonya dipajang di museum. Kalau sudah jadi, kami undang semua datang ke kampus ini lagi," ujar Prof. Ilfi.
Daya Serap Kerja dan Kontribusi Alumni
Selain aspek historis, Rektor juga menyoroti keunggulan daya saing lulusan. Berdasarkan data kampus, sebanyak 68,4 persen lulusan tahun 2025 telah terserap di dunia kerja. Ia meyakini angka riil di lapangan jauh lebih tinggi, mengingat masih banyak alumni yang belum mengisi survei tracer study.
Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana memberikan sambutan dalam Reuni Akbar dan Pelantikan IKA UIN Maliki Malang pada Minggu, 1 November 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)
Prof. Ilfi menegaskan bahwa capaian fresh graduate yang mendekati angka 70 persen ini menjadi bukti kualitas kompetensi dan etos kerja alumni UIN Malang yang diakui pasar kerja.
“Fresh graduate hampir 70 persen langsung bekerja. Artinya kualitas alumni kita tidak kaleng-kaleng,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya peran strategis alumni dalam mendukung kemajuan almamater, baik secara finansial, material, maupun akademik. Alumni yang berprofesi sebagai dosen, guru, hingga kiai diharapkan dapat memberikan masukan pada pengembangan kurikulum.
Sementara alumni yang berkarir sebagai pengusaha, manajer, atau direktur diharapkan mampu membuka peluang karir bagi para juniornya. Selain itu, alumni juga didorong untuk berkontribusi dalam ranah riset dan inovasi.
"Alumni tidak hanya menjadi ambassador almamater, tapi berkontribusi aktif dalam pengembangan lembaga dalam berbagai aspek," tutur Bunda Rektor.
Penguatan Kelembagaan dan Akreditasi Internasional
Saat ini, UIN Malang mencatat total mahasiswa sebanyak 24.567 orang dengan 21.097 mahasiswa aktif. Populasi terbanyak berada di Fakultas Tarbiyah, disusul Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). Komposisi ini menunjukkan keberhasilan UIN Malang dalam menjaga keseimbangan antara disiplin keagamaan dan sains-teknologi.
Perkembangan infrastruktur akademik juga terus digenjot. Fakultas Kedokteran kini telah mengantongi akreditasi 94,8 persen. UIN Malang juga meresmikan dua fakultas baru, yakni Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam serta Fakultas Teknik. Pada bulan ini, dua program studi baru jenjang S1 juga resmi dibuka, yaitu Manajemen Haji dan Umrah serta Ekonomi Syariah.
Dari sisi penjaminan mutu, UIN Malang mencatatkan capaian akreditasi kampus unggul sebesar 68 persen. Sementara untuk tingkat internasional, akreditasi telah mencapai 36,2 persen dan diproyeksikan melonjak drastis pada 2027 melalui penambahan 10 program studi baru.
"Kenapa masih 68 persen? Ya, itu tadi karena semuanya perlu akreditasi. Tapi jangan khawatir, dari sisi kualitas insyaallah tidak kaleng-kaleng. Akreditasi internasional sudah mencapai 36,2 persen yang sudah terakreditasi," jelasnya.
Prof. Ilfi menambahkan bahwa UIN Malang menargetkan penambahan 10 program studi baru pada 2027, sehingga total prodi yang terakreditasi internasional mencapai 82 persen.
"Mohon doanya semuanya, semoga sukses, amin. Kenapa sih harus internasional? Supaya alumni kita juga diakui di dunia internasional. Mau bekerja profesional di negara manapun insyaallah akan diterima," ujarnya.
Pelantikan ini diharapkan dapat mempererat jejaring alumni dan mengokohkan kontribusi mereka bagi perkembangan kampus ke depan.
"Saya berharap IKA UIN Malang menjadi wadah yang mampu menggerakkan kontribusi nyata alumni, sekaligus turut membawa nama baik kampus melalui karya nyata, prestasi, dan pengabdian di berbagai bidang," ucap Prof. Ilfi Nur Diana.(*)
