Hubungan Dua Negara Sedang Panas Dingin, Presiden Prabowo Terima Menlu Singapura di Hambalang

29 Oktober 2026 07:45 29 Okt 2026 07:45

M. Rifat, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hubungan Dua Negara Sedang Panas Dingin, Presiden Prabowo Terima Menlu Singapura di Hambalang

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menerima permohonan pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura, Vivian Balakrishnan di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 28 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

KETIK, BOGOR –  

Presiden RI Prabowo Subianto menerima permohonan pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (28/10/2026). Pertemuan itu terjadi di tengah memanasnya hubungan kedua negara.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf Teddy Indra Wijaya, menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan Menlu Singapura yang tiba di Tanah Air pada Selasa (27/10/2026). Menurut dia, Menlu Vivian memohon waktu untuk dapat bertemu secara langsung dengan Presiden Prabowo.

"Menteri Luar Negeri Vivian dan Wamenlu Singapura diketahui mendadak tiba di Jakarta sejak Selasa pagi kemarin dan mengirimkan permohonan bertemu dengan Kepala Negara," kata Teddy.

Dia menyebut, Presiden Prabowo selanjutnya menerima permohonan tersebut dan menggelar pertemuan bersama Menteri Vivian secara tertutup.

Dalam video dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Vivian mengenakan batik merah saat disambut Prabowo dalam pertemuan tersebut.

Tampak Vivian dan Prabowo melakukan perbincangan dalam suasana yang hangat.

Sebelumnya, Vivian melakukan pertemuan dengan Menlu RI Arrmanatha Nasir (Tata) pada Selasa (27/10). Dalam pertemuan itu, kedua menteri turut membahas permasalahan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.

Tata menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menjadikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai prioritas nasional.

Dalam pernyataan pers bersama di sebelah Vivian, Tata menjelaskan bahwa korban pertama dari karhutla yang masih berlangsung ini adalah warga Indonesia.

"Soal kebakaran hutan dan lahan, Biarkan saya perjelas. Korban-korban pertama dari kebakaran ini adalah warga Indonesia." kata Tata.

"Para petani, anak-anak, dan keluarga kami di Sumatra dan Kalimantan lah yang pertama harus menghirup kabut asap ini. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto menjadikan penanganan karhutla sebagai prioritas nasional. Dan saya sudah menjelaskan ini kepada Menteri Vivian," paparnya menambahkan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Menlu Singapura prabowo Indonesi Singapura