Dana BUMDes Rp238 Juta Dipertanyakan, Puluhan Warga Kauman Pemalang Geruduk Balai Desa

28 Oktober 2026 23:30 28 Okt 2026 23:30

Slamet Sumari, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dana BUMDes Rp238 Juta Dipertanyakan, Puluhan Warga Kauman Pemalang Geruduk Balai Desa

Puluhan Warga Kauman, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, tuntut transparansi dana BUMDes Sukses Sejahtera (Foto: Slam/ketik.com)

KETIK, PEMALANG – Transparansi pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukses Sejahtera senilai sekitar Rp238 juta dipertanyakan puluhan warga Desa Kauman, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Warga mendatangi Balai Desa Kauman pada Rabu, 28 Oktober 2026, untuk menuntut kejelasan penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran tersebut.

‎Sekitar 80 warga memadati lokasi sejak pukul 09.00 WIB. Aksi tersebut mendapat pengamanan dari personel TNI dan Polri untuk menjaga situasi tetap kondusif.

‎Salah seorang warga, Zubaedi, mengatakan masyarakat selama ini tidak memperoleh informasi yang jelas mengenai penggunaan dana BUMDes. Ia menilai pengurus BUMDes dan Kepala Desa Kauman, Fuad Zen, perlu memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat.

‎“Dana tersebut seolah kabur. Dana tersebut untuk apa, usaha apa, masyarakat banyak yang tidak tahu,” ujar Zubaedi.

‎Ia menegaskan, warga meminta pengurus BUMDes Sukses Sejahtera menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara jelas. Menurutnya, kepala desa juga perlu memberikan penjelasan karena memiliki peran dalam pembentukan dan pengesahan BUMDes.

‎“Kami warga masyarakat Kauman meminta kejelasan pertanggungjawaban dari BUMDes dan juga ada pertanggungjawaban dari kepala desa, sebab BUMDes yang membentuk dan mengesahkan kepala desa,” tambahnya.

‎Direktur BUMDes Sebut Ada Dua Jenis Usaha

Foto Direktur BUMDes Sukses Sejahtera, Dedi Sukseno ketika diwawancara terkait aksi warga yang menuntut transparansi anggaran (Foto: Slam/ketik.com)Direktur BUMDes Sukses Sejahtera, Dedi Sukseno ketika diwawancara terkait aksi warga yang menuntut transparansi anggaran. (Foto: Slam/ketik.com)

‎Menanggapi tuntutan warga, Direktur BUMDes Sukses Sejahtera, Dedi Sukseno, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini menjalankan dua jenis usaha, yakni peternakan kambing dan pemasok kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎“Usaha yang dijalankan saat ini ada dua, yaitu peternakan kambing dan sedikit pemasok untuk dapur MBG,” jelas Dedi kepada wartawan.

‎Terkait pengelolaan peternakan kambing, Dedi mengaku telah mempercayakan pelaksanaannya kepada Sekretaris BUMDes, Hafidi, dan Bendahara BUMDes, Basir.

‎Ia mengatakan, kedua pengurus tersebut dinilai lebih memahami teknis peternakan dan memiliki hubungan langsung dengan para peternak. Sementara itu, dirinya mengaku menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta laporan secara berkala.

‎“Usaha tersebut, terutama peternakan kambing, memang saya percayakan ke bendahara dan sekretaris karena mereka seluk-beluknya lebih tahu dan langsung berhubungan dengan para petani. Untuk saya sendiri sifatnya mengontrol dan meminta laporannya secara berkala, dan saya jarang sekali mengecek ke kandang,” ungkapnya.

‎Warga Cek Lokasi Kandang Kambing

‎Suasana audiensi sempat memanas ketika Sekretaris dan Bendahara BUMDes Sukses Sejahtera serta Kepala Desa Kauman belum hadir di tengah warga pada awal pertemuan.

‎Sambil menunggu kedatangan pengurus BUMDes, sebagian warga mendatangi lokasi kandang kambing yang disebut sebagai tempat usaha peternakan BUMDes. Warga juga menyambangi salah satu rumah pengurus.

‎Berdasarkan pantauan warga di tiga lokasi yang disebut sebagai tempat peternakan kambing BUMDes Sukses Sejahtera, dua lokasi diklaim tidak menunjukkan keberadaan kandang sebagaimana yang mereka harapkan atau fiktif.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga dan menambah tuntutan agar pengelolaan dana BUMDes dijelaskan secara terbuka.

‎Namun, temuan warga tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pengurus BUMDes, terutama mengenai lokasi usaha, keberadaan ternak, serta pencatatan aset dan penggunaan anggaran.

‎Warga Pertimbangkan Jalur Hukum

‎Warga tetap menunggu kehadiran Sekretaris dan Bendahara BUMDes di Balai Desa Kauman hingga pukul 15.00 WIB. Namun, keduanya tidak hadir dalam audiensi tersebut.

‎Sementara itu, Kepala Desa Kauman, Fuad Zen, baru tiba sekitar pukul 14.30 WIB. Kehadirannya belum mampu meredakan kekecewaan warga yang menginginkan penjelasan menyeluruh mengenai pengelolaan dana BUMDes.

‎Karena belum memperoleh penjelasan yang dianggap memadai, warga menyatakan akan menempuh jalur hukum dan melaporkan persoalan tersebut kepada instansi terkait.

‎Aksi berlangsung damai hingga warga membubarkan diri. Meski tidak terjadi kericuhan, kekecewaan masih dirasakan warga lantaran Sekretaris dan Bendahara BUMDes Sukses Sejahtera tidak hadir untuk memberikan penjelasan secara langsung.(*) 

Tombol Google News

Tags:

Bumdes Kauman Bumdes Sukses Sejahtera Dana Bumdes Desa Kauman Pemalang Comal Pemalang Transparansi Anggaran Fuad Zen Makan bergizi gratis Berita Pemalang