KETIK, SITUBONDO – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah pola pikir tradisional terkait jumlah anak dalam keluarga saat memberikan insentif kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) Kamis 29 Oktober 2026.
Mas Rio, panggilan akrabnya menegaskan bahwa filosofi "banyak anak banyak rezeki" sudah tidak lagi relevan dengan tantangan zaman saat ini.
Dalam kesempatan itu, Mas Rio juga menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para kader dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya program Keluarga Berencana (KB).
"Bapak dan Ibu semuanya, sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya mengedukasi masyarakat agar tidak punya anak lebih dari dua," ujar Mas Rio.
Mas Rio mengatakan, berdasarkan data terkini, angka Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total di Situbondo berada di angka 1,93. Hal ini berarti rata-rata setiap rumah tangga di wilayah tersebut memiliki dua anak.
"Anggapan banyak anak banyak rezeki itu sudah masa lalu. Sekarang di Situbondo, data TFR 1,93, artinya rata-rata rumah tangga di di Kabupaten Situbondo punya dua anak. Angka itu harus kita pertahankan," tegas Mas Rio.
Lebih lanjut, Mas Rio mengatakan, pengendalian laju pertumbuhan penduduk menjadi hal yang sangat penting, mengingat pertumbuhan penduduk di tingkat nasional bergerak sangat cepat hingga kini menembus angka 300 juta jiwa.
“Jumlah penduduk di Kabupaten Situbondo berhasil terjaga stabil di kisaran 690.000 hingga 700.000 jiwa berkat kontribusi aktif para kader di lapangan. Saya rasa sejak dulu sampai sekarang Situbondo bisa mengendalikan penduduknya, dan itu berkat para kader IMP yang ada di lapangan,” jelas Mas Rio.
Selain masalah pengendalian penduduk, kata Bupati Muda Situbondo, juga menginstruksikan agar para kader untuk terus menggencarkan edukasi mengenai pencegahan stunting di tingkat desa. “Saya berharap kader IMP juga membantu edukasi terkait penurunan stunting,” pungkas Bupati Situbondo.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Situbondo, Imam Hidayat mengatakan, dinamika kependudukan yang mencakup kuantitas, kualitas, persebaran, mobilitas, hingga pembangunan keluarga, memerlukan perencanaan yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Situbondo tengah menyusun peta jalan (roadmap) kependudukan.
"Peta ini nantinya akan menjadi pedoman utama dalam merumuskan kebijakan dan program yang sesuai dengan kondisi nyata serta permasalahan kependudukan di Kabupaten Situbondo," kata Imam.
Menurut Imam, penyusunan peta ini dirancang secara komprehensif untuk mencapai beberapa target utama. Di antaranya, menyediakan acuan perencanaan pembangunan kependudukan berbasis data, merumuskan arah kebijakan yang sesuai dengan dinamika riil di daerah, serta meningkatkan koordinasi dan integrasi aspek kependudukan ke dalam perencanaan pembangunan daerah di setiap instansi.
"Kegiatan penyusunan ini melibatkan 50 peserta perwakilan yang terdiri dari OPD terkait serta berbagai elemen masyarakat dan lintas sektor di Kabupaten Situbondo. Keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memperkuat sinkronisasi program kerja dari hulu ke hilir," kata Imam Hidayat.
Melalui peta yang matang ini, sambung Imam Hidayat, Pemkab Situbondo berkomitmen penuh untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), membangun keluarga yang berkualitas, serta mendukung percepatan penurunan angka stunting.
"Selain itu, dokumen ini juga akan berfungsi sebagai acuan resmi dalam pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan kependudukan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Imam Hidayat. (*)
