Raffi Ahmad Bantah Terlibat dalam Deklarasi Mahasiswa Bayaran di Bundaran HI

31 Oktober 2026 21:20 31 Okt 2026 21:20

Thumbnail Raffi Ahmad Bantah Terlibat dalam Deklarasi Mahasiswa Bayaran di Bundaran HI

Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Senin, Raffi Ahmad (dua dari kanan) saat menghadiri peringatan Sumpah Pemuda yang digelar di Bundaran HI oleh Polda Metro Jaya, 29 Oktober 2026. (Foto: Humas Polri)

KETIK, JAKARTA – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, membantah terlibat dalam perencanaan maupun pengerahan peserta pada Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Raffi mengaku hanya menghadiri kegiatan tersebut sebagai undangan. Ia menyebut informasi mengenai acara itu baru diterimanya pada malam sebelum kegiatan berlangsung.

Dalam pernyataan tertulis melalui media sosial, Raffi menegaskan tidak ikut menyusun acara maupun mengetahui secara terperinci susunan kegiatan dan identitas seluruh pihak yang hadir.

"Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara. Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir," kata Raffi Ahmad.

Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya mengatur kemunculan pembatas jalan maupun atribut merek tertentu di lokasi deklarasi. Meski demikian, Raffi menyatakan tetap menghormati aspirasi mahasiswa yang menyampaikan pendapat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda.

 

Peserta Deklarasi Mengaku Dibayar

Polemik deklarasi tersebut mencuat setelah sejumlah peserta yang mengenakan jas almamater perguruan tinggi menjadi sorotan. Beberapa di antaranya dinilai tidak mampu menjelaskan identitas maupun kampus yang mereka wakili ketika diwawancarai awak media.

Salah satu peserta yang memperkenalkan diri sebagai Dino dari BSI terlihat mengenakan jas almamater Universitas Dian Nusantara (Undira). Belakangan, pria tersebut mengaku bernama Bayu Setiadi dan bukan mahasiswa Undira maupun perguruan tinggi lainnya.

Dalam video klarifikasi bersama organisasi kemahasiswaan Undira, Bayu mengaku menghadiri deklarasi pada 29 Oktober 2026 setelah menerima undangan dari sebuah komunitas. Ia juga menyatakan mendapatkan bayaran untuk mengikuti kegiatan tersebut.

"Saya Bayu Setiadi alias Dino. Saya di sini hendak mengklarifikasi bahwa saya bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara. Saya mengikuti acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 berdasarkan undangan dari komunitas dan saya dibayar," ungkap Bayu.

Bayu turut menjelaskan bahwa jas almamater yang dikenakannya berasal dari pihak penyelenggara. Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf karena tindakannya menyeret nama Universitas Dian Nusantara ke dalam polemik.

 

Perempuan Beralmamater UBSI Juga Beri Klarifikasi

Persoalan penggunaan atribut kampus juga melibatkan Sari Putri, perempuan berusia 22 tahun yang tampil membacakan narasi imbauan damai dalam kegiatan tersebut.

Sari menjadi perhatian karena mengenakan jas almamater Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Namun, dalam video klarifikasi yang diunggah akun Instagram Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UBSI Dewi Sartika pada Sabtu, 31 Oktober 2026, ia menegaskan bukan mahasiswa aktif kampus tersebut.

Sari meminta maaf kepada mahasiswa UBSI atas polemik yang muncul akibat penggunaan almamater berlogo lama BSI dalam acara deklarasi. Ia juga menyatakan bertanggung jawab atas tindakannya.

Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 berlangsung di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan tersebut digelar sehari setelah demonstrasi mahasiswa pada 28 Oktober 2026.

Acara itu mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia". Raffi Ahmad hadir bersama sejumlah tokoh dan elemen masyarakat.

Namun, kehadiran peserta yang menggunakan atribut almamater perguruan tinggi kemudian memicu polemik. Pengakuan Bayu Setiadi dan klarifikasi Sari Putri memunculkan pertanyaan mengenai identitas peserta serta penggunaan atribut kampus dalam kegiatan tersebut.

Raffi sendiri telah membantah keterlibatan dalam perencanaan dan pengerahan massa. Sementara itu, pengakuan Bayu mengenai bayaran yang diterimanya menjadi salah satu bagian penting dari kontroversi deklarasi tersebut. (*)

Tombol Google News

Tags:

raffi ahmad Deklarasi Mahasiswa Bayaran Mahasiswa Bayaran Bundaran Hi Sumpah Pemuda 2026 Bayu Setiadi Alias Dino Universitas Dian Nusantara Universitas Bina Sarana Informatika