KETIK, JAKARTA – Karakter ikonik bertopi garis merah-putih dari buku anak-anak karya Dr. Seuss, The Cat in the Hat, akan kembali hadir di layar lebar.
Warner Bros. Pictures Animation dan Dr. Seuss Enterprises akan menghadirkan adaptasi terbarunya dalam versi animasi yang dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 6 November 2026.
Kehadiran film ini juga menandai babak baru bagi Warner Bros. Pictures Animation karena merupakan film fitur animasi pertama yang diproduksi di bawah kepemimpinan baru studio. Melalui kemitraan resmi dengan Dr. Seuss Enterprises, kolaborasi ini bertujuan menghadirkan kembali kisah-kisah klasik Dr. Seuss dalam format yang lebih segar dan relevan bagi penonton masa kini.
Dari sisi cerita, versi film 2026 menghadirkan pendekatan yang berbeda dari buku aslinya. Dalam buku terbitan 1957, Sang Kucing datang untuk menghibur dua anak yang bosan saat hari hujan. Sementara itu, film terbarunya mengangkat konflik yang lebih dekat dengan kehidupan keluarga.
Dalam film ini, The Cat mendapat misi terberat dari I.I.I.I. (Institute for the Institution of Imagination and Inspiration, LLC). Ia ditugaskan untuk menghibur sekaligus mengembalikan keceriaan Gabby dan Sebastian, dua kakak beradik yang tengah berjuang beradaptasi setelah keluarganya pindah ke kota baru.
Selain menghadirkan cerita baru, deretan pengisi suara film ini diisi oleh sejumlah tokoh ternama. Bill Hader akan mengisi suara The Cat, ditemani Xochitl Gomez sebagai Gabby, Tiago Martinez sebagai Sebastian, dan Matt Berry yang mengisi suara Waffles, ikan peliharaan Gabby dan Sebastian.
Nama-nama lain yang turut bergabung antara lain America Ferrera sebagai Carmen, ibu dari Gabby dan Sebastian, Giancarlo Esposito sebagai Mr. Hoogeboom, atasan The Cat, serta Quinta Brunson sebagai Sherri, direktur sumber daya manusia (HR) di I.I.I.I.
Tak hanya menghadirkan tokoh ternama sebagai pengisi suara, film ini juga melibatkan sejumlah nama berpengalaman di dunia animasi. The Cat in the Hat disutradarai oleh Erica Rivinoja dan Alessandro Carloni.
Rivinoja sebelumnya terlibat dalam Cloudy with a Chance of Meatballs 2, sementara Carloni dikenal lewat Kung Fu Panda 3. Kehadiran keduanya menjadi salah satu daya tarik yang patut dinantikan dari film ini.
Adaptasi terbaru The Cat in the Hat membawa ekspektasi tinggi dari para penggemar. Pasalnya, versi animasi ini menawarkan pendekatan cerita yang berbeda dari adaptasi sebelumnya sekaligus menghidupkan kembali karakter ikonik karya Dr. Seuss di layar lebar setelah lebih dari dua dekade.
Lewat versi animasi terbarunya, The Cat in the Hat akan menghadirkan cerita yang lebih dekat dengan kehidupan keluarga masa kini tanpa meninggalkan ciri khas karya Dr. Seuss. Film ini pun dapat menjadi salah satu pilihan tontonan keluarga saat tayang pada 6 November 2026.(*)
