KETIK, MOJOKERTO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Timur melatih tenaga pemadam kebakaran melalui bimbingan teknis dan pelatihan fire safety serta penanganan keadaan darurat bertajuk Fire Fighter Survival Training. Kegiatan yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 tersebut digelar di Claket, Pacet, Mojokerto.

Pelatihan ini digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi risiko tinggi saat bertugas. Aparatur pemadam kebakaran dan penyelamatan menghadapi beragam bahaya di lapangan yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

Risiko tersebut meliputi paparan panas dan asap, keterbatasan jarak pandang, kekurangan oksigen, bahaya listrik, keruntuhan bangunan, hingga kondisi angin dan medan. Karena itu, keberanian harus diimbangi kemampuan mengenali bahaya, menilai risiko, mengambil keputusan tepat, menjaga komunikasi, dan mematuhi prosedur keselamatan.

Para peserta bimbingan teknis dan pelatihan fire safety serta penanganan keadaan darurat bertajuk Fire Fighter Survival Training dari berbagai kab/kota di Jatim (foto : sholahudin/ ketik.com)

“Maka dari itu, diperlukan peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis, kesiapsiagaan, serta kemampuan mengenali bahaya dan menerapkan prosedur keselamatan kerja,” kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Hadid Manggala Shofwan, S.T., S.H., M.M.

Baca Juga:
Bea Cukai dan Pemkab Brebes Musnahkan 5,2 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp7,93 Miliar

Pelatihan Fire Fighter Survival Training juga menjadi upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan aparatur agar mampu menghadapi situasi darurat secara cepat, tepat, aman, dan terkoordinasi.

Keberhasilan operasi pemadaman dan penyelamatan di lapangan tidak hanya diukur dari terkendalinya kobaran api dan terlindunginya warga, tetapi juga dari upaya mencegah bertambahnya korban serta memastikan seluruh personel kembali dengan selamat.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Hadid Manggala Shofwan, S.T., S.H., M.M. saat membuka acara Bimtek dan pelatihan fire safety serta penanganan keadaan darurat di Balai Diklat Claket Mojokerto (foto : sholahudin/ketik.com)

Pelatihan ini turut memperkuat kapasitas petugas dalam menilai risiko, termasuk kondisi lokasi dan perilaku api, serta memastikan kesiapan dan ketepatan penggunaan perlengkapan keselamatan.

Baca Juga:
Kawasi Halsel Berbenah, Bassam Satukan Hunian, Hak Warga, dan Pertumbuhan Industri

“Selain itu, diperlukan kemampuan mengambil keputusan kritis dan mempertanggungjawabkan tindakan tim, membangun kerja sama dan komunikasi dalam proses evakuasi, memeriksa alat pelindung diri (APD), memahami komando dan batas penggunaan alat, serta memantau kondisi di lapangan. Kemampuan menyelamatkan diri dan rekan kerja juga diperkuat melalui latihan berbasis skenario, evaluasi, serta pemanfaatan teknologi pendukung seperti drone dan sistem informasi,” imbuh Hadid.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujud aparatur pemadam kebakaran dan penyelamatan yang tangguh, profesional, mengutamakan keselamatan, serta mampu merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tutupnya.