KETIK, PACITAN – AKBP Ayub Diponegoro Azhar resmi mendapat penugasan baru di lingkungan Bareskrim Polri setelah masuk dalam daftar mutasi jabatan Polri. 

Mantan Kapolres Pacitan tersebut selanjutnya dipercaya menjabat sebagai Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri.

Posisi Kapolres Pacitan yang ditinggalkan Ayub akan diisi AKBP Marzel Doni. 

Sebelumnya, Marzel menjabat sebagai Kapolres Manokwari Selatan, Polda Papua Barat.

Pergantian jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal Senin, 2 November 2026. 

Baca Juga:
128 Embung di Pacitan Belum Dimanfaatkan untuk Budidaya Ikan hingga Pemancingan

Secara keseluruhan, terdapat 264 pejabat di lingkungan Polri yang masuk dalam daftar mutasi tersebut.

Kepindahan Ayub sekaligus mengakhiri masa pengabdiannya sebagai Kapolres Pacitan yang telah dijalani sejak Kamis, 17 April 2025. 

Saat itu, ia menggantikan AKBP Agung Nugroho melalui prosesi pisah sambut di Pendopo Mas Tumenggung Djogokarjo.

Selama bertugas di Kota 1001 Goa, Ayub mengaku memiliki banyak kenangan bersama masyarakat Pacitan. 

Baca Juga:
Selain Prabowo, Tiga Tersangka Kasus Sadap juga Sasar Tokoh Politik, Media hingga Pengusaha

Ia bahkan merasa tidak seperti sedang bertugas di daerah lain, melainkan bekerja di rumah sendiri.

"Selama 1 tahun 7 bulan berdinas, saya tidak merasa sedang bertugas di sini, tetapi seperti bekerja di rumah sendiri. Nyaman dan guyub. Padahal sebelumnya, saya bahkan tidak tahu Pacitan itu di mana. Namun, akhirnya Pacitan menjadi kota yang membekas di hati dan kehidupan saya serta keluarga," ungkap Ayub saat menyampaikan kesannya selama bertugas kepada Ketik.com, Rabu, 4 November 2026.

Menurutnya, keramahan masyarakat dan dukungan berbagai elemen menjadi pengalaman berharga selama memimpin Polres Pacitan.

Ia menyebut Forkopimda, Forkopimca, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga forum media dan wartawan telah membantu membangun kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan keamanan dan tugas kepolisian.

"Masyarakatnya guyub, ramah, dan terbuka terhadap berbagai permasalahan. Tempat wisatanya juga luar biasa. Semua elemen, mulai dari Forkopimda, Forkopimca, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga forum media dan wartawan, sangat membantu, mendukung, serta membangun kolaborasi dan sinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, terutama di bidang keamanan dan pelaksanaan tugas kepolisian," katanya.

Ayub juga mengaku waktu pengabdiannya di Pacitan terasa berjalan cepat. 

Banyaknya destinasi wisata menjadi salah satu pengalaman yang berkesan selama menjalankan tugas.

"Selama berdinas di Pacitan, waktu 1 tahun 7 bulan terasa begitu cepat. Banyaknya tempat wisata membuat saya merasa seperti bekerja sambil berlibur," ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Ayub menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama bertugas masih terdapat kekurangan dan belum sepenuhnya memenuhi harapan.

"Mohon maaf apabila selama kami berdinas masih banyak kekurangan dan belum sesuai dengan harapan masyarakat. Namun, semua yang terbaik sudah saya lakukan," tuturnya.

Diketahui, AKBP Ayub merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2006 yang memiliki pengalaman panjang di bidang reserse. 

Sebelum menjabat Kapolres Pacitan, ia pernah bertugas di Polres Kuningan, Cirebon, Mojokerto, Gresik, hingga Sidoarjo.

Ia juga pernah menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar enam tahun serta bertugas di Bareskrim Polri.

Selama memimpin Polres Pacitan, Ayub turut dikenal aktif mempromosikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Ia juga memperkenalkan jargon "Enak Well" yang melekat selama masa tugasnya di Kabupaten Pacitan.(*)