KETIK, SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menyampaikan bahwa tiga perjalanan Kereta Api (KA) keberangkatan dari Stasiun Ketapang menuju sejumlah stasiun di wilayah KAI Daop 8 Surabaya mengalami keterlambatan akibat longsoran tanah di Km 14+6/7 petak jalan Ledokombo–Sempolan, wilayah kerja KAI Daop 9 Jember.
Kondisi tersebut berdampak pada perjalanan kereta api yang melintasi jalur tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penanganan dan langkah pengamanan prasarana untuk memastikan keselamatan perjalanan. Gangguan ini turut dirasakan oleh pelanggan KA yang berangkat dari Stasiun Ketapang menuju wilayah Daop 8 Surabaya.
Adapun tiga perjalanan KA yang mengalami keterlambatan yaitu KA Tawangalun relasi Ketapang–Malang, KA Logawa relasi Ketapang–Surabaya Gubeng–Purwokerto serta KA Sri Tanjung relasi Ketapang–Surabaya–Lempuyangan. Ketiga perjalanan tersebut mengalami keterlambatan antara 48 menit hingga 258 menit.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa KAI senantiasa mengutamakan keselamatan dalam setiap pengambilan keputusan operasional termasuk saat terjadi gangguan pada prasarana jalur kereta api.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA Tawangalun, KA Logawa dan KA Sri Tanjung akibat longsoran tanah di wilayah kerja KAI Daop 9 Jember. Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Namun, keselamatan perjalanan kereta api dan seluruh pelanggan merupakan prioritas utama kami sehingga setiap gangguan prasarana harus ditangani dengan mengutamakan aspek keselamatan," ungkap Mahendro.
Baca Juga:
Hadapi Musim Hujan, KAI Daop 8 Surabaya Perkuat Pemeriksaan Peralatan PersinyalanLebih lanjut, KAI Daop 8 Surabaya terus berkoordinasi dengan jajaran KAI Daop 9 Jember serta unit terkait untuk memperoleh perkembangan penanganan gangguan di lokasi. Koordinasi tersebut dilakukan guna mendukung kelancaran proses penanganan prasarana sekaligus memastikan setiap langkah operasional berjalan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.
KAI juga terus berupaya meningkatkan pelayanan melalui penguatan kesiapan prasarana, sarana dan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai kondisi yang berpotensi memengaruhi operasional perjalanan kereta api. Penanganan gangguan prasarana secara tepat dan menyeluruh menjadi langkah penting untuk memastikan perjalanan kereta api berlangsung dengan selamat, aman dan nyaman. (*)