KETIK, JAKARTA – Dugaan keterlibatan mahasiswa gadungan dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Kamis, 29 Oktober 2026 kemarin menuai sorotan.
Sorotan itu muncul setelah seorang perempuan bernama Sari menyampaikan imbauan damai dalam acara tersebut dengan mengenakan jas almamater UBSI.
Namun, Ziko Hernadi, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), menyebut perempuan itu bukan mahasiswa UBSI.
Melalui akun Instagram pribadinya, @ziko, mengungkapkan kekecewaannya. Ia bahkan mengaku ingin melaporkan persoalan tersebut kepada pihak berwajib.
"Saya adalah dosen UBSI, dan ayah saya pembina yayasan BSI. Melihat almamater disalah gunakan seperti ini, jujur bagi saya ini sudah termasuk kepencemaran nama baik UBSI," katanya.
Baca Juga:
UBSI Tegaskan Tak Kirim Delegasi ke Deklarasi Sumpah Pemuda 2026 di Bundaran HINamun, Ziko juga mempertanyakan langkah pelaporan tersebut. Pasalnya, acara yang menjadi sorotan itu digelar oleh Polda Metro Jaya yang dihadiri tokoh publik seperti Willie Salim, Raffi Ahmad dan unsur TNI-Polri serta mahasiswa dan kepemudaan.
"Kita sama-sama tahu ya siapa yang bikin acara ini. Terpampang jelas instansi yang sangat dicintai oleh rakyat Indonesia yaitu POLISI haha," ucapnya.
"Gimana caranya coba lapor ke polis, orang yang bikin acara juga dia-dia sendiri," lanjutnya.
Ziko menegaskan, dirinya tidak ingin persoalan ini hanya dibebankan kepada Sari. Ia meminta pihak yang diduga membayar sekelompok orang untuk berpura-pura menjadi mahasiswa agar bertanggung jawab.
Baca Juga:
Drifter Internasional Geram Almamater UBSI Diduga Disalahgunakan di Deklarasi Sumpah Pemuda, Singgung Raffi Ahmad dan Willie Salim"Saya ingin meminta pertanggung jawaban dari pihak yang membayar sekelompok orang untuk berpura-pura menjadi mahasiswa betapa ironinya hal tersebut," tutupnya. (*)