KETIK, JAKARTA – Pemantauan pemain keturunan Indonesia untuk memperkuat Timnas Indonesia dikabarkan mulai mengarah ke sejumlah negara di luar Belanda. Jerman dan Spanyol termasuk negara yang menjadi perhatian tim pemantau PSSI di tengah kendala regulasi yang dihadapi dalam merekrut pemain dari kompetisi Belanda.

Staf Khusus Menteri Hukum Bidang Transformasi Digital, Noor Korompot, menyebut pemain keturunan Indonesia yang berkarier di Belanda saat ini bukan menjadi prioritas pemantauan untuk kebutuhan naturalisasi.

Noor mengatakan, upaya merekrut pemain dari Belanda menghadapi hambatan regulasi ketenagakerjaan dan imigrasi bagi pemain dari luar Uni Eropa. Selain itu, kebijakan proteksionis Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) turut menjadi kendala.

"Kabarnya tim pemantau dari PSSI justru mengalihkan perhatiannya pada pemain berdarah Indonesia yg main di Jerman, Amerika, Australia, Belgia dan Spanyol serta negara Eropa di luar Belanda," kata Noor seperti dikutip dari Suara.com, jejaring media Ketik.com pada Sabtu, 31 Oktober 2026. 

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemantauan pemain keturunan tidak hanya berfokus pada Belanda. Sejumlah negara lain, termasuk Jerman dan Spanyol, disebut masuk dalam sasaran pemantauan.

Baca Juga:
Atlet Peraih Emas Asian Games 2026 Dapat Bonus Perorangan Rp3 Miliar, Ini Rinciannya

Meski demikian, belum ada kepastian mengenai nama pemain yang akan dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia. Informasi yang disampaikan Noor masih berkaitan dengan arah pemantauan pemain keturunan.

 

PSSI Pertimbangkan Keamanan Laga Melawan Yordania

Di sisi lain, PSSI juga menghadapi ketidakpastian terkait rencana pertandingan tandang Timnas Indonesia melawan Yordania pada FIFA Match Day November 2026. Laga yang dijadwalkan berlangsung pada 13 November 2026 di Stadion Internasional Amman, Yordania, itu masih mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah.

Baca Juga:
Erick Thohir Kecam Penyerangan Bus Pemain Persib U-18, Minta Pelaku Ditindak Tegas

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, kondisi kawasan tersebut menjadi perhatian federasi sebelum memastikan kelanjutan pertandingan.

“Memang situasi di Timur Tengah ini menjadi hal-hal yang mengkhawatirkan. Kemarin Yordania saja baru menyerang Suriah setelah penyerangan di sebuah rumah ibadah. Ya ini cukup prihatin kita,” kata Erick.

Erick menegaskan, PSSI masih menunggu perkembangan situasi keamanan sebelum mengambil keputusan. Menurut dia, keselamatan pemain harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kelanjutan pertandingan.

“Kami masih menunggu security issue dari polemik yang terjadi di sana. Apalagi kita lihat kan beberapa negara juga dalam situasi yang tidak pasti di Timur Tengah. Safety pemain kita harus prioritaskan,” ujarnya.

Bagian dari Persiapan Piala Asia 2027

Pertandingan melawan Yordania direncanakan menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia menghadapi Piala Asia 2027 di Arab Saudi, yang dijadwalkan berlangsung mulai Januari 2027.

Ketidakpastian laga tersebut membuat PSSI perlu mempertimbangkan perkembangan keamanan sebelum memastikan pertandingan dapat berlangsung sesuai jadwal.

Dengan demikian, perhatian PSSI saat ini mencakup dua hal, yakni pemantauan pemain keturunan di sejumlah negara di luar Belanda serta kepastian agenda pertandingan internasional Timnas Indonesia menjelang Piala Asia 2027. (*)