KETIK, MALANG – Mengangkat kisah cinta beda alam yang dibalut unsur drama komedi, film layar lebar Piye To Kih? menggelar roadshow special screening di bioskop Dieng 21 Cybermall, Kota Malang, Rabu, 4 November 2026 sore. Acara tersebut mempertemukan langsung para penonton dengan jajaran pemain utama, seperti Heri Chandra dan Dara Sarasvati.

Diproduksi oleh MIRACLE Pictures dan digarap oleh sutradara Ito Mavin, film ini menyoroti perjalanan hidup Mukidi (diperankan oleh Heri Chandra) sebagai lelaki yang berjuang membuktikan diri agar pantas menikah. Namun, di tengah perjalanan, ia justru menghadapi berbagai persoalan yang membuat hidupnya berantakan.

Di tengah kegagalan tersebut, ia bertemu dengan Sukma (Dara Sarasvati), perempuan misterius dari alam yang berbeda. Hubungan keduanya berkembang menjadi rumit akibat perbedaan dunia serta keyakinan yang tidak sejalan.

Selain unsur romansa, film ini turut mengeksplorasi elemen persahabatan, keluarga, kehilangan, kejujuran, hingga proses seseorang dalam memantaskan diri. Kehadiran karakter Gendut (Sutrisno Agung) dan Penyok (Eko Dunung) semakin memperkaya dinamika komedi di sepanjang film.

Sutradara film Piye To Kih?, Ito Mavin, mengungkapkan bahwa Kota Malang merupakan kota ke-14 dari total 17 kota yang dikunjungi dalam rangkaian roadshow. Rangkaian pemutaran khusus ini nantinya akan berlanjut ke agenda home premiere di Kediri pada 6 November dan gala premiere di Jakarta pada 12 November.

Baca Juga:
Guru SMKN 4 Malang Diduga Lontarkan Ucapan Seksis Berkedok Candaan, Langsung Dinonaktifkan

Para pemain film Piye To Kih? termasuk Heri Chandra dan Dara Sarasvati saat menyapa langsung para penonton seusai pemutaran special screening di Dieng 21 Cybermall Kota Malang, Rabu, 4 November 2026 sore (Foto : Kukuh/Ketik)

Terkait inspirasi dan gagasan, ia mengaku proses pembuatan film bermula dari perumusan pesan utama yang ingin disampaikan. Lewat cerita unik dan komedi yang menghibur, pesan tentang memantaskan diri diharapkan dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton.

"Awal mulanya, saya memikirkan pesan apa yang harus disampaikan ke penonton. Kemudian saya membuat judul dan premis yang unik, sehingga pesan tentang memantaskan diri ini dapat diterima dengan baik oleh penonton," jelasnya kepada wartawan. 

Sementara itu, Heri Chandra, pemeran utama yang juga dikenal lewat kanal YouTube Woko Channel, mengaku keterlibatannya dalam film layar lebar memberikan pengalaman baru. Ia sempat merasa kaget saat ditawari dan canggung pada awal proses.

Baca Juga:
Viral Guru Diduga Buka Jilbab Siswi SMKN 4 Malang, Kepala Sekolah Angkat Bicara

"Pertama ditawari wedi (takut), karena sebelumnya belum pernah main film. Apalagi kru yang terlibat juga banyak dan setelah saya baca naskah ceritanya, saya pun menerima tawaran tersebut," jelasnya. 

Selain perbedaan pada skala produksi, perbedaan paling terasa lainnya adalah mendalami peran. Namun, hal itu disiasati dengan pendekatan komunikasi yang cair dan santai. 

"Sehingga memudahkan proses adaptasi khususnya terhadap lingkungan baru," tambahnya. 

Di sisi lain, pemeran Sukma, Dara Sarasvati, mengaku tantangan terbesar dalam film keduanya ini terletak pada pendalaman karakter. Memerankan karakter nonmanusia tentu membutuhkan cara tersendiri untuk menyampaikan cerita dan pesan kepada penonton.

"Kalau sebelumnya, saya berperan sebagai manusia tetapi disini saya menjadi entitas lain atau hantu. Untuk tantangannya, lebih ke bagaimana saat berdialog dan gesturenya," tandasnya. (*)