Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan

Jurnalis: Riman La Maulia
Editor: Al Ahmadi

25 Feb 2026 21:30

Thumbnail Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan
Ratusan massa Aliansi Masyarakat Obi dan MPC Pemuda Pancasila Kecamatan Obi saat mendatangi dan menyegel kantor PT Poleko Yubarsons di kawasan hutan Pulau Obi, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: Riman/Ketik.com)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Aksi protes pecah di Pulau Obi, Rabu, 25 Februari 2026. Ratusan massa dari Aliansi Masyarakat Obi dan MPC Pemuda Pancasila Kecamatan Obi mendatangi kantor PT Poleko Yubarsons yang berada di kawasan hutan, sekitar 14 kilometer dari permukiman warga.

Aksi tersebut dipicu pelaksanaan konsultasi publik di Kantor Camat Obi yang dinilai tidak melibatkan masyarakat terdampak.

Forum itu disebut hanya dihadiri dua perwakilan pemerintah desa dan kepala desa, tanpa partisipasi luas warga. Sementara pihak konsultan Wana Akasa hadir dalam kegiatan tersebut.

Menggunakan dua truk, massa bergerak menuju lokasi perusahaan. Setibanya di area kantor, massa membakar ban sebagai bentuk protes atas dugaan perusakan hutan yang mereka tuduhkan kepada perusahaan.

Baca Juga:
Geram Terus Dilanda Banjir, Warga Brebes Gelar Aksi Keprihatinan di Tengah Genangan Air

Massa juga meminta Manajer PT Poleko Yubarsons, Roger, menemui mereka untuk memberikan penjelasan.

Namun hingga aksi berlangsung, pihak manajemen perusahaan tidak terlihat di lokasi.

Situasi sempat memanas dan terjadi aksi saling dorong sebelum aparat Polsek Obi yang dipimpin Kapolsek turun mengendalikan keadaan.

Foto Ketua Penanggung jawab aksi saat memerintah massa untuk palang kantor PT Poleko Yubarsons 
( Foto Riman/ketik)Ketua Penanggung jawab aksi saat berorasi dihadapan massa di halaman Kantor PT Poleko Yubarsons. (Foto: Riman/Ketik.com)

Baca Juga:
Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

Dalam orasinya, massa menuntut perusahaan bertanggung jawab atas dugaan penebangan kayu yang disebut-sebut menjadi salah satu faktor penyebab banjir bandang tahun 2016.

Mereka meminta ganti rugi atas kerusakan lingkungan dan dampak sosial yang dirasakan masyarakat.

Ketua Aliansi Masyarakat Obi, Yusran Dais, bersama Ketua MPC Pemuda Pancasila Kecamatan Obi, Safrin Alimudi, menyampaikan ultimatum kepada perusahaan.

“Selama tiga hari kami beri waktu. Jika tidak ada itikad baik, PT Poleko Yubarsons harus angkat kaki dari Pulau Obi,” ujar Yusran di hadapan massa.

Orator aksi, Darwan, juga menyampaikan peringatan agar perusahaan segera memberikan tanggapan atas tuntutan warga.

“Kalau dalam tiga hari tidak ada tanggapan serius, maka jangan salahkan rakyat jika situasi tidak lagi kondusif,” katanya.

Foto Massa aksi berada di depan kantor PT Poleko Yubarsons dengan membakar ban bekas 
(Foto Riman/ketik)Massa aksi berada di depan kantor PT Poleko Yubarsons membakar ban bekas meluapkan kekesalannya. (Foto Riman/Ketik.com)

Massa turut menyoroti peran pemerintah kecamatan dan desa yang dianggap membiarkan konsultasi publik berlangsung tanpa keterlibatan masyarakat luas.

Mereka mendesak pemerintah daerah mengevaluasi proses perizinan dan aktivitas perusahaan di wilayah tersebut.

Hingga berita ini ditulis, manajemen PT Poleko Yubarsons belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga.

Aparat kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan lanjutan aksi.(*)

Baca Sebelumnya

Daftar Susunan Pemain Persebaya vs PSM, Alfan Suaib Kembali Jadi Ujung Tombak

Baca Selanjutnya

Keren! Resmikan Landfill Mining di TPA Ngipik, Pemkab Gresik Kini Bisa Olah Sampah Jadi RDF

Tags:

PT Poleko Yubarsons pulau obi Aksi massa Obi 25 Februari 2026 Penolakan PT Poleko Yubarsons Konflik perusahaan kayu di Obi Demo masyarakat Obi hari ini konsultasi publik Dugaan perusakan hutan Pulau Obi Banjir bandang Obi 2016 Aliansi Masyarakat Obi Pemuda Pancasila Kecamatan Obi Kantor PT Poleko Yubarsons disegel Polemik izin perusahaan kayu Halsel Aktivitas logging di Halmahera Selatan Aksi Warga Kerusakan Hutan Banjir 2016 Pemuda Pancasila Obi

Berita lainnya oleh Riman La Maulia

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

6 April 2026 17:06

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

25 Maret 2026 21:37

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

Banjir Berulang di Obi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Desak Pemerintah Periksa Aktivitas Perusahaan

8 Maret 2026 22:58

Banjir Berulang di Obi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Desak Pemerintah Periksa Aktivitas Perusahaan

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

4 Maret 2026 11:15

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

27 Februari 2026 03:14

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

Dinilai Janggal, KNPI Halsel Minta Pemda Bertindak Hentikan Aktivitas PT Poleko di Obi

23 Februari 2026 18:45

Dinilai Janggal, KNPI Halsel Minta Pemda Bertindak Hentikan Aktivitas PT Poleko di Obi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar