Warga Obi Protes Jadwal Pemadaman PLN Tak Sesuai, Suarakan Keadilan Energi Nasional

Jurnalis: Riman La Maulia
Editor: Mursal Bahtiar

29 Okt 2025 15:08

Thumbnail Warga Obi Protes Jadwal Pemadaman PLN Tak Sesuai, Suarakan Keadilan Energi Nasional
Surahman La Dam Salah satu tokoh masyarakat Obi saat menyampaikan protes Rabu 29 Oktober 2025 (Foto: Riman/ketik.com)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Media sosial diwarnai gelombang keluhan warga Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Dari Facebook hingga grup WhatsApp, masyarakat ramai meluapkan kekesalan mereka terhadap pemadaman listrik bergilir yang dinilai sudah di luar batas kewajaran dan tak sesuai dengan jadwal resmi dari PLN ULP Laiwui.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) UP3 Ternate melalui ULP Laiwui telah mengumumkan rencana pemadaman bergilir untuk Oktober hingga November 2025.

Dalam pengumuman itu, PLN menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan akibat gangguan pada salah satu mesin pembangkit, sehingga daya mampu untuk beban puncak malam hari berkurang. PLN berjanji akan melakukan perbaikan mesin hingga kondisi kembali normal.

Foto Info jadwal pemadaman lampu bergilir (foto Riman/ketik)Info jadwal pemadaman lampu bergilir di Obi (foto Riman/ketik.com)

Baca Juga:
Polres Halmahera Selatan Tak Kendur Tangani Tambang Ilegal

Namun, kenyataan di lapangan jauh berbeda. Warga Obi mengaku pemadaman listrik terjadi di luar jadwal dan sering berlangsung lebih lama dari yang diumumkan.

“Pemadaman bisa sampai berjam-jam, bahkan kadang dua kali dalam sehari. Jadwal yang PLN umumkan itu seperti tidak berlaku di Obi,” ujar Surahman La Dam, salah satu tokoh masyarakat setempat Rabu 29 Oktober 2025.

Ia menilai, kondisi ini sudah sangat memprihatinkan dan mencerminkan ketimpangan pembangunan di daerah penghasil sumber daya alam besar seperti Obi.

“Kami di Obi ini seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat dan daerah. Potensi sumber daya alam kami luar biasa, hasil bumi, laut, dan tambang diambil untuk kepentingan nasional tapi kehidupan masyarakat justru gelap karena listrik bergilir,” tegas Surahman.

Baca Juga:
Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal

Menurutnya, situasi yang dialami warga Obi sama sekali tidak sebanding dengan kekayaan alam yang diambil dari wilayah tersebut.

“Masa Obi yang statusnya Kawasan Strategis Nasional masih hidup dengan sistem listrik bergilir? Ini bukan mati lampu satu dua hari, tapi hampir sebulan,” tambahnya.

Bagi warga Obi, pemadaman listrik berkepanjangan bukan sekadar persoalan teknis, melainkan simbol ketidakadilan energi. Mereka menilai negara belum sepenuhnya hadir untuk memastikan pemerataan pelayanan listrik di seluruh wilayah.

“Yang kami tuntut bukan kemewahan, tapi keadilan energi. Karena terang bukan sekadar lampu menyala, tapi tanda bahwa negara benar-benar hadir di tengah rakyatnya,” pungkas Surahman.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak PLN ULP Laiwui belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat yang merasa jadwal pemadaman tidak sesuai dengan pengumuman.

Baca Sebelumnya

BPBD Halsel Catat 116 Kejadian Bencana Sepanjang Januari hingga Oktober 2025

Baca Selanjutnya

Pasar Godean Ditempati Kembali Setelah Direvitalisasi, Bupati Sleman: Pindah Menuju Kemakmuran

Tags:

Pemadaman listrik bergilir Kecamatan Obi Halmahera Selatan Maluku Utara potensi sumberdaya alam tokoh masyarakat Obi Surahman Ladam masyarakat Obi resah. Pemerintah pusat Pemerintah Daerah

Berita lainnya oleh Riman La Maulia

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

6 April 2026 17:06

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

25 Maret 2026 21:37

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

Banjir Berulang di Obi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Desak Pemerintah Periksa Aktivitas Perusahaan

8 Maret 2026 22:58

Banjir Berulang di Obi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Desak Pemerintah Periksa Aktivitas Perusahaan

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

4 Maret 2026 11:15

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

27 Februari 2026 03:14

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan

25 Februari 2026 21:30

Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H