Rustam Ode Nuru Bawa KAHMI Halsel Memasuki Orbit Agromaritim

23 Agustus 2026 19:30 23 Agt 2026 19:30

Thumbnail Rustam Ode Nuru Bawa KAHMI Halsel Memasuki Orbit Agromaritim

Rustam Ode Nuru Ketua KAHMI Halmahera Selatan (Foto: Mursal/Ketik.com)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) membuka babak baru. Kepengurusan periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Rustam Ode Nuru resmi dilantik oleh Koordinator Presidium KAHMI Maluku Utara, Ishak Nasir.

Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Sabtu 22 Agustus 2026 malam. Arah seremoni dirangkum melalui semboyan berikut.

“Meneguhkan Islam dan Keindonesiaan, Menguatkan Kiprah KAHMI dalam Mengawal Transformasi Halmahera Selatan Berbasis Agromaritim yang Maju, Berkarya, Inklusif dan Berkeadilan,” demikian tema pelantikan tersebut.

Di hadapan jajaran Pemerintah Daerah, Forkopimda dan sejumlah tokoh, Rustam menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Kehadiran berbagai unsur strategis itu dinilainya mencerminkan kemitraan kukuh untuk mendorong kemajuan Bumi Saruma.

Bagi Rustam, mandat organisasi melekat bersama kewajiban etis, kecermatan intelektual, responsivitas, serta jejaring lintas sektor.

“Amanah kepemimpinan yang dititipkan di pundak kami ini adalah sebuah tanggung jawab moral. KAHMI menyadari bahwa kita berdiri di atas panggung zaman yang menuntut gerak cepat, kedalaman pemikiran, dan kolaborasi tanpa batas,” kata Rustam.

Pelantikan tersebut menjadi titik pijak bagi KAHMI Halmahera Selatan untuk merajut potensi alumni, memperkuat silaturahmi dan menghadirkan karya yang memiliki dampak nyata. Tema yang diusung tidak ditempatkan sebatas ornamen retorika, tetapi dipancangkan sebagai kompas moral dan peta jalan gerakan.

Identitas hijau-hitam, menurut Rustam, perlu diwujudkan lewat energi moderasi religius sekaligus patriotisme sipil demi menjaga pluralitas sosial.

“Sebagai alumni HMI, cita-cita keislaman dan keindonesiaan adalah dua sisi mata uang yang saling menguatkan, dua pilar tak terpisahkan yang menopang bangunan kebangsaan kita. Nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin—Islam yang membawa kesejukan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh semesta—harus menjadi fondasi etik dalam merawat kebinekaan, memperkuat integrasi nasional, dan mendorong kemajuan daerah,” tuturnya.

Pada aras sosial, KAHMI berkomitmen memelihara persatuan, menjembatani perbedaan dan menjaga atmosfer Halmahera Selatan tetap damai. Harmoni dipandang sebagai prasyarat penting agar agenda pembangunan dapat bergerak tanpa terganggu fragmentasi sosial.

Dari perspektif geostrategi, Rustam membaca pergeseran pusat gravitasi pembangunan ke wilayah kepulauan luar Jawa, bersamaan dengan menguatnya agenda kedaulatan konsumsi, dekarbonisasi, kelautan, hingga target satu abad Republik.

“Jika kita meneropong konteks nasional dan global, Indonesia saat ini sedang berpacu menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, ketahanan pangan, transisi energi berkelanjutan, serta pengelolaan sektor maritim menjadi fokus utama kebijakan nasional. Indonesia timur, khususnya kawasan Asia-Pasifik, kini berkembang menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru yang sangat diperhitungkan,” paparnya.

Politisi Golkar yang juga anggota DPRD Halmahera Selatan itu menempatkan Bumi Saruma dalam posisi vital pada lanskap tersebut. Bentang laut, tanah kepulauan yang subur serta kekayaan komoditas dinilai dapat membentuk ekosistem agromaritim yang tangguh apabila dikelola secara modern dan berkelanjutan.

Ia lalu mengingatkan bahaya stagnasi. Komoditas primer perlu segera masuk hilirisasi agar manfaat ekonomi lokal meningkat.

“Kita tidak boleh berpuas diri hanya menjadi penonton dalam arus perubahan global dan nasional. Potensi agromaritim Halmahera Selatan harus mampu bertransformasi dari sekadar penghasil bahan mentah menjadi pusat pengolahan bernilai tambah tinggi,” tegasnya.

Orientasi tersebut, kata dia, wajib berujung pada mobilitas sosial produsen kebun serta pelaku perikanan skala rakyat.

“Melalui konsep Agromaritim yang Maju, Berkarya, Inklusif, dan Berkeadilan, kita bertekad memastikan bahwa setiap bulir hasil pertanian dan setiap tetes hasil laut mampu mengangkat derajat hidup petani dan nelayan lokal kita ke tingkat sejahtera yang lebih tinggi,” sambungnya.

Rustam menegaskan KAHMI bukan organisasi politik praktis. KAHMI merupakan episentrum pemikiran yang menghimpun akademisi, teknokrat, politisi, birokrat, pengusaha, profesional dan tokoh masyarakat dengan beragam disiplin keilmuan.

Modal intelektual itu akan diarahkan untuk memperkuat kolaborasi Pentahelix yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media dan masyarakat. KAHMI ingin hadir sebagai mitra strategis sekaligus kekuatan kritis-konstruktif bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.

Dengan modal keahlian lintas profesi, organisasi tersebut menawarkan orkestrasi gagasan bagi program publik, konektivitas antarwilayah, serta distribusi manfaat pembangunan.

“KAHMI Halmahera Selatan siap menyambungkan jembatan pemikiran strategis para alumni untuk menyokong agenda-agenda prioritas pemerintah daerah, khususnya pada sektor-sektor kunci. Menjadi mitra dialog dalam memastikan bahwa pemerataan infrastruktur dan kue pertumbuhan ekonomi dirasakan oleh seluruh warga masyarakat Halmahera Selatan,” ujarnya.

KAHMI juga mendorong lahirnya generasi muda yang menguasai sains dan teknologi digital tanpa kehilangan akhlak serta integritas. Perpaduan kompetensi dan karakter dinilai penting agar sumber daya manusia Halmahera Selatan mampu berkompetisi dalam lanskap global.

Rustam melihat dialektika sebagai sumber daya, bukan ancaman. Karena itu, ia menjanjikan kanal komunikasi permanen guna mempertemukan keragaman pandangan menuju konsensus.

“Pintu dialog, ruang silaturahmi, dan kolaborasi dari KAHMI akan senantiasa terbuka lebar. Kami percaya bahwa perbedaan gagasan adalah kekayaan intelektual, dan persatuan dalam satu tujuan adalah kekuatan magis yang sanggup melompati berbagai hambatan pembangunan,” katanya.

Kemitraan tadi diarahkan pada capaian terukur, sehingga jargon kemajuan dapat hadir sebagai realitas sehari-hari.

“KAHMI siap berjalan sejajar, melangkah seirama, dan berjuang bersama Pemerintah Daerah dan seluruh komponen masyarakat untuk memastikan bahwa Halmahera Selatan yang maju, berkarya, inklusif, dan berkeadilan bukan sekadar wacana di atas kertas,” lanjutnya.

Kepada seluruh pengurus, Rustam mengingatkan agar jabatan organisasi dijadikan ladang pengabdian. Marwah kecendekiawanan harus dirawat melalui sikap moderat, rendah hati, visioner dan berorientasi pada kemanfaatan masyarakat.

Menjelang penutup, Rustam menempatkan periode 2026–2031 sebagai kelanjutan historis dari estafet sebelumnya, bukan titik awal tanpa akar.

“Pada kesempatan yang penuh khidmat ini, izinkan kami juga menyampaikan sekelumit refleksi tentang perjalanan dan dinamika kepengurusan Majelis Daerah KAHMI Halmahera Selatan. Kepengurusan yang kami emban hari ini bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Ia merupakan mata rantai perjuangan, pengabdian, dan silaturahmi yang telah dibangun oleh para pendahulu dalam tiga fase kepengurusan,” beber Rustam.

Ia mengakhiri pidato lewat pesan rekonsiliasi antargenerasi, kedewasaan organisasi, serta optimisme kolektif.

“Semoga transisi kepemimpinan ini menjadi transisi yang bermartabat: menghormati masa lalu, dewasa menghadapi dinamika hari ini, dan optimistis menatap masa depan. Mari kita tutup setiap perbedaan dengan silaturahmi, kita rawat setiap persaudaraan dengan ketulusan, dan kita buktikan bahwa KAHMI Halmahera Selatan mampu menjadi rumah besar yang kokoh bagi seluruh alumni HMI sekaligus mitra strategis bagi kemajuan Bumi Saruma,” pungkasnya.

Tombol Google News

Tags:

Rustam Ode Nuru Ketua Kahmi Halsel Kahmi Halsel Halmahera Selatan Maluku Utara