KETIK, HALMAHERA SELATAN – Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, meminta anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tidak hanya mempersiapkan diri untuk tugas upacara kemerdekaan, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bassam saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka tingkat Kabupaten Halmahera Selatan 2026 di Aula Kantor Bupati, Senin, 3 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Bassam menekankan pentingnya keteguhan sikap dan pembentukan karakter bagi para peserta, serta mengingatkan sejumlah tantangan sosial yang dinilai dapat memengaruhi generasi muda, termasuk penyalahgunaan narkoba dan perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan norma dan budaya masyarakat setempat.
Ia menempatkan para calon pengibar bendera pusaka sebagai representasi generasi muda daerah yang diharapkan dapat menjadi panutan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Kalian adalah putra-putri terbaik Halmahera Selatan. Kalian memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi teladan, panutan, bagi teman-teman di sekolah masing-masing,” kata Bassam.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tugas Paskibraka tidak hanya terbatas pada pelaksanaan upacara, tetapi juga mencerminkan nilai kepemimpinan dan kedisiplinan.
“Saya menitipkan hal besar kepada kalian sekalian. Tugas kalian mengibarkan bendera pada hari jadi Republik Indonesia tanggal 17 Agustus nanti. Tapi kalian punya tanggung jawab besar untuk menunjukkan jiwa kepemimpinan,” ujarnya.
Bassam juga menyoroti pentingnya ketahanan moral di tengah perkembangan sosial saat ini.
“Memberikan teladan di tengah dinamika pertumbuhan dan perkembangan zaman saat ini,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) sebagai salah satu perhatian dalam pembinaan karakter generasi muda.
“LGBT menjadi satu hal yang mengkhawatirkan kita semua. Ini menjadi inti fokus kita. Saya berharap kalian menjadi agen terdepan dalam menolak penyimpangan LGBT,” tegas Bassam.
Ia menambahkan bahwa hal tersebut dipandang tidak sejalan dengan nilai budaya dan norma yang berlaku di masyarakat.
“Ini adalah sesuatu yang sangat menyimpang dari budaya kita, menyimpang dari nilai-nilai kita semua,” katanya.
Bassam juga menyinggung pandangannya terkait relasi sesama jenis yang menurutnya tidak sesuai dengan norma yang dianut.
“Menormalisasi sesuatu hal yang tidak kita sepakati. Hubungan antara laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan,” tuturnya.
Selain itu, ia mengingatkan para peserta untuk menjauhi perilaku yang dianggap negatif serta menjaga masa depan mereka.
“Saya berharap adik-adik bisa menghindari perbuatan tercela serta menjauhi hal-hal yang dilarang, LGBT, narkoba, dan lain-lain,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan di daerah yang akan berlanjut kepada generasi muda.
“Saya berharap ini menjadi perhatian kita semua. Hari ini kami masih di sini. Tapi ke depan, ini akan menjadi sunatullah karena tonggak ini akan diserahkan kepada adik-adik sekalian,” ujar Bassam.
Pada bagian lain, Bupati mengingatkan pentingnya kemampuan berpikir kritis agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dianggap negatif.
“Kami tidak ingin adik-adik sekalian menjadi generasi-generasi yang lemah. Generasi yang dicuci otak dan pikirannya kepada hal-hal yang menyimpang,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bassam memberikan motivasi kepada para peserta agar terus mengembangkan diri dan berkontribusi positif bagi daerah.
“Saya berharap kalian semua menjadi pribadi yang membawa perubahan ke arah yang positif. Saya juga mendoakan semoga diberikan kekuatan dan kesehatan agar dapat melaksanakan tugas, sehingga dapat menjadi pemimpin yang teladan dan generasi emas yang membawa Halmahera Selatan menjadi lebih baik lagi, insyaallah,” pungkas Bassam.
