Mentan Amran Tinjau Sawah Terdampak Kekeringan di Gresik, Siapkan Pompa dan Sumur Dangkal

12 Agustus 2026 16:31 12 Agt 2026 16:31

Aris Erwandi, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Mentan Amran Tinjau Sawah Terdampak Kekeringan di Gresik, Siapkan Pompa dan Sumur Dangkal

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meninjau langsung lahan pertanian terdampak kekeringan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Gresik.(Foto: Pemkab Gresik)

KETIK, GRESIK – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman meninjau langsung lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Selasa 11 Agustus 2026.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kementan menyiapkan bantuan pompa air hingga pembangunan sumur dangkal untuk menyelamatkan produksi pangan setempat.

​Langkah cepat Kementan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang mendampingi peninjauan menyampaikan terima kasih atas perhatian pusat terhadap kondisi para petani lokal yang sedang menghadapi musim kemarau.

​“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para petani di Kabupaten Gresik. Bantuan ini tentu sangat berarti, terutama untuk menjaga ketersediaan air dan produktivitas lahan pertanian di tengah musim kemarau,” ujar Wabup Alif.

​Berdasarkan pemetaan tahun ini, potensi kekeringan di wilayah Provinsi Jawa Timur diperkirakan mencakup luasan lebih dari 200 hektare. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian apabila tidak segera ditangani secara terukur.

​Pemkab Gresik menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama agar petani tetap dapat berproduksi di tengah tantangan perubahan cuaca.

​“Gresik siap bersinergi dan mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Kami akan terus memperkuat infrastruktur pertanian, memastikan bantuan tepat sasaran, serta mendorong petani agar semakin produktif dan sejahtera,” tambahnya.

​Dalam peninjauan lapangan tersebut, Kementan mengalokasikan sejumlah dukungan sarana dan prasarana pengairan bagi Kabupaten Gresik. Bantuan tersebut terdiri atas 54 unit irigasi perpompaan, 9 unit irigasi perpipaan, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 12 unit.

​Selain itu, Mentan Amran juga menyerahkan bantuan dua unit traktor roda dua kepada buruh tani sebagai bagian dari upaya perluasan akses terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan).

​Bagi Pemkab Gresik, dukungan tersebut tidak hanya menjadi solusi menghadapi kondisi kekeringan saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas pertanian dalam jangka panjang.

​Wabup Alif menegaskan, target pencapaian swasembada pangan membutuhkan keterlibatan seluruh tingkatan pemerintahan, termasuk pemerintah daerah, penyuluh, hingga kelompok tani.

​“Target swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Daerah juga memiliki peran penting. Karena itu, kami siap bergerak bersama, memastikan setiap dukungan yang diberikan pemerintah dapat benar-benar dirasakan dan berdampak bagi petani Gresik,” tegasnya.

​​Sementara itu, Mentan Amran menjelaskan bahwa penanganan kekeringan dilakukan melalui dua pendekatan. Sawah yang memiliki sumber air di sekitarnya akan langsung diberikan bantuan pompa, sedangkan area yang tidak memiliki sumber air ditangani lewat pembangunan sumur dangkal.

​“Kita bagi dua solusinya. Yang pertama, yang ada sumber air dekat dari sawah yang kekeringan, kita berikan pompa langsung. Tidak ada basa-basi, tidak birokrasi panjang. Yang kedua, yang tidak ada sumber air, kita siapkan sumur dangkal,” kata Mentan Amran.

​Ia menyebutkan, stok perberasan di Jawa Timur saat ini relatif aman dengan produksi sekitar 1,3 juta ton. Kendati demikian, langkah mitigasi tetap wajib dilakukan untuk mengantisipasi risiko kemarau.

​“Kita tenang, tetapi kita tidak boleh lengah. Kita harus tetap berusaha keras untuk memitigasi risiko kekeringan yang terjadi tahun ini,” ujarnya.

​Di sisi lain, Kementan juga berencana memangkas regulasi agar kelompok buruh tani lebih mudah mendapatkan bantuan alsintan seperti traktor, combine harvester, dan alat tanam. Prosedur pengusulan disederhanakan cukup melalui verifikasi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

​“Tanda tangannya tidak usah ribet. Cukup PPL kami terima. PPL tanda tangan, kami terima di Jakarta, kami kirim alatnya kepada yang membutuhkan,” tegas Mentan Amran.

Selain penanganan kekeringan jangka pendek, Pemkab Gresik juga terus mendorong penguatan infrastruktur sumber daya air, termasuk rencana pembangunan kolam retensi di wilayah Gresik selatan yang selama ini menghadapi persoalan kekeringan berulang.

​Menanggapi kebutuhan tersebut, Mentan Amran menyatakan kesiapan pemerintah pusat untuk berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian ATR/BPN apabila terdapat persoalan pertanahan yang perlu diselesaikan. Ia meminta agar kebutuhan tersebut disampaikan secara tertulis.

​“Kalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan layani. Tidak usah basa-basi,” pungkas Mentan.(*) 

Tombol Google News

Tags:

Mentan Amran Sulaiman Menteri Pertanian Wabup Asluchul Alif Desa Munggugianti Kekeringan Sawah pompa air Bantuan Irigasi Kecamatan Benjeng