Kunjungi Sekolah Rakyat di Gresik, Mensos Gus Ipul Beberkan Peran Taruna Bhakti

4 Agustus 2026 11:37 4 Agt 2026 11:37

Aris Erwandi, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kunjungi Sekolah Rakyat di Gresik, Mensos Gus Ipul Beberkan Peran Taruna Bhakti

Mensos Saifullah Yusuf menghadiri kegiatan didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Sidayu, Gresik.(Foto: Istimewa)

KETIK, GRESIK – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Dalam kunjungan tersebut, Mensos membeberkan peran strategis penerjunan anggota Program Taruna Bhakti dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) di lingkungan Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menjelaskan, sebanyak lima taruna disiagakan di setiap titik Sekolah Rakyat untuk memberikan pendampingan intensif kepada para siswa selama enam hari masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

"Penempatan taruna Akademi TNI dan Akpol melalui Program Taruna Bhakti bertujuan membangun fondasi karakter, melatih kemandirian, serta menjadi teladan bagi siswa Sekolah Rakyat," tegas Gus Ipul saat meninjau lokasi.

Ia menambahkan, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diinisiasi sejak 2025. Program ini difokuskan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem guna menjamin akses pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan.

"Sekolah Rakyat dimulai sejak 2025 dengan beroperasinya sekolah rintisan di 166 lokasi yang menampung sekitar 15.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Anak-anak yang dahulu kehilangan harapan kini dijawab oleh Sekolah Rakyat untuk meraih impian dan cita-citanya," tutur Gus Ipul.

Pada tahun ajaran baru di Kabupaten Gresik, sebanyak 405 siswa tercatat resmi memulai kegiatan MPLS di Sekolah Rakyat Permanen. Komposisi peserta didik terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Selain itu, terdapat 75 siswa SRMA yang telah menempuh pendidikan selama satu tahun serta 60 siswa yang berasal dari Kabupaten Lamongan.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga memberikan apresiasi kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atas keaktifan jajarannya dalam melakukan penjangkauan calon siswa dari keluarga prasejahtera secara transparan.

"Tidak ada titip-titipan dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat. Tidak ada titipan gubernur, bupati, camat, ataupun kepala desa," ujar Mensos.

"Terima kasih kepada Bupati Gresik. Meskipun pembangunan SRT belum rampung 100 persen, sekolah ini sudah dapat ditempati dan memenuhi kuota di masing-masing jenjang. Sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar secara penuh, seluruh siswa diwajibkan mengikuti rangkaian MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, serta kehidupan di sekolah berasrama," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani menyampaikan rasa syukur atas beroperasinya gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi yang berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare. Menurutnya, sekolah berasrama gratis tersebut merupakan wujud sinergi nyata dengan pemerintah pusat untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

"Sekolah Rakyat ini memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga yang belum beruntung, termasuk keluarga miskin ekstrem, untuk belajar dan memiliki peluang menjadi orang sukses di masa depan. Ini adalah mandat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto," tegas Gus Yani.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memadukan kurikulum standar nasional dengan kearifan lokal yang religius untuk mencetak generasi unggul dan berkarakter kuat.

"Alhamdulillah, ada 405 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA, termasuk anak-anak dari Kabupaten Lamongan. Melalui sekolah berasrama gratis ini, kita ingin melahirkan generasi unggul yang berkarakter kuat," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

mensos gus ipul Bupati Gus Yani Sekolah Rakyat Sidayu Gresik Kabupaten Gresik Saifullah Yusuf Fandi Akhmad Yani Sekolah Rakyat Sidayu Gresik