Tunjangan Guru PAI di Cilegon Terancam Tidak Cair, Ini Penyebabnya

Jurnalis: Khoirul Umam
Editor: Muhammad Faizin

10 Jul 2025 17:47

Thumbnail Tunjangan Guru PAI di Cilegon Terancam Tidak Cair, Ini Penyebabnya
Kegiatan PPKB yang pernah digelar DPD AGPAII Kota Cilegon pada bulan Mei dan Juni 2025 lalu. (Foto: dok pribadi/ Ketik)

KETIK, CILEGON – Tunjangan sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kota Cilegon terancam tidak cair. Ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Program Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PPKB) yang dilaksanakan oleh Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) DPD Kota Cilegon.

Diketahui, pada 27 Mei 2025, kemudian 12 dan 13 Juni 2025 DPD AGPAII Kota Cilegon menggelar kegiatan PPKB di Greenotel Green MegaBlock, Kecamatan Cibeber dengan jumlah total peserta 360 orang dari tanggal 25 Mei 2025 sampai dengan tanggal 12 dan 13 Juni 2025. 

Namun dari pelaksanaan tersebut rupanya banyak keluhan dari para guru dan kepala sekolah. Mulai dari peserta diharuskan membayar biaya Rp300 ribu untuk kegiatan tersebut, sampai ancaman jika tidak ikut PPKB maka tunjangan sertifikasinya tidak dicairkan.

Diketahui sebelumnya, salah satu pengurus DPD AGPAII Kota Cilegon, Suroj mengaku tidak jadi soal meski tidak ikut PPKB. 

Baca Juga:
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Ekonomi Jatim Terancam Melambat: DPRD Desak Mitigasi

"Silakan mau ikut dimana saja kegiatan pengembangan kompetensinya. Yang penting muatannya sama atau nilainya sama dengan PPKB," terangnya dalam keterangan sebelumnya yang juga pernah tayang di ketik.com.

Sayangnya hal itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Berdasarkan informasi yang masuk ke redaksi, banyak guru PAI yang tunjangan sertifikasinya terancam tidak cair untuk bulan Juni 2025 ini.

Ini dikarenakan agar tunjangan sertifikasinya bisa dicairkan, para guru PAI diharuskan menyerahkan sertifikat PPKB yang sudah ditandatangani instansi terkait. Yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon.

Salah satu sumber yang tidak bisa disebutkan menuturkan, jika sebenarnya selama ini untuk pencairan tunjangan sertifikasi lancar-lancar saja dan tidak ada masalah.

Baca Juga:
Pelajar SMP di Surabaya Dilarang Gunakan Sepeda Motor, Disdik Siapkan Sanksi Bagi Pelanggar

"Selama ini pencairan tunjangan itu berdasarkan penilaian kinerja, bukan dikarenakan mengikuti kegiatan PPKB," tuturnya kepada ketik.com, Kami, 10 Juli 2025.

Sumber yang lain menambahkan, selama ini pencairan tunjangan sertifikasi tidak ada kendala apa pun.

"Ya kadang cair 1 bulan sekali, 2 bulan sekali, dan kadang dirapel 3 bulan," ujar sumber yang lain.

Namun, baru sekarang pencairan tunjangan sertifikasi diwajibkan harus ada sertifikat kegiatan PPKB.

"Ini kan tidak sesuai aturan yang berlaku selama ini," imbuhnya. 

Lebih lanjut, menurut sumber yang lainnya, sejak adanya pengurus DPD AGPAII Kota Cilegon yang baru, pencairan tunjangan jadi lebih ribet. Dikarenakan diharuskan ada sertifikat PPKB.

"Bahkan ada yang bilang, gak usah ikut juga enggak apa-apa. Yang penting bayar yang Rp300 ribu nya,nanti dapat sertifikat," ujarnya.

Tidak hanya itu,kata sumber tersebut, kalau Kepala Kemenag Cilegon meminta agar tunjangan segera dicairkan.

"Cuma ya itu tadi. Syarat yang diharuskan oleh AGPAII Cilegon. Kalau begini kan kasihan. Banyak guru yang tidak bisa cair sertifikasinya," imbuhnya. 

Dikonfirmasi Kepala Seksi Pendidikan Keagamaan Islam (Kasi Pakis) Kantor Kemenag Cilegon, Iwan Kurniawan tidak merespons pertanyaan wartawan. (*)

Baca Sebelumnya

Ketua PCNU Kota Malang Sebut Ceramah Zakir Naik Lebih Baik Tertutup

Baca Selanjutnya

Efisiensi: Momentum Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Menuju Smart Governance

Tags:

DPD AGPAII Cilegon Guru PAI tk SD smp SMA Kemenag Cilegon Dindikbud Cilegon PPKB Tunjangan sertifikasi terancam Tidak cair

Berita lainnya oleh Khoirul Umam

Terkendala Lahan, Pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih di Cilegon Lamban

7 April 2026 15:15

Terkendala Lahan, Pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih di Cilegon Lamban

Demi Program Prioritas 2027, Pemkot Cilegon Siapkan Skema Baru

2 April 2026 12:00

Demi Program Prioritas 2027, Pemkot Cilegon Siapkan Skema Baru

Tolak Wacana PPPK Dirumahkan, Muhsinin Sebut Kinerja PPPK Lebih Baik Daripada PNS

30 Maret 2026 11:50

Tolak Wacana PPPK Dirumahkan, Muhsinin Sebut Kinerja PPPK Lebih Baik Daripada PNS

Haul Ke-470 M Sultan Maulana Hasanudin Banten, 500 Ribu Undangan Hadir

28 Maret 2026 14:42

Haul Ke-470 M Sultan Maulana Hasanudin Banten, 500 Ribu Undangan Hadir

Jelang Lebaran, Ribuan PPPK Banten Menjerit Hak Tak Setara dengan PNS

19 Maret 2026 22:45

Jelang Lebaran, Ribuan PPPK Banten Menjerit Hak Tak Setara dengan PNS

Wali Kota Cilegon Buka Ruang Kritik untuk Perbaikan Kinerja Pemerintahan

18 Maret 2026 12:49

Wali Kota Cilegon Buka Ruang Kritik untuk Perbaikan Kinerja Pemerintahan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar