KETIK, CILACAP – Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Bina Bangsa Bersama (B3) hadir sebagai solusi, menjembatani pencari kerja khususnya di dunia tambang. LPKS B3 Cilacap mengubah tantangan menjadi peluang dengan memberikan keterampilan bersertifikat.
Terbukti, untuk kesekian kalinya LPKS Bina Bangsa Bersama Cilacap kembali memberangkatkan anak didiknya bekerja di sektor tambang.
Sejumlah 6 peserta mechanic dari Basic Mechanic Course (BMC) Bina Bangsa Bersama Cilacap siap diberangkatkan untuk bekerja di PT. Bintang Tujuh Lapan Nemo Asia di Kalimantan Tengah.
Sesi pemberangkatan berlangsung di LPKS B3 Cilacap, Jalan Rinjani 55 Sidanegara Cilacap Tengah, Sabtu malam, 19 Juli 2026.
Direktur LPKS B3 Cilacap, Mukholid Anshori menyampaikan, pemberangkatan peserta mechanic merupakan yang kelima setelah sebelumnya memberangkatkan batch 1 ke Kalimantan Tengah, batch 2 dan batch 3 ke Halmahera Maluku Utara.
Kemudian 2 peserta di batch 3 kembali diberangkatkan ke Kalimantan Tengah. Di samping itu, sebanyak 21 peserta pelatihan sedang dididik dalam pelatihan Basic Mechanic Course.
"Yang jelas peserta pelatihan kami bekali dengan keterampilan dan skill yang bersumber dari instruktur yang handal jebolan eks tambang yang sudah berpengalaman di bidangnya baik mekanik maupun operator," ujar Mukholid.
Adapun fasilitas yang diberikan BMC B3 mencakup pelatihan mengemudi, mekanik mobil, mekanik motor, mekanik dan operator alat berat. Nantinya trainee akan mendapatkan SIM, Sertifikat BMSP dan BMC serta mendapat surat izin operator (SIO) sesuai dengan job yang dipilih.
"Sertifikat yang didapat dari pelatihan BMC Bina Bangsa ini merupakan syarat mutlak untuk mengoperasikan alat berat sekaligus legalitas bekerja di perusahaan," katanya.
Mukholid mengklaim saat ini peserta BMC batch 5 terdapat 21 peserta, terdiri peserta pelatihan operator ada 16 orang, dan 5 mekanik.
"Saat ini kami sedang membuka pendaftaran untuk batch 6. Bagi siswa yang baru saja lulus dari SMK, SMA, MA, ataupun yang sudah bekerja di tambang tetapi belum punya sertifikat BMC silahkan bergabung di workshop kami nanti akan kita proses kegiatan BMC agar terproses sertifikasi kompetensi," pungkas Mukholid.
Senada, Direktur Executive BMC, Barco Aldi Nugroho mengungkapkan bahwa secara teknis BMC B3 Cilacap didukung oleh kompetitor-kompetitor yang sudah berkompetensi di dunia tambang baik dari PT. Pamapersada Nusantara (PAMA) maupun dari PT. Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA).
Selain itu, peserta didik BMC B3 ditempa dengan didikan pembinaan mental dan fisik (Bintalsik) dimana merupakan program pelatihan disiplin yang dirancang untuk membangun karakter tangguh, ketahanan fisik dan etos kerja untuk menyiapkan individu menghadapi tantangan di dunia kerja.
"Pada saat mereka bekerja di perusahaan tambang ini benar-benar dibutuhkan skill, keterampilan, mental serta perjuangan yang begitu ketat di dunia tambang," ucap Barco.
Pria yang juga aktif dikomunitas anti Narkoba ini menjelaskan, B3 membuka jaringan tidak hanya di Cilacap tetapi juga di Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen) hingga 35 kabupaten.
"Sasaran kami terhadap masyarakat ataupun orang tua yg mempunyai anak lulusan SMK, SMA dan MA agar bisa masuk di dunia tambang melalui BMC B3 Cilacap," jelasnya.
Tak hanya itu, BMC B3 Cilacap juga aktif dalam kegiatan amal dengan melakukan turnamen sepak bola di Kecamatan Kawunganten.
Selanjutnya dalam rangka sedekah laut Kabupaten Cilacap BMC B3 hadir dengan program-program BMC B3 dilingkungan nelayan dan kehadiran BMC B3 di turnamen sepak bola di Kecamatan Kroya.
"Ini merupakan kolaborasi lembaga, masyarakat, dan jajaran pemerintah yang ada di Kabupaten Cilacap," ucapnya.
Barco menekankan terhadap siswa didiknya khususnya yang akan diberangkatkan ke Kalimantan Tengah ini harus mengedepankan loyalitas, menjaga dedikasi dan bertanggung jawab.
"Kami selalu tekankan kepada peserta pelatihan kerja keras, bekerja cerdas, kerja iklas dan kerja tuntas," tandas Barco. (*)
.png)