Atasi Masalah Kotoran Hewan, Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Adakan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos

Jurnalis: Wandi Ruswannur
Editor: T. Rahmat

31 Jul 2024 00:05

Thumbnail Atasi Masalah Kotoran Hewan, Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Adakan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos
Mahasiswa KKNT Inovasi IPB mengadakan penyuluhan pembuatan pupuk kompos (Foto: dok. pribadi)

KETIK, CIANJUR – Desa Sukakarya, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur merupakan daerah dengan potensi yang melimpah, terutama dalam bidang peternakan dan pertanian. Tidak sedikit dari warga yang memiliki ternak hewan di pekarangan rumah, mulai dari ayam, kambing hingga sapi. 

Ketua RW 08, Yusep Ginanjar mengatakan, bahwa masih banyak dari masyarakat Desa Sukakarya khususnya di wilayahnya yang memiliki lahan pertanian atau bekerja sebagai buruh tani. Komoditas pertanian yang umumnya ditanam adalah singkong, palawija, dan jamur.

"Limbah kotoran hewan yang tidak dimanfaatkan dengan baik dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan seperti pencemaran air, udara dan menjadi sumber penyakit sehingga memacu peningkatan gas metana," katanya kepada Ketik.co.id, Selasa (30/07/2024).

Dia menyatakan, warga Desa Sukakarya sudah biasa menggunakan kotoran hewan ternak yang menumpuk untuk menyuburkan tanah. Namun, warga Desa Sukakarya umumnya hanya menggunakan kotoran hewan secara mentah tanpa diolah terlebih dahulu dan langsung dijadikan pupuk. 

Baca Juga:
Puluhan Mahasiswa Sampang Geruduk Kantor Disperta KP, Persoalkan Dugaan Penjualan Pupuk Subsidi di Atas HET

"Padahal kotoran hewan yang masih mentah belum memiliki unsur hara yang baik untuk tanaman, tetapi memiliki unsur gulma yang tinggi yang dapat tumbuh menjadi tanaman pengganggu dan perusak pertumbuhan tanaman," ujarnya.

Mengetahui masalah tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) IPB University di Desa Sukakarya memutuskan untuk melakukan kegiatan penyuluhan pembuatan pupuk kompos dari limbah kotoran hewan ternak. 

"Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan permasalahan terkait penumpukan limbah kotoran ternak dapat teratasi serta meminimalisir dampak buruk bagi lingkungan," ucap Cyntia selaku mahasiswa anggota KKN-T IPB University.

Selain itu ujar Dia, pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik ini tentunya menjadi salah satu jalan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan ekonomi melalui penjualan pupuk organik dari kotoran kambing.

Baca Juga:
Dari Gulma Jadi Berkah, Ditpolairud Sumsel Ubah Eceng Gondok Jadi Pupuk Organik

Melalui kegiatan tersebut, ia berpesan untuk masyarakat supaya dapat memiliki pemikiran yang kreatif dan berani mencoba untuk memanfaatkan potensi-potensi yang ada di lingkungan sehingga memilliki nilai tambah. 

“Terus mencoba dan belajar itu adalah bagian kita bersama, apalagi menyangkut kesejahteraan masyarakat tentunya harus sama-sama mengusahakan yang terbaik. Sejatinya usaha tidak akan mengkhianati hasil,” terangnya. 

Menurutnya, tujuan diadakannya kegiatan penyuluhan pembuatan pupuk kompos ini adalah untuk memberikan informasi mengenai bagaimana cara memanfaatkan limbah kotoran hewan ternak dengan benar untuk mengurangi limbah ternak, dan hasilnya dapat digunakan untuk menyuburkan tanah pada lahan yang akan digunakan untuk penanaman tanaman pertanian dan perkebunan. 

"Harapannya dengan diadakannya kegiatan ini masyarakat dapat membuat pupuk kompos sendiri sehingga dapat mengurangi pengeluaran yang dibutuhkan untuk kebutuhan pertanian, dan bahkan dapat memperjualbelikan pupuk tersebut. Hal ini selaras dengan visi dan misi Desa Sukakarya, yaitu meningkatkan perekonomian rakyat dengan mengoptimalkan potensi lokal dan sumber daya alam terutama di sektor pertanian,” bebernya.

Ia lantas menyebutkan, bahwa kegiatan dimulai dengan pemaparan materi mengenai pupuk kompos seperti manfaat dan kelebihannya sampai dengan praktik pembuatan pupuk kompos yang dilakukan bersama. 

“Program ini dapat menjadi alternatif dalam membantu masyarakat yang memiliki peternakan luas yang menghasilkan banyak sekali kotoran hewan. Maka dari itu, masyarakat pun juga sangat berterima kasih dan antusian atas adanya program tersebut,” imbuhnya.

Selanjutnya, pihaknya akan melakukan monitoring perkembangan pupuk kompos yang telah dibuat selama beberapa minggu ke depan, dan menyebarkan materi berupa powerpoint mengenai pupuk kompos dan pembuatannya bagi masyarakat yang tidak dapat menghadiri kegiatan penyuluhan.

Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh Rustandi Sagi selaku Kepala Dusun 02 Desa Sukakarya, Yusep Ginanjar Ketua RW 08, Andika Cahya Safari selaku Patriot Desa, dan beberapa masyarakat Desa Sukakarya lainnya. (*)

Baca Sebelumnya

Rakor Baznas RI dan Baitul Mal di Aceh Lahirkan Deklarasi Tapaktuan

Baca Selanjutnya

Sidang Pengusaha Perumahan di Atas TKD Tanpa Izin Sultan HB X, Empat Saksi Dihadirkan

Tags:

Cianjur Kotoran Hewan IPB pupuk

Berita lainnya oleh Wandi Ruswannur

Komitmen Raih Zero Net Emission, KAI Terus Kebut Fasilitas Stasiun Ramah Lingkungan

4 Agustus 2024 06:05

Komitmen Raih Zero Net Emission, KAI Terus Kebut Fasilitas Stasiun Ramah Lingkungan

Atasi Masalah Kotoran Hewan, Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Adakan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos

31 Juli 2024 00:05

Atasi Masalah Kotoran Hewan, Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Adakan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos

Potret Kebersamaan Prajurit TNI Nobar Final Timnas Indonesia U-19 vs Thailand

30 Juli 2024 05:23

Potret Kebersamaan Prajurit TNI Nobar Final Timnas Indonesia U-19 vs Thailand

LRT Jabodebek Kenalkan Transportasi Massal kepada Anak-Anak Lewat Edutrain

29 Juli 2024 05:52

LRT Jabodebek Kenalkan Transportasi Massal kepada Anak-Anak Lewat Edutrain

Resep Mudah Membuat Sate Jamur, Lezat!

28 Juli 2024 01:17

Resep Mudah Membuat Sate Jamur, Lezat!

Roadshow Bus KPK, Pemkab Cianjur Gelar Lomba Cerdas Cermat hingga Diskusi Anti Korupsi

27 Juli 2024 10:45

Roadshow Bus KPK, Pemkab Cianjur Gelar Lomba Cerdas Cermat hingga Diskusi Anti Korupsi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar