KETIK, BREBES – Pemerintah Kabupaten Tegal menggandeng Tim Riset Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI-Saintek) untuk memperkuat pelayanan publik yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Langkah konkretnya diwujudkan melalui Pelatihan Bahasa Isyarat bagi Operator dan Pelayan Publik yang digelar di Gedung Dadali, Pemerintah Kabupaten Tegal, Jumat 28 Agustus 2026.
Pelatihan ini menyasar aparatur yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Mereka dibekali kemampuan dasar bahasa isyarat agar dapat berkomunikasi lebih efektif dengan penyandang tuli dan disabilitas komunikasi lainnya.
“Semua masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan. Bahasa isyarat menjadi kebutuhan baru dalam menghadapi masyarakat yang memiliki kebutuhan komunikasi khusus,” kata Anggota Tim Riset BESTARI-Saintek, Dra. Sri Sutjiatmi.
Sri menjelaskan, pelatihan ini merupakan tahapan lanjutan dari serangkaian program sebelumnya. Tim BESTARI-Saintek bersama relawan tuna rungu dan tuna wicara telah mengembangkan Bank Video, dilanjutkan Workshop Penyusunan SOP Inklusif, serta penyusunan Modul Pelatihan Petugas Layanan Inklusif.
“Hari ini kami melanjutkan dengan pelatihan khusus bagi Bapak-Ibu yang memberikan pelayanan kepada masyarakat tuli,” ujarnya.
Menurut Sri, penyusunan perangkat pelayanan saja tidak cukup. Kompetensi petugas menjadi kunci agar konsep pelayanan inklusif benar-benar diterapkan dalam praktik sehari-hari.
“Dengan intensitas pelatihan dan praktik yang semakin baik, profesionalitas pelayan publik juga akan semakin meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kemampuan aparatur dalam memahami kebutuhan komunikasi masyarakat tuli merupakan bagian dari upaya membangun birokrasi yang melayani seluruh kelompok masyarakat secara setara. Hal ini sekaligus memperkuat komitmen Pemkab Tegal dalam menghadirkan layanan yang aksesibel, responsif, empatik, dan tidak diskriminatif.
Program BESTARI-Saintek sendiri mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).(*)
Pemkab Tegal Latih Aparatur Bahasa Isyarat, Perkuat Layanan Publik Inklusif untuk Penyandang Disabilitas
2 September 2026 17:30 2 Sep 2026 17:30
Makroni, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Aparatur peserta pelatihan dalam sesi foto bersama (Foto: Hms for ketik.com)
Tags:
Pemkab Tegal Bestari Saintek bahasa isyarat Pelayanan Publik LPDP Kemendikti SaintekBaca Juga:
Disentil Soal Toilet Mampet, Sekda Sleman Beri Waktu Tiga Bulan dan Gelar Lomba Kebersihan Toilet OPDBaca Juga:
Pemkot Probolinggo Gulirkan ANVAPRO 2026, Siapkan Reward Rp30 Juta bagi InovatorBaca Juga:
Bupati Brebes Tegaskan Pejabat Tak Perlu Takut Ambil Keputusan Selama Sesuai AturanBaca Juga:
Pemkab Tegal Naikkan Anggaran Insentif Pengajar Keagamaan Jadi Rp21,1 Miliar pada 2027Baca Juga:
Dua Hari Penuh! Rute dan Jadwal Lengkap Estafet Tunas Kelapa Kabupaten TegalBerita Lainnya oleh Makroni
11 September 2026 11:45
Mantan Kadinsos Brebes Klarifikasi, Sebut Dugaan Korupsi Bansos Beras Ada di Kemensos dan Transporter, Bukan Dinsos Brebes
10 September 2026 20:37
Bupati Brebes Raih Penghargaan Tokoh Peduli Pemberdayaan UMKM dan Potensi Lokal
10 September 2026 18:05
Dugaan Korupsi Bansos, KPK Periksa Sejumlah Saksi di Mapolres Brebes
8 September 2026 23:15
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga Brebes, Siswa SMPN 4 Larangan Mulai Keluhkan Mata dan Pernapasan
8 September 2026 20:55
Bupati Brebes Tegaskan Pejabat Tak Perlu Takut Ambil Keputusan Selama Sesuai Aturan
