Intervensi hingga Ancaman Bekukan PAC Mengemuka Jelang Muscab Demokrat Brebes, Ketua DPC Membantah!

4 Mei 2026 20:35 4 Mei 2026 20:35

Makroni, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Intervensi hingga Ancaman Bekukan PAC Mengemuka Jelang Muscab Demokrat Brebes, Ketua DPC Membantah!

Asrofi, salah sati kandidat ketua DPC Partai Demokrat saat memberikan keterangan (Foto: Makroni/ketik.com)

KETIK, BREBES – Suhu politik internal DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes memanas jelang pemilihan ketua baru. Sejumlah PAC mengaku mendapat tekanan dari ketua DPC petahana untuk mencabut dukungan kepada kandidat lain.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tekanan itu disertai ancaman pembekuan kepengurusan dan penahanan dana aspirasi bagi PAC yang tetap mendukung calon rival.

Kandidat ketua DPC Asrofi menyayangkan dugaan intervensi tersebut. “Jika benar ada ancaman pembekuan hingga penahanan aspirasi, ini jelas mencederai demokrasi di tubuh partai. Tindakan tersebut sangat tidak elok dilakukan oleh seorang pemimpin,” ujarnya, Senin, 3 April 2026.

Asrofi menyebut Muscab seharusnya jadi ajang adu visi, bukan intimidasi. Ia mengklaim telah didukung 15 PAC, 9 di antaranya secara tertulis. “Biarkan PAC memilih sesuai hati nurani demi kemajuan partai,” katanya.

Ketua PAC Demokrat Paguyangan, Bambang, membenarkan adanya pertemuan dengan ketua DPC. Ia menyebut pertemuan membahas kapasitas kepengurusan,

“Ketua DPC menegaskan dirinya masih sebagai ketua yang sah dan definitif, dan akan maju kembali,” ujar Bambang yang disebut telah memberi dukungan tertulis ke Asrofi. Dihubungi melalui sambungan telepon.

Bambang mengungkap ada keluhan PAC yang merasa kurang diperhatikan. “Sudah lama PAC tidak pernah disambangi. Sekarang punya pimpinan tapi pimpinan tidak bergerak mau bagaimana lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Brebes Hj Opy Ropiah membantah tudingan intervensi. Ia menyebut semua dukungan tertulis ke kandidat lain sudah dicabut.

“Tidak ada konfirmasi dengan saya. PAC yang tanda tangan itu semuanya sudah dicabut. Ini melanggar kode etik Demokrat. PAC yang melanggar AD/ART juga sudah minta maaf,” katanya.

Opy menegaskan jabatannya belum selesai dan akan maju lagi sebagai petahana. “Mestinya permisi karena untuk menjadi kandidat DPC itu harus menjabat PAC selama lima tahun,” tegasnya.

Muscab DPC Demokrat Brebes dijadwalkan dalam waktu dekat. Dinamika ini menjadi ujian soliditas kader jelang pemilihan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Partai Demokrat DPC Brebes Opy Ropiah