Usai Ambruk, Jembatan Sentong Dipacu Jadi Ikon Baru Bondowoso

25 Februari 2026 18:56 25 Feb 2026 18:56

Haryono, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Usai Ambruk, Jembatan Sentong Dipacu Jadi Ikon Baru Bondowoso

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di dampingi Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i beserta Dinas BSBK Bondowoso beserta jajarannya saat meninjau jembatan nangkaan penghubung antara Jember-Bondowoso, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: Haryono/Ketik.com)

KETIK, BONDOWOSO – Ambrolnya Jembatan Sentong di kawasan Nangkaan, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso, memicu langkah cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turun langsung ke lokasi, Rabu, 25 Februari 2026, memastikan pembangunan ulang dipercepat dari jadwal semula.

Didampingi Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati As'ad Yahya Syafi'i, Emil meninjau kondisi jembatan tua tersebut bersama jajaran dinas terkait. Pengamanan dilakukan Satpol PP, TNI, dan Polri.

Semula proyek direncanakan mulai April 2026. Namun, karena kondisi jembatan sudah tidak memungkinkan dilintasi, bahkan untuk pejalan kaki, pelaksanaan dimajukan dan ditargetkan mulai bulan ini bertepatan dengan Ramadan.

“Karena sudah tidak bisa dilalui, maka tidak ada alasan untuk menunda. Kita percepat,” ujar Emil di lokasi.

Seluruh proses, mulai dari perencanaan, penganggaran hingga lelang, diambil alih penuh oleh Pemprov Jatim agar eksekusi berjalan lebih cepat.

Jembatan baru nantinya menggunakan konstruksi balok girder yang dinilai lebih kuat. Lebarnya juga diperluas dari sembilan meter menjadi 14 meter untuk meningkatkan kapasitas dan keselamatan pengguna jalan.

Menurut Emil, rencana pembangunan ulang sebenarnya telah disiapkan sebelumnya. Usia jembatan yang diperkirakan melampaui 100 tahun menjadi faktor utama rapuhnya struktur.

“Ini membuktikan keputusan membangun ulang sudah tepat. Saat kejadian terjadi, kita tinggal menyelesaikan administrasinya,” katanya.

Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu delapan bulan. Meski dipercepat, kualitas konstruksi dipastikan tetap menjadi prioritas.

Pemprov Jatim bersama Pemkab Bondowoso memutuskan menutup total akses jembatan, termasuk bagi pejalan kaki. Usulan warga untuk membangun jembatan darurat dari bambu dinilai berisiko tinggi karena area sekitar akan terdampak pelebaran dan penggalian.

“Keselamatan nomor satu. Tidak memungkinkan dibuka walau hanya untuk pejalan kaki,” ujar Emil.

Anggaran sebesar Rp17,5 miliar telah disiapkan untuk pembangunan ulang jembatan tersebut. Pemerintah berharap jembatan baru bisa bertahan hingga puluhan tahun ke depan.

Sebagai solusi sementara, warga diarahkan melalui jalur alternatif jalan kabupaten. Namun, kondisi ruas tersebut masih terdapat sejumlah lubang.

Bupati Abdul Hamid Wahid memastikan perbaikan segera dilakukan agar tetap aman dilalui. Pemprov Jatim akan membantu melalui program bantuan aspal dari Dinas Pekerjaan Umum provinsi, sementara pengerjaan teknis dilakukan pemerintah kabupaten.

Di lokasi yang sama, Abdul Hamid menyoroti kerusakan parah pada sudut penopang jembatan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Ia menyebut dokumen perencanaan telah rampung dan kini tinggal penetapan pemenang tender.

“Perencanaannya selesai, pelaksananya sudah ada, tinggal finalisasi administrasi,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mengkaji dampak ekonomi terhadap warga dan pelaku usaha sekitar. Hasil pembahasan akan diumumkan setelah koordinasi lanjutan.

Dengan percepatan ini, pemerintah berharap Jembatan Sentong tak sekadar tergantikan, tetapi menjadi infrastruktur andalan masyarakat Bondowoso untuk satu abad ke depan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Wagub Jatim AHW Bupati Bondowoso Bondowoso Berkah Pemprov Jatim Pemkab Bondowoso BSBK Bondowoso Jembatan Sentong Bondowoso Emil Dardak Infrastruktur Jawa Timur Pembangunan Jembatan