KETIK, BONDOWOSO – Klinik Al Fatih Bondowoso terus memperkuat langkah menuju pelayanan kesehatan yang lebih profesional dan terpercaya. Klinik pratama rawat jalan tersebut resmi menjalani proses akreditasi yang dilaksanakan oleh Lembaga Penyelenggara Akreditasi Pelayanan Kesehatan Paripurna (LPA-PKP) pada 22 hingga 24 Mei 2026.
Proses akreditasi itu menjadi tonggak penting bagi Klinik Al Fatih dalam meningkatkan standar mutu pelayanan kesehatan sekaligus membuka jalan menuju target besar menjadi klinik rawat inap yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Kegiatan akreditasi dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, dr. Moch Jasin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa akreditasi tidak boleh dipandang sekadar formalitas administrasi, melainkan harus menjadi budaya kerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Akreditasi harus menjadi kebiasaan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan profesional,” ujarnya, Minggu, 24 Mei 2026.
Proses Akreditasi oleh Lembaga Penyelenggara Akreditasi Pelayanan Kesehatan Paripurna (LPA-PKP). (Foto: Haryono/Ketik.com)
Selama proses penilaian, tim surveyor dari LPA-PKP yang dipimpin Ns Novi Dian Aries bersama dr. Supriono melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pelayanan, mulai dari tata kelola klinik, keselamatan pasien, mutu layanan, hingga kesiapan sumber daya manusia.
Ketua Tim Survey Akreditasi, Ns Novi Dian Aries, menilai Klinik Al Fatih memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi fasilitas kesehatan unggulan di Bondowoso. Menurutnya, semangat pembenahan yang ditunjukkan seluruh jajaran klinik menjadi modal penting untuk mencapai standar pelayanan paripurna.
“Komitmen tim klinik untuk terus berbenah, ditambah dukungan masyarakat dan lintas sektor, menjadi kekuatan besar menuju pelayanan kesehatan yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Dokter Penanggung Jawab Klinik Al Fatih Bondowoso, dr. Habib Muzakki, menegaskan bahwa proses akreditasi merupakan awal dari komitmen jangka panjang dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Ia menyebut, peningkatan mutu layanan akan terus dilakukan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang aman, cepat, dan terpercaya.
Direktur Klinik Al Fatih Bondowoso, Gesit Wira S.Kep.Ns.M.Kep, menambahkan bahwa akreditasi menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu target utama yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan klinik rawat inap yang dapat bermitra dengan BPJS Kesehatan.
“Ini menjadi langkah awal kami membuka akses pelayanan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat. Ke depan, kami menargetkan Klinik Al Fatih menjadi klinik rawat inap yang bekerja sama dengan BPJS,” ungkapnya.
Akreditasi klinik pratama sendiri merupakan bagian penting dalam standarisasi pelayanan kesehatan nasional. Melalui proses tersebut, fasilitas kesehatan diwajibkan memenuhi indikator mutu dan keselamatan pasien agar layanan yang diberikan semakin profesional dan terpercaya.
Dengan semangat peningkatan mutu yang terus digaungkan, Klinik Al Fatih Bondowoso optimistis mampu menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang semakin maju dan dekat dengan kebutuhan masyarakat Bondowoso.
