Tiga Warisan Budaya Bondowoso Resmi Diakui, Dari Panggung Topeng hingga Meja Rakyat

Jurnalis: Haryono
Editor: Mustopa

22 Feb 2026 20:12

Thumbnail Tiga Warisan Budaya Bondowoso Resmi Diakui, Dari Panggung Topeng hingga Meja Rakyat
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) kepada Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid di Gedung Taman Kridha Budaya Kota Malang. (Foto: Haryono/Ketik.com)

KETIK, BONDOWOSO – Suasana Gedung Taman Kridha Budaya di Kota Malang berubah menjadi panggung kebanggaan budaya saat Gubernur Jawa Timur menyerahkan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) kepada Bupati Bondowoso.

Tiga warisan tersebut Topeng Kona, Tape Bondowoso, dan tradisi Selamatan Gugur Gunung. Penyerahan sertifikat ini menandai pengakuan resmi negara atas kekayaan tradisi yang tumbuh dan mengakar kuat di tengah masyarakat.

Momentum tersebut bukan sekadar seremoni administratif. Di hadapan kepala daerah, budayawan, seniman, dan tokoh masyarakat yang hadir, Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa status WBTBI merupakan amanah moral untuk menjaga keberlangsungan tradisi agar tidak tergerus zaman.

Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas ditetapkannya tiga warisan budaya tersebut. Menurutnya, Topeng Kona bukan hanya seni pertunjukan yang memikat secara visual, tetapi juga menyimpan pesan filosofis dan nilai spiritual yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga:
Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

Sementara itu, Tape Bondowoso dinilai telah melampaui fungsi kuliner semata—ia menjadi identitas daerah sekaligus penggerak ekonomi rakyat berbasis kearifan lokal. Adapun Selamatan Gugur Gunung disebut sebagai cerminan nyata budaya gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat Jawa Timur.

“Warisan budaya tak benda adalah roh dari peradaban kita. Ia membentuk karakter, memperkuat identitas, dan menjadi penuntun arah pembangunan,” tegas Gubernur dalam sambutannya pada Minggu, 22 Februari 2026.

Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan generasi muda agar pelestarian budaya tidak berhenti pada simbol, melainkan terus berkembang melalui inovasi kreatif yang tetap berakar pada nilai tradisi.

Selain itu, mendorong agar sektor kebudayaan ditempatkan sebagai bagian strategis dalam pembangunan daerah. Potensinya, kata dia, tidak hanya pada aspek pelestarian, tetapi juga dalam mendorong pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif.Hingga memperluas diplomasi budaya di tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga:
Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Bondowoso dan para pegiat budaya yang telah bekerja keras mengawal proses pengusulan hingga memperoleh pengakuan resmi.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam proses penetapan Tape Bondowoso sebagai WBTBI. Ia menyebut pengakuan ini sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi masyarakat Bondowoso.

" Tape Bondowoso bukan sekadar hasil fermentasi singkong, melainkan simbol identitas yang telah hidup turun-temurun dan menghidupi banyak pelaku UMKM" Ujar orang nomor satu di Bondowoso tersebut.

Produk tersebut Lanjutnya, telah lama menjadi oleh-oleh khas yang memperkenalkan Bondowoso ke berbagai penjuru daerah. Dengan pengakuan WBTbI, ia optimistis daya saing dan nilai ekonomi produk lokal akan semakin meningkat.

Bupati juga menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini. Ia berharap dunia pendidikan dapat mengambil peran aktif dalam mengenalkan sejarah, makna, dan filosofi tradisi kepada generasi muda.

“Warisan budaya tidak cukup hanya dibanggakan, tetapi harus dirawat dan diteruskan. Ini adalah tanggung jawab kolektif dan budaya bukan sekadar masa lalu, melainkan denyut hidup yang terus bergerak." pungkasnya.

Dengan pengakuan resmi ini, Topeng Kona, Tape Bondowoso, dan Selamatan Gugur Gunung diharapkan semakin dikenal luas dan tetap lestari sebagai bagian penting dari identitas Jawa Timur dan Indonesia.(*)

Baca Sebelumnya

Kasus Penyekapan WNA Bangladesh di Pemuteran Buleleng Bali, Korban Kabur Minta Bantuan ke Dodiklatpur Pulaki

Baca Selanjutnya

Wujudkan Mimpi Siswa Duafa, Sarmuji Kucurkan Bantuan dan Perjuangkan Gedung SMP di Kediri

Tags:

AHW Bupati Bondowoso warisan budaya Di Akui Negara 3 Warisan Budaya Bondowoso Berkah Topeng Kona Tape Bondowoso dan tradisi Selamatan Gugur Gunung

Berita lainnya oleh Haryono

Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

13 April 2026 20:33

Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg, Polres Bondowoso Perketat Pengawasan Distribusi

13 April 2026 14:04

Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg, Polres Bondowoso Perketat Pengawasan Distribusi

Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

11 April 2026 17:57

Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

WFH Resmi Berlaku di Bondowoso, Bupati Abdul Hamid Wahid Tekan Biaya dan Genjot Digitalisasi

9 April 2026 19:02

WFH Resmi Berlaku di Bondowoso, Bupati Abdul Hamid Wahid Tekan Biaya dan Genjot Digitalisasi

Dari Vonis ke Eksekusi, Aparat Bondowoso Tuntaskan Perkara Lewat Pemusnahan Barang Bukti

8 April 2026 22:31

Dari Vonis ke Eksekusi, Aparat Bondowoso Tuntaskan Perkara Lewat Pemusnahan Barang Bukti

Borong Pengakuan Negara! Seluruh Prodi Syariah UIN KHAS Jember Jadi Tujuan BIB-LPDP 2026

8 April 2026 22:01

Borong Pengakuan Negara! Seluruh Prodi Syariah UIN KHAS Jember Jadi Tujuan BIB-LPDP 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar