Dana Desa Bondowoso “Disunat” Tajam di 2026, Pagu Per Desa Tinggal Ratusan Juta

Jurnalis: Haryono
Editor: Mustopa

5 Jan 2026 16:30

Headline

Thumbnail Dana Desa Bondowoso “Disunat” Tajam di 2026, Pagu Per Desa Tinggal Ratusan Juta
Mahfud Junaedi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bondowoso. (Foto: Haryono/Ketik.com)

KETIK, BONDOWOSO – Anggaran dana desa (DD) yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan desa di Kabupaten Bondowoso bakal menyusut tajam pada 2026.

Pemerintah pusat menetapkan pagu indikatif baru yang membuat setiap desa hanya menerima dana sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bondowoso, Mahfud Djunaedi, mengungkapkan bahwa pagu indikatif dari Kementerian Keuangan tersebut sudah diterima dan menjadi acuan awal penyusunan anggaran desa tahun depan.

“Pagu dari kementerian sudah turun. Nilainya bervariasi, kisarannya Rp200 juta sampai Rp300 juta per desa,” kata Mahfud, Senin, 5 Desember 2026.

Baca Juga:
Pemkab Bondowoso Distribusikan Bantuan untuk Penguatan Lembaga dan Ekonomi Desa

Menurut Mahfud, pemangkasan dana desa ini sepenuhnya merupakan kebijakan pemerintah pusat yang berlaku secara nasional. Pemerintah daerah, termasuk Bondowoso, hanya menerima besaran pagu untuk masing-masing desa tanpa memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian.

“Pusat hanya mengirimkan pagu. Untuk Bondowoso sudah ditentukan per desanya,” ujarnya.

Di tengah menyusutnya dana desa, penggunaan DD untuk mendukung program Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih (KDMP) masih belum memiliki kejelasan teknis.

DPMD Bondowoso masih menunggu petunjuk lanjutan terkait skema dan aturan pelaksanaannya. Meski begitu, sejumlah program wajib desa tetap harus dijalankan meski dengan anggaran yang lebih terbatas.

Baca Juga:
Kades Padasan Nonaktif Diduga Gelapkan Dana Desa Rp800 Juta

“Kegiatan wajib tetap ada, tapi soal persentase maksimal atau minimalnya belum diatur,” terang Mahfud saat ditemui awak media. Penurunan dana desa ini juga berdampak pada total pagu anggaran DD se-Kabupaten Bondowoso.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Bondowoso, Ani Kurnia Rahmani, menyebutkan total anggaran untuk 209 desa turun sekitar 20 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp200 miliar.

“Informasinya sudah kami terima, tetapi rincian per desa masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK),” ujar Ani.

Ia menjelaskan, pemangkasan dana desa erat kaitannya dengan kebijakan pemerintah pusat untuk mendukung pembiayaan KDMP. Dalam skema tersebut, dana desa dibagi menjadi 40 persen pagu reguler dan 60 persen dialokasikan untuk KDMP.

Porsi KDMP itu, kata Ani, sudah dipotong langsung dari pusat untuk membayar pinjaman dengan jangka waktu enam tahun.

“Itu kebijakan dari pusat,” tegasnya.

Ani menambahkan, meskipun anggaran berkurang, fokus penggunaan dana desa pada 2026 relatif tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun, aturan mengenai persentase minimal untuk program tertentu kini ditiadakan.

“Kalau sebelumnya BLT minimal 15 persen dan ketahanan pangan minimal 20 persen, sekarang tidak ada ketentuan persentase seperti itu,” jelasnya.

Ia memastikan para kepala desa di Bondowoso pada prinsipnya sudah mengetahui kondisi ini, mengingat pagu indikatif menjadi dasar dalam penyusunan APBDes 2026.

“Tanpa tahu pagu, APBDes tidak bisa disusun. Jadi mereka sudah paham,” pungkasnya.

Saat ini, Kabupaten Bondowoso memiliki 209 desa yang didampingi oleh sekitar 96 pendamping desa.(*)

Baca Sebelumnya

Transformasi Trilogi Peran Guru

Baca Selanjutnya

Damkar Lagi, Damkar Lagi! Kali Ini Sigap Evakuasi Buaya Nyasar Masuk Saluran Air Pabrik di Banyuasin

Tags:

DD 2026 Menyusut TA Pemberdayaan Masyarakat DPMD Bondowoso

Berita lainnya oleh Haryono

Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

13 April 2026 20:33

Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

Terobosan Akademik UIN KHAS Jember, Praktisi Hukum Kini Bisa Raih Sarjana lewat Jalur RPL

13 April 2026 14:20

Terobosan Akademik UIN KHAS Jember, Praktisi Hukum Kini Bisa Raih Sarjana lewat Jalur RPL

Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg, Polres Bondowoso Perketat Pengawasan Distribusi

13 April 2026 14:04

Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg, Polres Bondowoso Perketat Pengawasan Distribusi

Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

11 April 2026 17:57

Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

WFH Resmi Berlaku di Bondowoso, Bupati Abdul Hamid Wahid Tekan Biaya dan Genjot Digitalisasi

9 April 2026 19:02

WFH Resmi Berlaku di Bondowoso, Bupati Abdul Hamid Wahid Tekan Biaya dan Genjot Digitalisasi

Dari Vonis ke Eksekusi, Aparat Bondowoso Tuntaskan Perkara Lewat Pemusnahan Barang Bukti

8 April 2026 22:31

Dari Vonis ke Eksekusi, Aparat Bondowoso Tuntaskan Perkara Lewat Pemusnahan Barang Bukti

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar