KETIK, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi memperkuat langkah bersama untuk mempertahankan status Ijen Geopark sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geoparks.
Komitmen itu ditegaskan dalam audiensi strategis yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa, 14 Maret 2026.
Pertemuan tersebut mempertemukan jajaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, serta Badan Pengelola Ijen Geopark.
Momentum ini menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi proses revalidasi internasional UNESCO yang akan menentukan keberlanjutan pengakuan geopark tersebut di tingkat dunia.
Baca Juga:
Bupati Bondowoso Buka Dialog dengan BAMAG, Perkuat Kerukunan AntarumatBupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama Bupati Banyuwangi hadir langsung dalam forum tersebut.
Keduanya menyatukan komitmen untuk memastikan pengelolaan kawasan Ijen Geopark semakin kuat, terarah, dan berkelanjutan.
"Dalam audiensi itu, berbagai langkah strategis dibahas secara mendalam, mulai dari peningkatan kualitas pengelolaan destinasi wisata berbasis geopark, penguatan keterlibatan masyarakat lokal, hingga penyusunan strategi promosi yang lebih efektif dan berkelanjutan di tingkat global," ujarnya.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid Saat Audensi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait Persiapan menghadapi proses revalidasi internasional UNESCO.
Baca Juga:
Audiensi dengan BI Jember, Pemkab Bondowoso Bahas Strategi Kembangkan UMKMSelain itu lanjutnya, kesiapan dokumen administratif dan teknis juga menjadi fokus utama pembahasan.
Pemerintah daerah bersama pengelola memastikan seluruh persyaratan yang dibutuhkan dalam proses revalidasi dapat dipenuhi secara optimal.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut memfasilitasi pertemuan tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan dukungan penuh terhadap upaya mempertahankan status Ijen Geopark di tingkat dunia.
Khofifah menyampaikan bahwa Ijen Geopark bukan hanya aset pariwisata daerah, tetapi juga bagian penting dari kekayaan geologi dan budaya Indonesia yang harus dijaga bersama.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pengelola, dan masyarakat menjadi kunci utama agar kawasan geopark tersebut mampu memenuhi standar internasional UNESCO.
“Ijen Geopark memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi konservasi alam, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui pariwisata berkelanjutan. Karena itu, seluruh pihak harus bersatu memperkuat pengelolaannya agar tetap diakui dunia,” ujarnya.
Upaya mempertahankan status Ijen Geopark dinilai bukan sekadar menjaga prestise internasional.
Lebih dari itu, keberadaannya diyakini memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pengembangan potensi wisata berbasis geologi dan budaya di kawasan Bondowoso dan Banyuwangi.
Dengan kolaborasi yang semakin solid, kedua daerah optimistis Ijen Geopark mampu melewati proses revalidasi dan kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi geopark kelas dunia yang membanggakan Indonesia.(*)