Waspada Gangguan Penciuman, Ini Tips Penanganan dari Dokter Spesialis RSUD Padangan Bojonegoro

Jurnalis: Sukiman
Editor: Aziz Mahrizal

2 Mar 2026 15:32

Thumbnail Waspada Gangguan Penciuman, Ini Tips Penanganan dari Dokter Spesialis RSUD Padangan Bojonegoro
dr. Netiana, Dokter Spesialis THT RSUD Padangan Bojonegoro. (Foto: Sukiman/ketik.com)

KETIK, BOJONEGORO – Hidung ternyata merupakan alarm alami bagi tubuh manusia. Oleh karena itu, menjaga kesehatan hidung menjadi hal yang sangat penting, terutama dalam mengenali gejala gangguan penciuman serta cara mengatasinya dengan benar.

“Banyak masyarakat menyepelekan gangguan penciuman, padahal hidung adalah alarm alami tubuh. Jika tidak berfungsi, risiko bahaya bisa tidak terdeteksi,” kata dr. Netiana, Sp.THT-KL, Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan–Bedah Kepala Leher dari RSUD Padangan, Bojonegoro dalam talkshow SAPA! Malowopati FM, Jumat, 27 Februari 2026.

Dalam talkshow edukasi kesehatan bertajuk “Mencium Bahaya! Saat Hidung Tak Lagi Menjadi Alarm Alami” ini, dr. Netiana menjelaskan bahwa gangguan penciuman atau anosmia masih sering dianggap sepele oleh masyarakat. Padahal fungsi penciuman memiliki peran penting sebagai sistem peringatan dini tubuh terhadap bahaya di sekitar, seperti kebocoran gas atau makanan basi.

Ia menyebutkan, penyebab paling sering gangguan penciuman adalah infeksi saluran pernapasan atas. Selain itu, kelainan anatomi seperti sekat hidung bengkok, adanya sumbatan tumor, hingga pembesaran jaringan akibat benturan juga dapat mengganggu penghantaran rangsang bau ke saraf. 

Baca Juga:
Menko Zulkifli Hasan Kunjungi Ponpes Al-Rosyid Bojonegoro, Bahas Ketahanan Pangan dan MBG

Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa membaik, terutama jika disebabkan infeksi atau gangguan anatomi yang masih dapat ditangani. Namun pada cedera kepala berat yang merusak saraf, gangguan bisa bersifat permanen. Begitu pula pada kelainan bawaan sejak lahir.

Faktor usia lanjut secara alami juga menyebabkan penurunan fungsi saraf penciuman. Gaya hidup seperti merokok dalam jangka panjang turut memperburuk kondisi tersebut. Selain itu, infeksi virus termasuk covid-19 pernah menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus kehilangan penciuman.

Gangguan penciuman juga berkaitan erat dengan gangguan pengecapan dan dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada apabila penciuman tidak kembali normal setelah pilek atau flu sembuh.

“Jika pilek sudah membaik tetapi penciuman belum kembali, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya,” tambah dr. Netiana.

Baca Juga:
Disdik Bojonegoro Lakukan Penyesuaian, Siswa SD dan SMP Masuk Pukul 06.30 WIB

Pada anak-anak, gangguan penciuman yang terjadi pada satu sisi hidung perlu dicurigai sebagai kemungkinan adanya benda asing. Sementara keluhan hidung berbau dapat disebabkan oleh infeksi sinus, gangguan gigi, maupun alergi yang menyebabkan penumpukan cairan.

Sebagai upaya menjaga kesehatan hidung, masyarakat dianjurkan segera berobat saat mengalami infeksi, tidak terlalu sering mengorek hidung, serta melakukan cuci hidung sesuai kebutuhan medis. Lingkungan ber-AC yang terlalu dingin juga dapat menyebabkan hidung kering karena lendir mengering, sehingga penting menjaga kelembapan saluran hidung.

Melalui siaran ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa gangguan penciuman bukan sekadar keluhan ringan,melainkan kondisi yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan dan keselamatan. (*)

Baca Sebelumnya

NasDem Fokus Perkuat Basis Jawa, Bidik Seluruh Dapil DPR RI Terisi di 2029

Baca Selanjutnya

Safari Ramadan Jadi Mesin Konsolidasi NasDem di Jawa Timur

Tags:

THT RSUD Padangan Bojonegoro Gangguan Penciuman dokter spesialis tht

Berita lainnya oleh Sukiman

Jalan Kaki Keliling Indonesia, Pemuda Pramuka Asal Baturaja Singgah di Bojonegoro

16 April 2026 21:35

Jalan Kaki Keliling Indonesia, Pemuda Pramuka Asal Baturaja Singgah di Bojonegoro

Bojonegoro Kini Miliki 16 Desa Cantik, Tiga Desa Resmi Terima Penghargaan di 2026

16 April 2026 12:36

Bojonegoro Kini Miliki 16 Desa Cantik, Tiga Desa Resmi Terima Penghargaan di 2026

Polres Bojonegoro Ungkap Dua Kasus Curanmor, Dua Pelaku Diamankan

15 April 2026 20:01

Polres Bojonegoro Ungkap Dua Kasus Curanmor, Dua Pelaku Diamankan

Hadiri Halalbihalal MUI, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Pengawasan Anak di Dunia Digital

14 April 2026 16:59

Hadiri Halalbihalal MUI, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Pengawasan Anak di Dunia Digital

Pesan Penting Ketum PJI di Balik Meriahnya HUT Ke-1089 Nganjuk

14 April 2026 15:30

Pesan Penting Ketum PJI di Balik Meriahnya HUT Ke-1089 Nganjuk

Bangga! Bojonegoro Raih Dua Penghargaan Prestisius TOP BUMD Awards 2026

14 April 2026 15:10

Bangga! Bojonegoro Raih Dua Penghargaan Prestisius TOP BUMD Awards 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H