KETIK, BOJONEGORO – Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mulai mematangkan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026.
Persiapan tersebut ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) kesiapan dan penjadwalan kegiatan fisik maupun nonfisik di Gedung Ahmad Yani Makodim 0813 Bojonegoro, Selasa, 23 Juni 2026.
Program terpadu lintas sektoral tersebut akan dipusatkan di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, dan dijadwalkan berlangsung selama satu bulan mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Rakor dipimpin langsung Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto bersama jajaran, serta dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bojonegoro Dr. Kusnandaka Tjatur Prasetijo, M.Si., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Djoko Lukito, S.Sos., M.M., kepala OPD, serta instansi terkait lainnya.
Pasiter Kodim 0813 Bojonegoro Kapten Inf Surahmat mengatakan, rapat koordinasi menjadi tahapan penting untuk menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD.
Menurutnya, berbagai agenda pembangunan fisik maupun nonfisik dibahas secara detail agar pelaksanaannya berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Rapat koordinasi ini sangat penting untuk menyamakan persepsi sekaligus mematangkan perencanaan seluruh kegiatan fisik dan nonfisik program TMMD agar nantinya berjalan lancar tanpa kendala," ujar Kapten Inf Surahmat.
Ia menjelaskan, kegiatan fisik yang akan dilaksanakan meliputi pembangunan dan peningkatan infrastruktur desa, sedangkan kegiatan nonfisik mencakup penyuluhan, pelayanan masyarakat, serta program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga.
Kapten Surahmat menegaskan keberhasilan TMMD tidak hanya ditentukan oleh peran TNI, tetapi juga sinergi seluruh elemen pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat.
Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kunci utama agar seluruh target program dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
"Keberhasilan TMMD tidak terlepas dari perencanaan yang matang dan sinergitas yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan," katanya.
Mengusung tema "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa", program tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan kawasan pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kapten Surahmat menilai TMMD bukan hanya program milik TNI, melainkan bentuk kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
"Kami berharap program TMMD mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan warga," ujarnya.
Selain memberikan manfaat jangka pendek melalui pembangunan fisik, TMMD juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
"Pemkab Bojonegoro bersama TNI berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan," pungkasnya.(*)
.png)