KETIK, BOJONEGORO – Kemeriahan peringatan Haul Eyang Singonoyo 2026 di Bojonegoro berlangsung semarak dan penuh kehangatan. Salah satu momen puncak yang paling ditunggu-tunggu warga adalah acara Kirab Tumpeng, yang menampilkan keanekaragaman kreasi budaya serta kekompakan antar wilayah.
Dalam ajang kompetisi kirab tahun ini, kontingen dari RW 01 berhasil mencuri perhatian dewan juri dan masyarakat hingga dinobatkan sebagai penerima penghargaan Juara Best Costume Kirab Tumpeng Haul Eyang Singonoyo 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis berupa piagam penghargaan kepada perwakilan pengurus dan warga RW 01 di panggung utama acara. Para peserta tampil anggun dan bersahaja dengan mengenakan busana berunsur etnik tradisional yang dipadukan dengan pengikat kepala khas (udeng/blangkon kreasi), memperkuat nuansa kearifan lokal yang diusung.
"Kemenangan ini merupakan buah dari gotong royong, kreativitas, dan kekompakan seluruh warga RW 01 dalam melestarikan tradisi serta meramaikan Haul Eyang Singonoyo tahun ini," ujar salah satu perwakilan warga usai menerima penghargaan.
Selesainya prosesi penyerahan hadiah dan Kirab Tumpeng ini diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menjaga tradisi leluhur agar tetap lestari dari generasi ke generasi.
Kemeriahan peringatan Haul Eyang Singonoyo 2026 di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro pada hari ahad berlangsung semarak dan penuh kehangatan.
Salah satu agenda utama yang paling mengundang antusiasme masyarakat adalah Kirab Tumpeng Budaya yang digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026. Malam hari
Dalam ajang kirab budaya tersebut, kontingen dari RW 01 Desa Sukorejo berhasil mencuri perhatian dewan juri dan penonton hingga dinobatkan sebagai penerima penghargaan Juara Best Costume (Busana Terbaik) Kirab Tumpeng Haul Eyang Singonoyo 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis berupa piagam penghargaan kepada perwakilan warga dan pengurus RW 01 di panggung utama acara. Para peserta dari RW 01 tampil memikat dengan memadukan busana bermotif batik etnik Jawa, kebaya tradisional, serta ikat kepala (udeng/blangkon kreasi), menyimbolkan kearifan lokal serta penghormatan terhadap nilai sejarah leluhur.
Pelestarian Budaya dan Penghormatan Leluhur
Peringatan Haul Eyang Singonoyo—tokoh pembuka wilayah (bedah kerawang) sekaligus ulama yang dihormati di Desa Sukorejo—diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut (24–26 Juli 2026) dengan mengangkat tema pelestarian budaya.
Kirab Tumpeng dilepas secara resmi dari Balai Desa Sukorejo oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Bambang Sutriyono, bersama Kepala Desa Sukorejo, Meyke Lelyanasari.
Rombongan kirab mengarak tumpeng dan hasil bumi melintasi rute desa menuju Kompleks Makam Kembar Eyang Singonoyo (Raden Mas Djoyo) di Jalan Letda Mustajab / Monginsidi.
"Kegiatan ini merupakan sarana untuk mempererat silaturahmi, menjaga keguyuban warga, sekaligus bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil bumi," ungkap Kepala Desa Sukorejo, Meyke Lelyanasari.
Kekompakan Warga RW 01
Kemenangan RW 01 sebagai peserta dengan Best Costume menjadi bukti nyata tingginya rasa gotong royong dan antusiasme warga dalam menyemarakkan tradisi desa.
"Kemenangan ini merupakan hasil kerja keras, kekompakan, dan partisipasi seluruh warga RW 01. Kami berharap kegiatan ini terus dilestarikan dan semakin meriah pada tahun-tahun mendatang," ujar Moch Rochim warga RT 03 ,/juga sebagai ketua RT 03
Ia menyampaikan apreasiasi setinggi tinginya kepada semua panitia dan warga. Ia mengucapkan terima kasih juga kepada pemerentah Sukorejo atas dukungan penuh kiab tumpeng yang perdana perwakilan warga usai menerima piagam penghargaan.
Rangkaian Haul Eyang Singonoyo 2026 juga dimeriahkan dengan pameran UMKM lokal, pentas seni anak-anak, Tahtimul Qur'an, hingga pengajian umum sebagai puncak acara. (*)
